Vigili Paskah adalah malam suci kebangkitan Tuhan, yang merupakan puncak perayaan Trihari Suci, pada malam ini Gereja berjaga (tirakatan) untuk menantikan kebangkitan Kristus dan merayakannya dalam ibadat suci. Malam ini Gereja juga mengajak kaum beriman untuk membaharui janji baptisnya. Dosa dan kelalaian yang membuat kita ingkar pada janji baptis disegarkan kembali dengan pembaruan janji baptis dan kita diajak untuk menjadi manusia baru sebagai anak-anak Allah.
Ribuan umat mengikuti Perayaan Malam Paskah di Gereja Santo Yoseph Palembang, Sabtu 30 Maret 2024 pukul 17.00 yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo dan pukul 21.00 Wib dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto. Perayaan Malam Paskah diawali dengan upacara cahaya oleh RD. Hyginus Gono Pratowo yang memberkati api dan menyalakan api baru lilin Paskah sebagai lambang cahaya Kristus yang telah bangkit mulia, menghalau kegelapan dari hati dan budi. Setelah itu dilakukan perarakan lilin Paskah hingga kedepan altar, kemudian lilin umat dinyalakan dengan api baru dan diiringi pujian Paskah.
Dalam homilinyaa Romo Gono mengajak semua anggota keluarga untuk hidup secara baru dan sungguh-sungguh menyadari bahwa keluarga adalah Ecclesia Domestica, gereja kecil dan sekolah kemanusiaan yang dikehendaki, didirikan dan diberkati oleh Allah sendiri. Marilah kita tetap bangga sebagai orang-orang Katolik, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur keluarga Kristiani. Kita tidak perlu minder, walau kita kawanan kecil di tengah-tengah masyarakat yang lain, yang mungkin mempunyai pemikiran yang berbeda tentang nilai-nilai keluarga, yaitu : kemanusiaan, toleransi dan persaudaraan sejati.
Paskah adalah kebangkitan Tuhan, Yesus bangkit mengalahkan kematian, penderitaan berta yang di alami Yesus tidak menjadikannya putus asa dan berhenti menunaikan tugas luhur menyelamatkan manusia. Mencermati semangat Yesus, kita mengerti bahwa putus asa dalam menghadapi kesulitan hidup bukanlah sikap Kristiani. Setiap zaman sesungguhnya mempunyai kesulitannya sendiri, kemanusiaan kita justru menjadi semakin tertempa tangguh,beradab melalui kesulitan dan tantangan yang kita hadapi. Kebangkitannya mengatasi keterbatasan kemanusiaan, Yesus menghidupi hidup yang baru dan memasuki kembali secara penuh kehidupan Allah
Tahun ini adalah Tahun Keluarga dan tema yang kita renungkan pada perayaan Paskah tahun ini, yaitu : Keluargaku Bangkit Bersama Kristus. Tidak seorang pun dari kita yang tidak berasal dari keluarga, maka setiap manusia mempunyai tanggung jawab untuk memelihara keluarganya sendiri, maupun keluarga sesamanya menjadi keluarga yang baik, keluarga adalah sel inti kehidupan masyarakat kita. Dalam segala kelemahan dan kerapuhan kita, tetaplah pertahankan keluarga kita untuk saling mengasihi, harmonis, dan sejahtera. Oleh karena itu, segala usaha yang baik, hendaklah kita teguh untuk mengupayakan agar keluarga kita menjadi keluarga yang bahagia, sejahtera, rukun dan damai.
Seperti para pendahulu kita, marilah kita mengusahakan transfer iman dan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan keberadaban kepada generasi muda dalam keluarga kita. Untuk itu, para orang tua mempunyai tanggung jawab mulia sebagai katekis pertama dalam hidup anak-anak. Jadikanlah anak-anak anda bangga mempunyai anda sebagai orang tua mereka, sebagai pengajar dan panutan dalam menghidupi iman, sebagai teladan dalam bertingkah laku jujur dan benar, sebagai contoh nyata dalam mengamalkan kasih dan toleransi, dalam hidup sehat dan bermartabat.
Keluarga adalah sekolah kemanusiaan, tempat menyemai benih-benih iman, nilai-nilai sosial, dan peradaban. Setiap orang akan merasa bahagia dan bersyukur karena merasa beruntung jika menjadi bagian dari keluarga yang bisa mengasihi tanpa pamrih, mengampuni tanpa merasa terhina, berbagi tanpa merasa rugi, mau berkorban dengan sukarela, tanpa mengharapkan balas jasa.
Bapa Suci, Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa tidak ada keluarga yang sempurna, karena setiap keluarga terdiri dari anggota-anggota yang tidak sempurna. Ketidak sempurnaan ini mengundang kita untuk hidup rendah hati dengan terus-menerus membaharui diri sambil menanggung belas kasih dan kesabaran, sukarela terhadap kelemahan orang lain. Sungguh, kita diciptakan oleh Allah untuk saling melengkapi, bukan untuk saling menghianati, saling memojokan dan saling menjelekkan, hanya dengan sikap dan tindakan kasihlah kita bisa menerima kekurangan orang lain dan melengkapinya sehingga menyembuhkan kekurangan-kekurangan itu.
Dalam konteks Paskah, mari kita mengajak semua anggota keluarga kita untuk hidup secara baru dan sungguh-sungguh menyadari bahwa keluarga adalah Ecclesia Domestica, gereja kecil dan sekolah kemanusiaan yang dikehendaki, didirikan dan diberkati oleh Allah sendiri. Marilah kita tetap bangga sebagai orang-orang Katolik dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur keluarga Kristiani. Kita tidak perlu minder, walau kitaa kawanan kecil di tengah-tengah masyarakat yang mungkin mempunyai pemeikiran berbeda tentang nilai-nilai keluarga, yaitu kemanusiaan, toleransi dan persaudaraan sejati.
Tetaplah teguh mengimani kehendak Allah, bahwa keluarga yang harmonis, yang menghidupi cinta kasih, tak kenal lelah akan melahirkan generasi muda yang beriman, beradab dan manusiawi, biasakanlah anak-anak agar sejak kecil ajaklah ke Gereja. Keluarga dipanggil untuk terus berjuang agar anak-anak kita tetap memiliki iman, ajaklah mereka terus mengenal Tuhan dan untuk ambil bagian dalam kehidupan menggereja. Tetaplah berjuang demi masa depan anak-anak dan demi generasi muda yang beriman. Semoga arah dasar tahun keluarga yang kita jalankan tahun ini membawa keluarga kita ke dalam kesegaran menghidupi iman Kristiani.
Rangkaian Perayaan Malam Paskah dilanjutkan pemberkatan air baptis oleh Romo Gono dengan mencelupkan lilin Paskah ke dalam bejana, kemudian umat diajak untuk memperbaharui janji baptis, setelah itu sambil memegang lilin umat diperciki air baptis sebagai kenangan akan pembaptisan untuk memperbaharui dan tetap setia kepada Roh Kudus yang telah diterima.






