Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia akan perteguh NKRI

Duta Besar Indonesia untuk Vatikan, Antonius Agus Sriyono, optimistis Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia pada 2017. Perhatian Paus terhadap negara miskin dan berkembang di Asia adalah faktor yang memperkuat keyakinannya.
“Kalau dari probabilitas, harapan sangat besar, karena Paus mendekat ke Asia,” kata Agus saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016.
Agus akan berusaha sebaik mungkin agar Vatikan memenuhi undangan pemerintah Indonesia. “I do my best,” ucap mantan Duta Besar Selandia Baru itu.
Selain itu, Asian Youth Day (AYD) ketujuh yang berlangsung di Indonesia pada Agustus 2017 dijadwalkan dihadiri Paus Fransiskus. AYD merupakan temu orang muda Katolik se-Asia yang dilaksanakan dalam rentang tiga tahun sekali. Paus hadir pada AYD keenam pada 2014 di Seoul, Korea Selatan.
Sebelum bertolak ke tempat tugas barunya di Vatikan pada 21 Februari mendatang, Agus mengaku telah bertemu dengan Mgr Antonio Guido Filipazzi dan Uskup Agung Jakarta, yang juga ketua presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo untuk membahas undangan kepada Paus Fransiskus untuk berkunjung ke Indonesia.
Meski pemerintah sudah mengundang resmi Paus Fransiskus ke Indonesia, menurut Agus, belum ada kepastian mengenai tempat-tempat yang akan dikunjungi Paus.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerima undangan resmi berkunjung ke Vatikan. Namun, Jokowi belum memberikan jawaban resmi tentang kepastian memenuhi undangan itu.
Ketua Gerakan Ekayastra Unmada atau Gerakan Semangat Satu Bangsa A.M Putut Prabantoro mengharapkan Paus Fransiskus memenuhi undangan pemerintah Indonesia. Kehadiran Paus akan memperteguh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama untuk daerah-daerah konflik.
“Paus adalah simbol yang mempersatukan,” tutur Putut, yang turut mendampingi Agus ke kantor redaksi Tempo.
Sumber : indonesia.ucanews.com
