Ada enam pasang pasangan suami istri (pasutri) Paroki Santo Yoseph Palembang yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Agustus dan memperbaharui janji perkawinannya dalam Perayaan Ekaristi, Minggu 31 Agustus 2025 pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan.
Pada homilinya Romo Surawan mengingatkan tanpa disadari, terkadang kita menjadi orang yang begitu mudah pada saat kita harus membicarakan pekerjaan, keberhasilan, kesuksesan dan pekerjaan-pekerjaan baik yang mungkin telah kita lakukan. Tidak sepenuhnya salah bahwa kita berbicara tentang apa yang kita kerjakan, apalagi itu menyangkut hal yang benar, menyangkut hal yang baik. Yang harus diperhatikan adalah supaya kita pada saat berbicara tentang apa yang telah kita kerjakan, yang di lakukan, kesuksesan atau keberhasilan, kita selalu membanggakan diri atau menjadi orang yang sombong. Menjadi orang yang sombong akan mengakibatkan kita berpikir dan bertindak merendahkan yang lain dan tidak bisa menghargai pekerjaan orang-orang yang ada di sekitar kita.
Semoga itulah nanti yang akan menjadi cara hidup kita setiap hari, setiap waktu dalam perjuangan kita, kerendahan hati dan bertindak tanpa pamrih. Orang yang rendah hati akan dicintai orang, mendapat ganjaran dan mendapat rahmat dari Tuhan. Demikianlah cara hidup kita, kesombongan akan mendatangkan risiko bagi hidup. Baik itu pada saat berada di sekitar saudara-saudari kita maupun pada saat harus berkait dengan Tuhan kita sendiri. Kerendahan hati juga akan mendatangkan hal dalam hidup, entah itu oleh orang-orang yang ada di sekitar kita dan terutama Tuhan yang memperlakukan kita.
Kita semua diminta untuk tidak menjadi sombong setelah melakukan pekerjaan yang baik, pekerjaan yang benar, kita sukses dan setelah kita berhasil. Kita tidak boleh mencari kehormatan dan pujian manusiawi. Orang yang rendah hati akan dicintai orang lain dan mendapat ganjaran dari Allah sebaliknya orang yang sombong akan mendapatkan hukuman. Kita diminta untuk menjadi orang yang rendah hati dan menjadi orang yang tanpa pamrih, ketika kita melakukan sebuah pekerjaan yang baik, pekerjaan yang benar, pekerjaan-pekerjaan besar dalam hidup kita. Mari bersama untuk melakukan perbuatan baik ini, agar dalam setiap waktu, setiap hari yang kita lewati bersama di tengah keluarga dan sesama, kita menjadi orang yang rendah hati, tanpa pamrih dan percayalah Tuhan akan memberikan apa yang Anda perlukan dalam hidup setiap hari. Jangan menjadi orang yang sombong, jadilah orang yang rendah hati.
Prosesi penyegaran janji perkawinan diawali dengan pemanggilan nama pasutri oleh Romo Surawan dan mereka satu persatu maju kedepan Altar. Kemudian mereka mengucapkan janji perkawinannya, setelah itu Romo Surawan memberkati dan memerciki dengan air suci. Dilanjutkan dengan pemberian bunga mawar dan pasutri dipersilahkan oleh Romo Surawan untuk mengekspresikan cintanya kepada pasangan masing-masing.
Romo Surawan juga berpesan, tidak mudah menjalani hidup dalam kesetiaan satu sama lain, diantara kekurangan-kekurangan yang ada. Semoga mereka saling melengkapi dan menjadi kesaksian bagi keluarga-keluarga Kristiani untuk selalu berjuang menjalani hidup di tengah keluarganya, betapapun itu sulit dan berat, betapapun isteri atau suami menjengkelkan setelah sekian tahun, terima kasih atas segala kesetiaan dan keteladanan anda.
Nama-nama Pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Agustus 2025
1. Yakobus Purwanto & Theresia Rima Libertyani (Lingkungan Santo Yakobus), HUT Perkawinan ke 17, Tgl. 08 Agustus 2008.
2. Markus Hartanto & Veronica Yuli Kurniasari (Lingkungan Santo Antonius), HUT Perkawinan ke 19, Tgl. 19 Agustus 2006.
3. Cosmas Wibisono & Maria Fabiola Ririen Kusumawardhani (Lingkungan Santo Maria Ratu Rosario), HUT Perkawinan ke 17, Tgl. 23 Agustus 2008.
4. Fransiskus Kornelius Diri Ruing & Veronica Septiani Ero (Lingkungan Santo Gregorius), HUT Perkawinan ke 1, Tgl. 24 Agustus 2024.
5. Ficher Xaverius Albertus Masoko & Deby Regina Tanos (Lingkungan Santo Yakobus), HUT Perkawinan ke 20, Tgl. 24 Agustus 2005.
6. Hermanus Hardijanto & Maria Thjie Hiua Mie (Lingkungan Santo Andreas), HUT Perkawinan ke 33, Tgl. 30 Agustus 1992.




