Dewan Pastoral Paroki Santo Yoseph Palembang periode 2021-2024 sejak dilantik hingga saat ini dapat melakukan tugas pelayanan dengan baik walaupun mengalami wabah covid 19 dan tugas pelayanan dilakukan dengan sangat terbatas termasuk pelayanan rohani serta mematuhi potokol kesehatan. Memasuki tahun terakhir kepengurusannya DPP Santo Yoseph Palembang mengadakan rapat pleno untuk menyampaikan laporan pertanggungjawabannya terkait kegiatan yang dilakukan selama tahun 2021-2022, Sabtu 10 Juni 2023 pukul 16.00-selesai di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang.
Fortunatus Sujadiyanto, Ketua DPP Santo Yoseph Palembang periode 2021-2024 berharap dengan adanya rapat pleno ini Gereja kita akan semakin baik kedepannya, acara ini dibuat oleh kita, untuk kita demi kemajuan Paroki kita. Dalam laporan pengantarnya Sujadiyanto menyatakan pandemi covid 19 amat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan, termasuk juga kehidupan gerejani. Program kegiatan yang direncanakan berjalan kurang bahkan tidak efektif. Namun seksi-seksi tetap berusaha melaksanakan kegatan meski dalam jangkauan dan junlah yang terbatas. Terima kasih kepada segenap pihak yang telah bekerjasama untuk melayani di Paroki Santo Yoseph palembang.
RD. Silvester Joko Susanto, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang yang mulai bertugas sejak Februari 2021, menyampaikan laporan tentang pelayanan sakramen-sakramentali sebagai Pastor dan teritorial. Komunitas Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang awalnya ada 5 orang, yaitu : RD. Silvester Joko Susanto, RD. Vinsensius Setiawan Triatmojo, RD, Stefanus Surawan, RD. Yohanes Agung Apriyanto dan RD. Ignatius Sukari, Berkurang jumlahnya sejak 1 Mei 2023 ketika RD. Vinsensius Setiawan Triatmojo ditunjuk sebagai Uskup Tanjung Karang, sedangkan Pastor Rekan memiliki karya sendiri hingga tidak maksimal dalam melayani umat.
RD. Stefanus Surawan bekerja di Yayasan Xaverius sekaligus Ekonom dan Bendahara, RD. Yohanes Agung Apriyanto, sebagai mahasiswa Musi Charitas dan RD. Ignatius Sukari berkarya di Komisi PSE KaPal dan berkantor di Km 11 Sukomoro. Hingga yang bertugas penuh di Paroki Santo Yoseph Palembang hanya RD. Silvester Joko Susanto dan pelayanan lain dibantu DPP, karyawan sekretariat paroki, PSPK, koster, petugas kebersihan lingkungan Gereja, aula dan Pastoran, bagian dapur, toko buku rohani dan volunter.
Kegiatan pelayanan selama covid tetap dilakukan oleh para Romo, untuk Sakramen Baptis ada 2 kelompok yaitu : anak-anak dan dewasa dengan menyediakan buku materi baptis yang bisa dibeli di toko buku rohani, menyiapkan bahan ajar untuk komuni pertama. Sakramen Krisma diadakan setiap tahun dan dari awal kesepakatan belajar sampai rekoleksi, pelayanan tobat, gladi resik, pesta atau tidak dikelola bersama dengan peserta. Sakramen Tobat dilakukan sebelum Paskah, Natal dan saat pelayanan Sakramen lain misalnya : sebelum Komuni Pertama, Sakramen Krisma, Perkawinan Katolik dan lain-lain. Sebelum menerima Sakramen Perkawinan pasangan wajib mengikuti kursus yang dikelola oleh Dekanat dan dalam perjalanan waktu ada yang berkasus, sehingga dibentuklah Tim KPP melalui Seksi Keluarga DPP Santo Yoseph Palembang untuk bekerja mendampingi dan menangani kasus perkawinan sehingga perlu dukungan Pengurus Lingkungan, Wilayah serta umat.
Terkait kasus perkawinan, pertama kali Pastor Paroki mengajukan Kemurahan Rohani kepada Bapa Uskup, yaitu : perkawinan yang dilakukan orang Katolik dan orang yang tidak Katolik tetapi sudah menikah ke 2 kalinya. Syarat untuk mendapatkan Kemurahan Rohani adalah minimal 4 tahun hidup dalam peziarahan (perkawinan belum selesai), mengajukan permohonan kepada Bapa Uskup melalui Pastor Paroki tentang kasus yang sudah masuk ke Tribunal dan tidak selesai, persetujuan dari Ketua Lingkungan dan warganya kalau orang tersebut diberi Kemurahan Rohani tidak menjadi batu sandungan, yaitu : tidak akan bercerai lagi, tidak akan menjadikan masalah di tengah Lingkungan dan keluarga, Pastor Paroki merekomendasi dan mengajukan permohonan kepada Uskup. Pembaharuan perkawinan, yaitu : orang Katolik yang menikahnya di luar Gereja lain, misalnya di : vihara, mesjid, klenteng dan Gereja Protestan itu tidak sah, maka perlu diingatkan karena perkawinannya belum dibereskan dan harus divalidasi terlebih dulu, datang ke Pastor Paroki untuk mendapatkan pemberesan atau konvalidasi.
Sakramen pengurapan, sebaiknya diberikan kepada orang Katolik yang sah (masih setia) dan tidak bisa diberikan kepada orang yang belum Katolik. Pelayanan Sakramentali, terkait dengan pemberkatan rumah, jenazah, benda-benda rohani dan lain-lain, Paroki Santo Yoseph paling murah hati untuk mendapatkan berkat terutama melayani pembekatan jenazah selama covid 19. Pelayanan Misa sejak covid 19 mulai mereda sudah dilakukan, misalnya : misa arwah, misa Lingkungan, misa Kategorial, Kelompok Kerahiman Illahi, persekutuan doa, Simeon, Warakawuri dan lain-lain. Untuk Pelayanan Ekaristi mulai tahun 2023 Pastor Paroki sudah membagi Romo yang bertanggung jawab atas beberapa Wilayah di Paroki Santo Yoseph Palembang.
Terkait pengembangan Wilayah/Teritorial belum maksimal, karena jika dimekarkan umat merasa berat, pembentukan Stasi Hilarius mulai dilakukan bulan September 2021. Sudah ada 3 Paroki yang mendapat mandat dari Bapa Uskup untuk perkembangan Stasi Hilarius, yaitu : Paroki Santo Petrus Kenten, Paroki Santo Yoseph dan Paroki Santo Stefanus, maka DPP dan Santo Yoseph memiliki tanggung jawab untuk mndampingi. Kebijakan Bapa Uskup adalah gerak langkah cepat untuk mengembangkan Teritorial yang saat ini sudah ada 5 unit Paroki Pastoral.
Dalam rapat plenno ini Koordinator Bidang Liturgi, Bidang Pewartaan, Bidang Pelayanan, Bidang Persekutuan, Bidang Penataan Wilayah dan Lingkungan serta Bidang Sarana dan Prasarana menyampaikan laporan kegiatannya. Seusai penyampaian laporan dilakukan sesi tanya jawab, ada usulan dari peserta yang mendapat tanggapan dari Pastor Paroki serta Pengurus DPH Santo Yoseph Palembang terkait pertanyaan dan usulan peserta.
Rapat pleno dihadiri oleh para pengurus Lingkungan, Wilayah, Kelompok Kategorial, Komunitas, Lembaga, Pastor, Frater, Suster dan Pengurus DPP Santo Yoseph Palembang 2021-2024. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan foto bersama Pengurus DPP Santo Yoseph Palembang dan peserta rapat pleno.





