Masa kepengurusan Lingkungan Santo Petrus periode 2022-2025 berakhir, maka terpilihlah para Pengurus baru periode 2025-2028 dengan Ketua Bernardus Kristianto. Mereka dilantik dalam Perayaan Ekaristi, Senin 16 Juni 2025 pukul 19.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan di rumah Keluarga Hendrikus Eko Budianto.
Lewat homilinya Romo Surawan mengatakan para Pengurus Lingkungan kadang-kadang anda akan dipuji dengan kerja anda tapi kadang-kadang anda nanti akan dicemooh seperti yang dialami oleh Paulus. Ada saatnya Paulus itu dipuji dengan perjuangannya bahkan dalam penderitaannya, tetapi Paulus dengan keteguhan tetap melayani Tuhan dan inilah yang diharapkan nanti terjadi pada Pengurus Lingkungan, memiliki keteguhan hati sebagai seorang pelayan dan ini tidak mudah. Entah pada saat anda dipuji atau dikritik, saat anda merasa senang atau pada saat anda merasa tidak senang, entah pada saat Anda merasa begitu berat, atau pada saat Anda begitu mudah menjalankan tugas ini, tetaplah memiliki hati sebagai seorang pelayan.
Paulus memberikan contoh yang luar biasa, apa yang harus kita lakukan supaya menjadi seorang pelayan dalam situasi apapun tidak tergoyahkan. Yesus memberikan ajaran yang menurut kita menjadi ajaran yang seringkali dipertanyakan atau ditertawakan. Kalau kamu ditampar pipimu sebelah kanan, berikanlah pipi kirimu. Kalau bisa, malah balas sebelah kanan juga. Kalau kamu diminta untuk berjalan satu mil menemani sebuah perjalanan, ikutlah berjalan bersama dia sejauh dua mil.
Berikanlah kepedulian kepada sesama, seperti yang dilakukan oleh Paulus. Tidak akan membalas sesuatu yang mendatangkan rasa derita dalam hidup kita dengan kejahatan, tetapi membalasnya dengan kebaikan dan ini menjadi tugas yang berat. Maka sekali lagi bagi para Pengurus Lingkungan Santo Petrus ini tolong diberi hati yang besar. Maka sekali lagi Gereja merasa bersyukur dan berterima kasih, anda bersedia dan rela untuk membantu pelayanan Gereja
Menjadi tata laksana apakah mudah ? Hanya berdiri lalu mencarikan tempat duduk, tapi kadang-kadang ada umat yang sudah minta dicarikan tempat duduk, lalu dicarikan malah lari. Bahkan yang paling sederhana pun kalau mau kita laksanakan, kadang kita masih merasa tersakiti dan kurang dihargai. Jadi, semoga anda tidak merasa terbebani dengan tugas ini, tetapi sebaliknya menjadi persembahan bagi anda untuk memberikan apa yang bisa anda berikan kepada Tuhan, tetapi juga menjadi pembinaan iman, bagi hidup di tengah keluarga anda dan juga di tengah umat Lingkungan Santo Petrus ini.
Upacara pelantikan Pengurus Lingkungan Santo Petrus periode 2025-2028 diawali dengan pembacaan Sk Pengangkatan oleh Andreas Daris Awalistyo, Sekretaris 1 DPP Santo Yoseph Palembang dan para Pengurus yang akan dilantik maju kedepan altar. Kemudian Romo Surawan menanyakan kesediaan para pengurus untuk dilantik, setelah itu mereka mengucapkan janjinya. Selanjutnya Romo Surawan memberkati para pengurus baru dan memerciki dengan air suci.
Pada kesempatan ini Pengurus lama, Paulinus Iskendiarso Adji secara simbolis menyerahkan berkas kepada Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Billy Jaya dan selanjutnya menyerahkan berkas kepada Pengurus terpilih, Bernardus Kristianto. Dilanjutkan penandatanganan berita acara acara pelantikan oleh, Sukarnoto mewakili Koordinator Lingkungan, Billy Jaya (Ketua DPP) dan Bernardus Kristianto, Ketua Lingkungan yang baru.
Dalam sambutannya Bernardus Kristianto, Ketua Lingkungan Santo Petrus yang baru menyampaikan, sebenarnya saya dalam pemilihan bukan suara terbanyak tapi karena kita “rembukan”, saya merelakan diri untuk menjadi Ketua pengurus karena pinta Tuhan Yesus, kita datang menjadi pengurus, bukan untuk dilayani tapi untuk melayani dan semoga pelayanan saya di lingkungan Santo Petrus ini mendapat dukungan dari warga, mendapat support dan kalau ada masukan kita dapat melayani umat dengan baik.
Sementara itu Albertus Samingin, salah satu sesepuh Lingkungan Santo Petrus mengucapkan profesiat pada Pengurus baru juga terima kasih pada Pengurus lama yang telah menjalankan tugas, suatu tugas krusial waktu Covid 19 sudah mulai dan ternyata diperpanjang sampai tahun ini. Pengurus Lingkungan adalah kolektif kolegial, jadi janganlah merasa saya paling kuasa tapi ini kolegial, apa yang diputuskan adalah diputuskan bersama-sama, saya kira juga Pengurus Dewan Paroki juga kolektif kolegial, semua keputusan adalah keputusan bersama jadi kalau sudah diputuskan senang, tidak senang suka, tidak suka itu juga harus dijalankan dengan baik.
Saya juga pernah menjadi Pengurus Dewan Paroki dan Pengurus Lingkungan, kadang-kadang juga merasa kok saya dibebani pekerjaan seperti ini tetapi dengan bimbingan Tuhan kalau kita serahkan pada Tuhan, biarlah Tuhan membimbing kita. Kadang-kadang yang tidak bisa kami kerjakan ternyata setelah dibimbing Tuhan semua berjalan dengan baik. Kalau kita menyediakan diri untuk kepentingan orang lain maka pengalaman hidup ini selalu akan dibimbing oleh Tuhan, bagaimanapun juga kesulitan-kesulitan yang dialami akan dibimbing oleh Tuhan. Kita serahkan kebimbangan kita pada Tuhan, biarlah Tuhan mengatur kita, itulah pengalaman saya. Mari kita dukung sehingga kepengurusan ini bisa sukses menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Wakil Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Ambrosius Maria Suprihanto menyatakan tadi sudah banyak disampaikan spirit tentang pelayanan yang dalam kotbah Romo bagus sekali, juga tentang nasihat-nasihat tadi kita patut berterima kasih atas nasihatnya yang juga sangat baik. Dalam kesempatan ini saya ingin memantapkan tentang posisi atau katakanlah dalam struktur kita di Gereja, Ketua Lingkungan sebenarnya adalah jabatan atau posisi yang sangat strategis, karena di tengah-tengah umat di Lingkungan sewajarnya Ketua Lingkungan harus tahu semua data umatnya, karena beberapa program itu kalau tidak didukung oleh Ketua Lingkungan tentu kami juga dari DPP, Gereja dan Paroki juga kesulitan, contohnya : ada perayaan untuk Lansia, untuk bantuan sosial yang paling tahu kondisi umat di Lingkungan adalah Ketua Lingkungan. Maka kita semua mendukung kepengurusan baru ini, semoga dapat bekerjasama dengan umat.
Jangan merasa sendiri dan semua jangan dikerjakan sendiri tapi bersama-sama bagaimana mengelola Lingkungan ini, semakin berkumpul semakin bertumbuh terutama dalam kehidupan iman dan juga dalam perputusan di tengah-tengah masyarakat. Terima kasih profisiat kepengurus ini baru semua komplit, juga terima kasih untuk kepengurusan yang lama atas kontribusinya dan diharapkan masih tetap bekerjasama serta saling mendukung, meskipun tadi disampaikan cuma muter saja, tidak apa-apa karena beberapa Lingkungan juga mungkin kesulitan mencari Pengurus, tapi minimal sudah ada yang bersedia, tetap bisa berjalan. Diharapkan bisa memelihara iman dan tumbuh bersama generasi muda sekarang anak-anak banyak sekali, ini juga menjadi perhatian supaya ke depan menjadi generasi pengganti kita yang lebih baik.
Susunan Pengurus Lingkungan Santo Petrus Periode 2025-2028, Pelindung : Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, Penanggung Jawab : DPH Paroki Santo Yoseph Palembang, Penasehat : Albertus Samingin, Leonardus & TC. Sukadi
Ketua : Bernardus Kristianto, Wakil Ketua : Cornelius Pupung Widyatmoko
Sekretaris : Paulinus Iskendiarso Adji, Bendahara : Regeria Andarwindiataji & Maria Immaculata Windarti
Seksi-Seksi :
Seksi Koor : Bibiana Dewisanti Ziadi, Valentina Meilany Puji Lestari & Brigita Eji Wiriyani
Seksi Tatalaksana : Fransiskus Ajinegoro Jie, Seksi Peribadatan : FX. Suwajib & Yohanes Mujimin, Seksi Katekese : Ignasius Iwan Waning
Seksi Sosial & Kematian : Maria Tjoing Nguk Djin, Maria Toha, Micheline Maria Englia Jasim, Theresia Christiana, Giovannie Ratna Rosdiana Silitonga & Uli Silitonga







