Umat Santo Yoseph Palembang Ziarah Porta Sancta dan Berbagi Kasih

July 30, 2025
Umat Santo Yoseph Palembang Ziarah Porta Sancta dan Berbagi Kasih

Ratusan umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti acara Ziarah Porta Sancta (Pintu Suci) Via Crucis, Sukamoro dan bakti sosial dalam rangka tahun Yubelium 2025 yang diadakan oleh Seksi Persekutuan Doa dan Devosi, Bidang Persekutuan DPP Santo Yoseph Palembang, Sabtu 26 Juli 2025 mulai pukul 07.30 sampai 11.30 Wib. Umat Paroki Santo Yoseph Palembang berkumpul di halaman Gereja mula pukul 05.30 Wib untuk bersama-sama berangkat menggunakan 4 bus menuju ke Via Crucis, Sukamoro, sementara itu ada sebagian umat yang berangkat dengan menggunakan kendaraan pribadi. Setibanya di Via Crucis umat mengikuti ibadat Jalan Salibyang dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto, dilanjutkan doa Rosario dan Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo didampingi oleh RD. Dionisius Anton Liberto, RD. Laurentius Rakidi dan RD. Yohanes Agung Apriyanto pukul 09.30 Wib.

Melalui homilinya Romo Gono mengingatkan kita, pentingnya  memiliki mata  untuk melihat kebaikan. Pentingnya untuk mempunyai telinga untuk mendengarkan kebaikan dan penting juga kita menggunakan hati untuk senantiasa berbicara dengan Tuhan. Kewajiban seorang yang beriman selain dia tunduk dan turut dalam peraturan-peraturan Gereja.  Orang beriman juga tidak hanya tunduk pada aturan tetapi bagaimana hidupnya dipenuhi dengan belas kasih, maka tahun Yubelium, pada tahun ini atau sering kita sebut tahun Kerahiman, kita  diundang pertama-tama adalah untuk sungguh menyadari bahwa Allah kita adalah Allah yang maha murah, Allah yang penuh dengan kerahiman, Allah yang penuh dengan pengampunan dan belas kasih.

Maka orang Katolik, wajib untuk mengikuti aturan Tuhan, aturan Gereja, bagaimana kita  tunduk, setia kepada Allah, Sang Pencipta, menyadari sungguh bahwa kita adalah manusia yang berdosa, manusia yang lemah, manusia yang membutuhkan belas kasih.  Dalam peziaraha Porta Sancta  hari ini  kita diingatkan bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna , manusia yang memiliki keterbatasan, manusia yang memiliki dosa, maka dosa yang ada dalam diri kita tidak cukup dibersihkan melalui doa-doa pribadi, devosi yang anda jalankan, olah kesalahan yang anda jalankan tetapi penting dalam Perayaan Ekaristi kita pun harus menerima yang namanya Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen Tobat. Sakramen Tobat menjadikan diri kita bersatu kembali dengan Tuhan dan memberikan pengampunan yang penuh kepada kita, maka pada momen yang istimewa ini, saudara-saudari yang sudah menerima Sakramen Rekonsiliasi, Sakramen Tobat akan mengalami yang namanya Pengampunan Indulgensi atau Pengampunan dari dosa-dosa yang sudah kita buat selama hidup kita. 

Bersyukurlah kepada Allah, karena Allah adalah yang berbelas kasih,  Allah yang Maha Rahim, Allah yang mengerti apa yang menjadi kebutuhan manusia, kebutuhan kita. Maka rayakanlah Sakramen Ekaristi dan jangan tinggalkan Sakramen Tobat.  Banyak orang Katolik yang rajin merayakan Ekaristi, Rosario, Ziarah tetapi belum tentu dia rajin merayakan Sakramen Tobat atau Rekonsiliasi. Padahal diwajibkan dalam Gereja itu minimal sekurang-kurangnya  dua kali dalam setahun, yaitu : Natal dan Paskah, kalau ada yang setiap bulan , puji Tuhan, setiap hari pun kalau mau mengaku dosa, silahkan atau seminggu sekali atau sebulan sekali.  Allah kita itu adalah Allah yang penuh dengan belas kasih, maka terimalah pengampunan dari Allah itu setiap hari dalam Perayaan Ekaristi dan juga dalam Sakramen-Sakramen yang lain.

Kita hidup dalam keadilan dan belas kasih, maka orang Katolik tidak cukup merayakan imannya hanya dalam ritus-ritus saja, tetapi kita diajak untuk memiliki hati yang penuh dengan penuh belas kasih. Maka hati yang penuh belas kasih itu diwujud nyatakan dalam tindakan kasih kita kepada sesama yang berkekurangan. Saya sangat senang ketika kita mengadakan Ziarah Porta Sancta di tempat ini, kita juga ingin menyapa Oma-Opa kita  dan berbagi kasih, mengumpulkan sembako, mengumpulkan barang-barang yang akan digunakan oleh Oma-Opa kita dan itulah wujud dari  Iman yang hidup.  Iman yang hidup itu harus ditunjukkan dalam perbuatan-perbuatan yang nyata, karena iman kita tidak cukup hanya dibatin saja tetapi diwujudkan dalam tindakan yang nyata, maka orang yang beriman harus memiliki hati yang berbelas kasih.

Orang yang sudah mengalami pengampunan dalam hidupnya, ada itikad baik, hidup yang berubah atau mau diperbaharui. Orang yang beritikad baik adalah orang yang bijaksana, seperti Yohakim dan Anna yang kita  peringati pada hari ini. Mereka adalah sosok pribadi yang bijaksana, mengajarkan iman kepada putrinya yakni Bunda Maria.  Kita tahu Bunda Maria adalah sosok teladan iman bagi kita semua,  Bunda Maria yang memiliki iman yang kuat, iman yang tangguh dan teguh, maka Bunda Maria bertumbuh dalam iman karena dibina oleh bapak ibunya dengan sangat luar biasa. 

Sebagai keluarga Kristiani yang baik kita pun juga dipanggil untuk memiliki itikad yang baik dalam kehidupan kita sebagai orang tua yang bijaksana, sabar, teguh dalam iman, adil dan saling mengampuni.  Tidak ada keluarga yang sempurna namun kita dipanggil untuk menjadi sempurna, maka dalam keterbatasan dan kekurangan anda masing-masing, dalam keluarga  itu selalu dihayati dan diperjuangkan.  Untuk memiliki itikad yang baik dalam hidup, kita mendengarkan sesuatu yang baik, melihat sesuatu yang baik dan juga membatinkan dalam hati kita dengan sesuatu yang baik. Kita semua dipanggil  bagaimana menjadi pribadi yang bijaksana, seperti Yoakim dan Santa Anna, mari kita belajar dari hal-hal yang kecil, setia pada iman kita, melakukan tindakan-tindakan belas kasih dan juga mari kita hidup dalam terang iman kita.  Berbahagialah mata yang bisa melihat dan berbahagialah karena anda memiliki telinga yang bisa mendengar.

Dalam sambutannya Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Billy Jaya, mengatakan, kita mengharapkan rahmat yang luar biasa dengan mengikuti Ziarah Porta Santa, ini dilakukan kalau tidak panjang 20 tahun paling cepat 10 tahun, jadi bersyukurlah, hari ini, tahun ini, kita bisa merayakan Ziarah Pintu Suci. Terima kasih kepada para donatur dan Panitia yang luar biasa, karena persiapannya juga tidah panjang dan kegiatannya cukup padat  ada Jalan Salib, Rosario dan Perayaan Ekaristi.

Terima kasih juga kepada umat atas responnya yang hadir disini sekitar, kurang lebih Tiga ratusan, memang umat kita ada enam ribu, mudah-mudahan ada gelombang yang kedua karena tahun ini masih panjang. Kita masih bisa lakukan sekali lag untuk memberi kesempatan kepada para umat Paroki Santa Yoseph Palembang yang belum mengikuti. Yakin dan bersyukurlah kita bisa mengikuti ziarah pintu suci ini.Pintu suci ini dibuka dua puluh lima tahun sekali dan kemarin dipercepat karena masa luar biasa merayakan pintu suci, jadi nanti doakan saja ada yang kedua untuk bisa mengajak yang lainnya. Dua puluh lima tahun sekali kita merayakan pintu suci ini, semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Kemudian Direktur Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo, RD. Laurentius Rakidi menyampaikan rasa  senang karena dikunjungi oleh Bapak-Ibu saudara-saudara sekalian dalam kegiatan Ziarah Porta Sancta dan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan rahmat dari Tuhan, khususnya rahmat pengampunan, belas kasih di tahun Yubelium ini.  Memang dari segi jumlah belum begitu banyak dibanding seluruh umat di Paroki Santo Yoseph Palembang dan masih dimungkinkan untuk ziarah selanjutnya. Tapi selain itu, kalau saya perhatikan umat dari Paroki Santo Yoseph Palembang entah itu secara Wilayah atau Lingkungan juga sudah banyak yang hadir ke tempat ini untuk mengadakan Ziarah Porta Sancta. Mudah-mudahan tahun Yubelium sungguh menjadi tahun yang penuh belas kasih untuk kita semua dan yang lebih penting sungguh-sungguh menumbuhkan semangat pertobatan.

Belas kasih tidak lepas dari pertobata kalau kita sungguh mau mendapatkan belas kasih dari Tuhan, maka kita juga harus membangun sikap toba terus menerus. Hari ini harus lebih baik dari hari yang kemarin, itulah prinsip pertobatan yang harus kita bangun dalam hidup kita, mengingat bahwa kita ini memang orang yang rapuh, orang yang lemah, orang yang serba terbatas, orang yang sering jatuh ke dalam dosa dan yang sangat membutuhkan pengampunan dari Tuhan. 

Saya dengar setelah mengadakan Ziarah Porta Sancta ini akan mengadakan bakti sosial  ke Panti Jompo Sumarah yang ada di komplek Via Crucis ini. Panti Jompo ini memang dikelola oleh Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo yang merupakan milik Keuskupan Agung Palembang dan juga menjadi karya kita semua. Terima kasih  atas kunjungannya ke Panti Jompo Sumarah dan  bantuan yang diberikan, mudah-mudahan Panti ini juga semakin hari menjadi semakin berkembang. Sekarang sedang proses untuk rehab bangunan, sedangkan untuk atap dan juga yang lainnya memang membutuhkan dana,  kita akan berusaha untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada para lansia yang membutuhkan pertolongan dari kita semua. Khususnya pada acara Ziarah Porta Sancta sebagai perwujudan kasih kepada sesama. 

Semoga peristiwa dan juga perayaan hari ini  menjadi perayaan yang penuh berkat untuk kita semua dan kami tentu juga mohon maaf kalau mungkin dalam penerimaan dalam pelayanan kami di tempat ini ada -kekurangannya, semoga Bapak Ibu, berkenan untuk memaklumi. Silahkan menikmati situasi di tempat ini dan menggunakan kesempatan ini untuk mencari ketenangan, kedamaian bersama dengan Tuhan. Saya harap juga bukan hanya sekali ini Bapak, Ibu saudara-saudari datang ke tempat ini karena  tempat ini disediakan untuk kita terus menerus dan juga dibuka 24 jam.  Maka kalau Bapak, Ibu saudara-saudari sewaktu-waktu ingin ke tempat ini silahkan untuk berdoa, untuk bertemu dengan Tuhan karena tempat ini disediakan untuk kita semua.

Rangkaian kegiatan Ziarah Porta Sancta diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis untuk Panti Jompo Sumarah dari umat Paroki Santo Yoseph Palembang oleh RD. Hyginus Gono Pratowo yang diterima oleh RD. Laurentius Rakidi dan perwakilan penghuni Panti Jompo. Sumbangan yang diberikan berupa : detergen, pembersih lantai, pewangi, sabun pencuci piring, beras, minyak goreng, gula, indomie, snack ringan, teh, pampers,  pakaian, selimut dan lain-lain.

Leave a Reply


8 + 1 =