Paroki Santo Yoseph Palembang kembali menerima 16 (enam belas) orang Katekumen tahap pertama bertepatan dengan Perayaan Minggu Pra Paskah ke 4 (Minggu Sukacita), Minggu 10 Maret 2024 pukul 06.30 yang dilantik oleh RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki.
RD. Hyginus Gono Pratowo melalui homilinya menyatakan bahwa “ Minggu Pra Paskah ke 4 merupakan Minggu Sukacita, saatnya orang kembali kepada Tuhan, saatnya orang menyadari bahwa kita butuh Allah, kita semua menuju kepada keselamatan tak ada manusia yang sempurna, yang ada adalah manusia yang rapuh, manusia yang terbatas tetapi kita mengupayakan kesempurnaan bersama dengan Tuhan.“ Allah tidak pernah meninggalkan kita, Dia akan membuka tangan kepada kita dan mengampuni dosa-dosa kita karena kita semua berharga di hadapan Allah.
Proficiat hari ini saudara-saudari kita dilantik menjadi Katekumen dalam Gereja Katolik dan sah dalam mengikuti pelajaran selama kurang lebih 1 tahun/10 bulan. Terima kasih kepada saudara-saudari niat baik anda sudah diungkapkan di hadapan kita semua, maka mari kita dukung mereka agar semakin mengenal Yesus Kristus sebagai penyelamat hidup mereka.
Upacara penerimaan/pelantikan Katekumen tahap pertama diawali dengan pemanggilan nama calon oleh Yohanes Suwarto, salah seorang pendamping Katekumen dewasa sekaligus memohon kepada Romo Gono berkenan untuk melantik menjadi Katekumen agar mereka mantap mengikuti Yesus Kristus dalam hidupnya sehari-hari.
RD. Hyginus Gono Pratowo menanyakan tujuan dan kesediaan calon Katekumen untuk menjadi anggota Gereja Katolik, setelah itu menyerahkan Alkitab kepada para Katekumen dan memperkenalkan kepada seluruh umat yang hadir.
Penerimaan Katekumen tahap pertama ini merupakan angkatan bulan Februari 2024 sebanyak 16 orang yang berasal dari wilayah Paroki Dekanat 1 Kota Palembang yaitu : Katedral Santa Maria, Santo Paulus Plaju, Sanfrades dan mayoritas dari Paroki Santo Yoseph Palembang. Para Katekumen akan belajar minimal 1 tahun/48 kali pertemuan tanpa ada yang terlewatkan. Materi yang diajarkan adalah menekankan dan memurnikan motivasi simpatisan supaya mereka lebih yakin lagi apa yang menjadi alasan mau menjadi Katolik (pemurnian motivasi ini dijalani selama 5 Minggu).
Setelah dilantik sebagai Katekumen selanjutnya dalam pertemuan ke 6 sampai pertemuan ke 46 mereka akan diberi/dibekali pengajaran Gereja Katolik seperti : tiga sumber iman Katolik (Kitab Suci, Magisterium Gereja dan Tradisi Suci), doa-doa pokok, devosional dalam Gereja Katolik, sejarah gereja lokal (Keuskupan Agung Palembang) dan praktek hidup menggereja.
Pertemuan ke 47 adalah rekoleksi (Katekumen kembali dimurnikan akan motivasinya, saat ini mereka ditanya mau lanjut atau cukup sampai disini, itu berarti memilih mundur, jika lanjut maka Katekumen akan menerima upacara tahap kedua yakni pelantikan calon Baptis).
Selanjutnya ada waktu satu Minggu persiapan batin untuk menerima inisiasi pertama dan kedua yakni Baptis dan Ekaristi. Setelah Baptisan masih ada satu masa yakni masa Mistagogi yakni masa pemantapan iman lewat bimbingan lanjutan agar Baptisan baru makin memahami makna sakramen-sakramen dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.
Secara umum alasan mereka menjadi Katekumen adalah untuk semakin dekat, makin mengenal Yesus lewat ajaran Gereja Katolik.
Paroki Santo Yoseph Palembang saat ini memiliki 6 orang pendamping Katekumen dewasa yaitu : Drs. Al Harmadi, MM, Vinan Ria Saragih, Sr. Christa, F.Ch, Sr. Susana, F.Ch, Heri Irnayanto dan Yohanes Suwarto.
Salah seorang pendamping Katekumen dewasa, Yohanes Suwarto menceritakan kegiatannya sebagai pendamping dan suka dukanya. Saya menjadi pendamping Katekumen dewasa sejak bergabung di Paroki Santo Yoseph Palembang tahun 1992 dan selama menjadi pendamping yang ada adalah suka cita, tak ada dukanya. Mengapa? Justru dengan mendampingi mereka iman dan hidup ke-Katolikan saya semakin diteguhkan. Saya dibaptis sejak bayi rasanya tidak memiliki tantangan berat seperti mereka. Untuk bisa menjadi Katekumen mereka harus bertaruh habis-habisan. Mengapa tidak? Mereka harus ada yang berani dan menerima risiko ditolak bahkan diusir oleh keluarganya, maka saya makin mencintai menjadi pendamping Katekumen.
Yohanes Suwarto juga mengharapkan setelah menerima Sakramen Inisiasi (Baptis, Ekaristi dan Krisma) mereka aktif dalam hidup menggereja seperti mengikuti kegiatan di Lingkungan, mengikuti kelompok kategorial, menjadi garam dan terang ditengah masyarakat, dimana mereka tinggal.





