Umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti Perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dalam Perayaan Ekaristi, Kamis 29 Mei 2025 pukul 06.30, pukul 09.00 dan 17.30 Wib. Perayaan pada pukul 09.00 Wib dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono didampingi oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.
Pada kata pengantarnya Romo Gono mengatakan Perayaan Hari Kenaikan Tuhan pertama-tama mau mengungkapkan iman Gereja akan Tuhan Yesus Kristus yang dimuliakan. Ungkapan naik ke surga menunjuk bahwa Yesus yang wafat dan bangkit kini dimuliakan ke tempat Allah sendiri, maka Ia duduk di sisi kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa dan kepadanya diberikan kuasa Allah sendiri atas surga dan bumi.
Kenaikan Yesus ke surga bukanlah sebuah perpisahan dengan kita umatnya sebab Ia tetap hadir di tengah-tengah kita namun dalam bentuk yang berbeda dari saat ketika ia masih hidup dan berkarya di Palestina sebelum wafatnya. Yesus Kristus kini hadir di tengah-tengah kita dalam macam ragam cara dan bentuk, nmun hanya dalam Ekaristi kehadiran Tuhan Yesus Kristus itu menjadi paling istimewa dan mencapai puncaknya. Sekarang menjadi tugas Gereja untuk bersaksi mengenai Kristus ini kepada dunia akan tetapi Kristus tetap menyertai seluruh hidup dan perutusan Gereja melalui kekuatan roh kudus yang akan dicurahkan pada Hari Raya Pentekosta.
Sementara itu dalam homilinya Mgr. Harun Yuwono menyampaikan, Yesus naik ke surga, hidup sepenuhnya hadir dalam kehidupan Allah dan karena itulah para murid bersukacita, wahyu ini yang dihayati dengan penuh sukacita dengan penuh kegembiraan oleh para murid walaupun kalau ketika Yesus naik ke surga mereka kemudian mendapatkan perutusan, harus pergi ke seluruh dunia untuk mewartakan sukacita ini. Mereka dengan penuh kegembiraan menghayati kemuridan sebab janji akan terpenuhi yang akan datang . Yesus yang sulung dan kita semua akan bersama dengan Dia sebab Dia adalah kepala, tubuh dan kita tubuh mistiknya, kepala tak pernah akan terpisah dari tubuhnya dan tubuh juga tak akan pernah terpisah dari kepalanya, Yesus menjadikan kita bagian tak terpisahkan dari diriNya dan karena itu setiap orang akan mewarisi kehidupan yang dimiliki oleh Yesus, kehidupan yang sepenuhnya hadir dalam kehidupan Allah.
Kekristenan merupakan sukacita dan harus dihidupi dalam kebahagiaan karena Kristus jaminannya, Dia telah hidup sepenuhnya dihadirat Allah dan mengajak kita tubuhnya menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupNya. Kita pun akan hadir, hidup sepenuhnya, jiwa dan raga kita bersama dengan Allah dalam kehidupan yang abadi. Kenaikan Tuhan ke surga dengan demikian adalah perayaan iman yang sangat mendalam dan harus menjadi ketetapan hati kita untuk memegang Tuhan, memilikinya dalam hidup kita dan menghayatinya dalam keseharian, penuh gelora, semangat. Seperti para rasul yang tak pernah menghayati dukacita dalam iman akan Tuhan yang hidup walaupun harus mendapatkan perutusan, menyebarkan ini ke seluruh dunia.
Menyebarkan sukacita dalam hidup kita berarti hidup benar, adil, jujur seperti Allah sendiri yang sepenuh jiwa raganya berani hidup, mengorbankan diri untuk keselamatan kita, bukan hidup yang egois yang hanya untuk dirinya sendiri. Allah melalui putranya mengungkapkan kasihnya sepenuh jiwa raganya dan karena itu Yesus rela melaksanakan kehendak Allah walaupun harus mati di salib, buahnya kebangkitan. Kenaikan ke surga buahnya lebih dalam adalah kehidupan di hadirat Allah dalam kesempurnaan Allah, hidup abadi, menyertakan semua orang yang percaya kepadanya.




