Santo Yusuf Memberi Teladan Ketaatan

March 20, 2024
Santo Yusuf Memberi Teladan Ketaatan

Setiap tanggal 19 Maret diperingati sebagai Hari Raya Santo Yusuf , Suami Santa Perawan Maria yang juga dipakai sebagai nama pelindung Paroki Santo Yoseph Palembang dan umat merayakannya dalam Perayaan Ekaristi, Selasa, 19 Maret 2024 pukul 17.30 Wib dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.

Dalam homilinya RD. Hyginus Gono Pratowo mengatakan “ Kita bersyukur atas segala kasih berkat Allah yang telah diteladankan dalam diri Santo Yoseph yakni ketaatan, kita semua diundang untuk menjadi pribadi-pribadi yang taat kepada Tuhan terlebih kita di bawah perlindungan Santo Yoseph.”  Selain itu keluarga-keluarga di Paroki Santo Yoseph diharapkan sungguh menjiwai semangat Santo Yoseph sebagai pribadi yang taat dan diam tetapi dia adalah pribadi yang bekerja, tidak mencari-cari popularitas atau pribadi yang tidak hanya karena penghargaan melakukan sesuatu, tetapi dia lakukan karena ketaatannya kepada Allah, karena imannya kepada Allah, karena keyakinannya bahwa di dalam Tuhan dia bisa melakukan semuanya. Maka dalam keluarga atau siapapun kita mari kita libatkan Tuhan dalam hidup kita supaya kita semua tentunya selalu dikuatkan dalam menghadapi segala tantangan kehidupan kita baik dalam keluarga, dalam masyarakat maupun di dalam kehidupan pekerjaan kita sehari-hari.

Santo Yusuf atau Santo Yoseph dipanggil sebagai pelindung karena berbagai alasan dia adalah pelindung Gereja universal, pelindung orang-orang yang sekarat, pelindung para ayah, tukang kayu dan keadilan sosial serta pelindung orang pekerja atau buruh.  Kalender Gereja mendedikasikan dua hari untuk Santo Yoseph, pada tanggal 1 Mei kita menghormatinya sebagai pelindung para pekerja/para buruh di seluruh dunia dan  tanggal 19 Maret kita menghormati Santo Yoseph mempelai Santa Perawan Maria/suami Maria.

Beliau memiliki misi penting, dalam rencana keselamatan Allah,  yaitu : memasukkan Yesus Kristus secara sah ke dalam garis keturunan Daud, yang menurut para nabi akan lahir Mesias dan bertindak sebagai ayah serta walinya. Saat-saat tergelap dalam hidupnya adalah saat ia pertama kali mengetahui tentang kehamilan Bunda Maria, namun justru di masa percobaan inilah Santo Yoseph menunjukkan dirinya yang hebat. Penderitaannya yang juga merupakan bagian dari karya penebusan bukannya tanpa pertolongan Allah, Santo Yoseph untuk selamanya akan menjadi saksi yang dapat dipercaya mengenai kelahiran Mesias dari seorang perawan, setelah itu tidak ada lagi yang dibicarakan tentang dia.

Dari semua aspek ada satu aspek dari Santo Yusuf yang paling menonjol yaitu : ketaatan pada kehendak Tuhan,  Dia mendapat mimpi apa yang harus dilakukan dan mentaatinya, meskipun dia mungkin tidak sepenuhnya memahami rencana Tuhan tetapi tetap melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Ketaatan memampukannya untuk terus berjalan, merawat Maria dan Yesus dalam kegelapan, kesulitan, juga memberikan harapan untuk bertahan dan bertahan dalam diam. Sering dicatat bahwa Santo Yusuf tidak pernah dikutip dalam Alkitab.

Santo Yoseph dipakai secara resmi  sebagai nama pelindung Paroki atas prakarsa dari Pastor Petrus Cornelius Maria Middledorp, SCJ yang diangkat sebagai Pastor Paroki pertama pada tahun 1967. Sebelum ditugaskan kembali ke Palembang, beliau  bertugas di Paroki  Santa Maria Lahat, maka supaya lengkap dipilihlah  Santo Yoseph sebagai pelindung paroki yang dipakai hingga saat ini.

Leave a Reply


1 + 1 =