Setelah mengikuti persiapan mulai bulan Februari 2025, maka 94 anak-anak menerima Komuni Pertama (Sakramen Ekaristi Suci) bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu 22 Juni 2025 pukul 08.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen Keuskupan Agung Palembang didampingi RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki.
Dalam homilinya Romo Kris mengatakan sekurang-kurangnya tiga bulan ini anak-anak sudah disiapkan untuk menerima komuni suci, tetapi yang paling utama dan penting menurut saya adalah mereka mengimani, memahami dan menghayati apa yang akan mereka terima. Tentu kita semua pada perayaan ini diingatkan akan sebuah sakramen yang disebut sebagai sakramen Ekaristi, sakramen puncak. Selain merayakan iman bersama dengan jemaat Allah yang lain, saya memusatkan hati dan pikiran saya pada sebuah peristiwa di altar, maka di dalam Gereja ini, pusat Ekaristi bukan di mimbar, bukan di tabernakel tetapi ada di Altar, maka hati dan pikiran kita diarahkan ke Altar.
Yang terjadi di Altar adalah sebuah peristiwa yang sangat penting dan sangat bermakna, tentu harus dilihat dari kacamata iman kita. Peristiwa di mana Imam yang ditahbiskan secara khusus dan karena rahmat tahbisan memimpin sebuah perayaan Ekaristi dan mengungkapkan kata-kata pendirian, di dalamnya ada kata-kata Yesus sendiri yang diulangi, mungkin sangat familiar dengan istilah konsekrasi. Peristiwa konsekrasi merupakan peristiwa yang sangat penting, yang pantas untuk kita hayati semua, umat yang hadir diarahkan untuk ke altar. Karena memang sedang terjadi peristiwa besar yang sangat sakral, kita sebut dengan transubstansi, perubahan substansi dari roti biasa, dari hosti kecil, menjadi tubuh Kristus dan anggur menjadi darah Kristus.
Ini peristiwa yang sangat luar biasa, sangat penting dalam iman kita, maka Imam mengulangi kata-kata Yesus sendiri, inilah tubuhku, inilah darahku. Hanya bisa dipahami, hanya bisa dihayati dengan iman kita, iman kita harus berani mengatakan bahwa ini adalah tubuh kristus, ini adalah darah kristus. Sekali lagi saya mengajak, puncak dari perayaan Ekaristi itu ada di altar, seluruh proses dari awal sampai akhir, puncaknya ada di situ. Dari awal kita mempersiapkan dengan seruan tobat dengan firman Tuhan lalu ada syahadat para rasul, arahnya ke sana. Setelah ada peristiwa puncak ini, kita bersiap untuk menerima tubuh Kristus sendiri. Mudah-mudahan kita sungguh-sungguh menghayati, dan motivasi itulah yang menggerakkan dan mendorong kita untuk menerima tubuh kristus, santapan rohani.
Ketika kita menerima komuni, menerima hosti suci, yang sudah dikonsekrir, maka pikiran kita, hati dan iman kita mengarah bahwa kita menerima tubuh kristus. Karena yang diterima bukan roti biasa, tetapi tubuh kristus. Cara menikmatinya dengan penuh iman dan dihayati, bahwa ini adalah tubuh Kristus, santapan rohani kalau sudah kita terima, harusnya sungguh mewarnai diri kita, hati dan batin kita serta memberi daya yang mengubah, menggerakkan dan menyembuhkan. Harusnya setelah menerima tubuh kristus, sudah disegarkan secara rohani, ada daya yang mengubah dan buahnya adalah damai, pengampunan sertasukacita. Kalau dia tidak punya daya yang mengubah, maka kita menjadikan ekaristi itu hanya sekedar formalitas belaka, lepas dari penghayatan.
Setelah menerima komuni, kita pergi ke tempat berdoa dengan khusuk, bersyukur dan berterima kasih atas santapan rohani yang sangat luar biasa ini, lalu memberikan daya yang mengubah kita. Keluar dari pintu gereja ada suasana yang sukacita, suasana penuh damai. Maka perayaan Ekaristi dimana di dalamnya, ada tubuh dan darah Kristus yang ingin kita terima, menggerakkan kita, mencintai Ekaristi, menggerakkan dan mendorong kita untuk rindu menerima tubuh Kristus. Dengan dorongan kelaparan rohani, bukan hanya sekedar kebiasaan hari Minggu, bukan hanya sekedar rutinitas, tapi benar saya rindu, saya mempunyai kelaparan rohani yang menggerakkan dan mendorong saya untuk menerima.
Perayaan hari ini, mengajak kita sungguh kembali kepada prinsip dasar iman Kristiani kita, bahwa Allah mengasihi kita dengan sungguh, Allah mengasihi kita dengan totalitas, menyerahkan putranya sendiri, dengan kasih yang begitu besar, dia menyerahkan putranya untuk keselamatan kita, inilah dasar iman Kristiani kita. Kita punya kewajiban, mendampingi anak-anak, menemani mereka, mencintai Ekaristi berarti mencintai gerejanya, saya kira ada begitu banyak wadah, yang ada di paroki ini, untuk tetap menghimpun anak-anak ini, merawat iman mereka, membantu mereka menghayati panggilan Kristiani mereka. Dengan begitu banyak cara, jangan sampai, peristiwa ini, hanya sekedar sebuah peristiwa, euforia, tapi yang paling penting menurut saya adalah, bagaimana anak-anak ini dibantu, menghayati, dan mencintai Ekaristi, sehingga pada saat-saat ke depan, Ekaristi menjadi kerinduan hati mereka.
Semoga upaya dari para pendamping yang sudah lama menemani mereka, tiga bulan mempersiapkan mereka, tidak sia-sia, tentu dengan kerjasama para orang tua. Profisiat pada semua anak-anak yang hari ini akan menerima komuni pertama, siapkan hati dan budi kalian, tumbuhkan iman kalian, dan sadari bahwa kalian dipanggil oleh Allah sendiri, untuk menikmati karunia yang sangat istimewa pada hari ini, dan jadikan momentum penting ini yang harus dilanjutkan ke depan.
Seusai penerimaan Komuni Pertama anak-anak mengikuti Perayaan Syukur di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang yang dihadiri oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen Keuskupan Agung Palembang dan RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki. Acara diisi dengan hiburan, ramah tamah bersama serta pemberian cinderamata bagi para pengajar Komuni Pertama dan Romo Gono.
Angkasa selaku Ketua Panitia, menginformasikan awalnya yang mengikuti Komuni Pertama sebanyak 96 anak tetapi karena berhalangan jadi yang ikut hanya 94 anak, kita bangga terhadap anak-anak karena sudah mendapatkan lagi anak Tuhan Yesus. Atas nama Panitia mengucapkan selamat kepada anak-anak yang telah menerima Komuni Tubuh dan darah Kristus untuk pertama kalinya, semoga pengalamannya tentang rohani ini semakin menumbuhkan cinta dan kesetiaan mereka kepada Tuhan Yesus. Mari kita mendampingi anak-anak kita agar mereka bertambah dan bertumbuh menjadi pribadi Katolik yang setia, aktif dalam kehidupan menggereja dan mencerminkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-harinya.
Pada sambutannya Wakil Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Ambrosius Anto Suprihantoi mengatakan anak-anak yang pada hari ini telah menerima Sakramen Mahakudus untuk yang pertama kali patut kita semua bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena pada kesempatan hari ini, kita mengalami momen yang sangat meriah dan sangat membahagiakan serta penuh sukacita, di hari Minggu Tubuh dan Darah Kristus, anak-anak kita juga menerima untuk pertama kalinya Tubuh dan Darah Kristus itu sendiri. Tadi dalam homili sudah disampaikan oleh Romo Kris bahwa ini menjadi pusat dari kehidupan kita anak-anak, semoga ke depan sebagai pokok hidup sebagai orang Katolik. Nutrisi utama bagi orang Katolik adalah Tubuh dan Darah Kristus itu sendiri, maka semoga ke depan juga anak-anak kita semakin mencintai Ekaristi, semakin mencintai Tubuh dan Darah Kristus itu sendiri, menjadi makanan bagi hidup dan jiwanya.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para Suster, Frater, Bapak, Ibu pembimbing yang telah mempersiapkan anak-anak kita ini untuk dapat mengalami peristiwa yang sangat penuh rahmat. Juga terima kasih kepada Bidang Pewartaan dan Seksi Komuni Pertama, semoga yang dilakukan, dipersembahkan dalam hidup kita terutama kehidupan menggereja diberkati dan berkenan kepada Tuhan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua, karena ini menjadi salah satu ujud komitmen keluarga-keluarga Katolik, dimana dalam pertumbuhan hidup rohani keluarga, ini menjadi salah satu momen yang penting. Kita sebagai orang tua ingin mempersembahkan, menyerahkan anak-anak kita ke dalam penyelengaraan Tuhan.
Tadi juga sempat disinggung dalam homili ini menjadi salah satu tahapan yang sangat penting dalam pertumbuhan hidup anak-anak kita, jadi kalau orang tua mendukung, menyertai dan dengan sepenuh hati mempersiapkan juga segala sesuatu yang dibutuhkan, maka ini menjadi suatu komitmen, suatu perwujudan komitmen bagi keluarga kita, keluarga Katolik. Semoga semuanya akan menjadi berkat berlimpah di dalam keluarga kita masing-masing dan pada akhirnya kita berharap juga bahwa Gereja di tempat ini akan semakin tumbuh dan berkembang, menjadi semakin baik dan menjadi berkat bagi lebih banyak orang lagi. Profisiat buat anak-anak yang sudah menerima Tuhan dan Darah Kristus, semoga akan berlanjut menjadi berkat untuk hidup kita.
Sementara itu Romo Gono mengharapkan agar anak-anak menjadi anak yang semakin baik, semakin beriman dan semakin aktif dalam kehidupan menggereja.







