PALEMBANG – Stasi Santo Hilarius di Soak Simpur semakin ramai dengan hadirnya umat Wilayah VI yang terdiri dari Lingkungan Santa Elisabeth, Santo Timotius dan Mgr. Sugiyopranoto, Paroki Santo Yoseph Palembang) untuk mengenal lebih dekat dan mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Yohanes Bosco Sumisran, Minggu 15 Oktober 2026 pukul 09.00 Wib. Seusai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Pengurus Stasi Santo Hilarius di Pendopo Stasi.
Dalam sambutannya Budi Hartanto, mewakili Pengurus Stasi Santo Hilarius mengucapkan selamat datang dan menjelaskan bahwa Keuskupan Agung Palembang dalam rencana pemekaran Dekanat Palembang memutuskan bahwa tempat ini akan menjadi calon Paroki baru di Kota Palembang, yaitu : Paroki Santo Fransiskus Assisi. Keuskupan membeli tanah ini seluas 1,3 hektare 2 tahun yang lalu kurang lebih 2,5 kali lipat luas tanah Santo Yoseph. Di tempat ini kami merintis calon Paroki baru dimulai dari Stasi yang dikenal dengan nama Stasi Santo Hilarius terdiri dari lima Lingkungan, yaitu : Lingkungan Santo Ignasius Loyola, Santo Theofanus Venard, Santo Frumentius, Santo Gregorius dan Santo Carlo Acutis. Pertama kali waktu kami masih di Wilayah 12 ada tiga Lingkungan tapi, puji Tuhan, mulai 10 Januari 2027, tempat ini akan diresmikan oleh Bapa Uskup menjadi Unit Pastoral. Karena persiapan untuk menjadi Paroki semakin dekat, ditargetkan awal tahun 2028 sudah peletakkan batu pertama di tempat ini.
Kami sudah ada 18 Lingkungan dengan 2.368 jiwa yang akan menjadi calon Paroki baru di tempat ini, 11 Lingkungan dari Santo Yoseph, 6 Lingkungan dari Santo Petrus dan 1 Lingkungan dari Santo Stefanus, itulah yang dicanangkan oleh Bapa Uskup melalui Ardas, Arah Dasar Keuskupan Agung Palembang yang sudah diletakkan Bapa Uskup pada tanggal 29 September 2022, setelah selesai Sinode 3 Keuskupan Agung Palembang. Itu informasi yang dapat saya sharingkan mengenai tempat ini, kami sebagai Pengurus Stasi disini juga sudah berdinamika, jadi, kami awalnya Wilayah, tahun 2012 menjadi Stasi lalu, disini kami membangun komunitas-komunitas disini sudah ada 17 komunitas yang secara mandiri kami kelola terpisah atau masih berkoordinasi dengan Paroki Santo Yoseph. Kami punya kelompok mazmur, lektor, OTSB, misdinar, sekolah minggu, pelajaran komuni pertama dan krisma termasuk yang paling baru komunitas organis.
Kemudian RD. Yohanes Bosco Sumisran mengharapkan Paroki Santo Yoseph nanti akan memberikan akomodasi semua terkait dengan kesatuan dan kekuatan dari umat. Karena yang punya inisiatif, tindakan dan gagasan untuk diadakan pengembangan/pemakaran Paroki. Oleh karena itu syarat utama yang menggagas dan mengidealkan menjadi Paroki harus kuat dulu supaya kokoh dan solid untuk membangun Paroki. Maka kalau ini nanti menjadi pioner pertama untuk membuat Paroki Fransiskus Assisi, bertepatan dengan Tahun Jubelium Santo Fransiskus. Mudah-mudahan dengan semangat dan bergandengan menuju kebaikan bersama, hal ini akan menjadi impian yang terbaik. Profisiat untuk kita semua, kalau kita mau solid, teguh dan kokoh.
Sementara itu Ngadiyo, Ketua Wilayah VI mengatakan, kami semua berasal dari Wilayah VI yang terdiri dari tiga Lingkungan Santa Elisabeth, Santo Timotius dan Mgr. Sugiyopranoto. Bersyukur kepada Tuhan kita semua dalam kebersamaan walaupun beberapa dari anggota keluarga kita belum sempat hadir. Kami datang kemari salah satunya adalah untuk mengenal dimana lokasi Stasi Santo Hilarius. Kami mengucap syukur dan terima kasih atas kasih setia Bapak, Ibu semua yang saling membantu, mendukung dalam pemikiran dan perbuatan. Kasih tanpa perbuatan adalah sia-sia, kasih itu harus diwujudkan. Tadi kita juga sama-sama mendengar bahwa kedepan ada momentum yang sangat luar biasa, kita bisa memberikan support/dukungan untuk Bapak dan Ibu di Stasi Santo Hilarius.





