Sebanyak 32 siswa-siswi kelas X 2 tahun ajaran 2025/2026SMA Kusuma Bangsa (Kumbang) didampingi oleh Polmer Nadapdap selaku Wali Kelas, mengadakan kegiatan bakti sosial di Paroki Santo Yoseph Palembang, Jumat 24 Oktober 2025 pukul 08.00 Wib yang disambut oleh DPP Santo Yoseph Palembang.
Polmer mewakili anak-anak dari sekolah SMA Kusuma Bangsa mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang begitu hangat dan baik kepada kami, acara bakti sosial ini sudah berjalan pada tahun kelima, jadi setiap tahun memang dilaksanakan. Perlu kami jelaskan bahwa hari ini anak-anak kami yang dari kelas 10 mengunjungi berbagai tempat ibadah, ada yang ke masjid, pura, vihara dan gereja, hal ini dilakukan untuk mengenalkan kepada anak-anak perihal keberagaman dan di sekolah pun setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai kami sudah melakukan doa sesuai dengan agama yang dianut oleh anak-anak secara bergantian. Jadi inilah kesempatan bagi anak-anak untuk mengetahui peribadatan yang ada di tempat ini, misalnya di Gereja Katolik, sehingga keberagaman yang sudah ada bisa langsung dilihat anak-anak.
Sementara itu RD. Daniel Depan Pratama yang mewakili Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas hal yang boleh dilakukan bagi anak-anak kita untuk saling mengenal dalam keberagaman. Memang hal ini menjadi hal yang penting bagi kita supaya mengetahui situasi yang ada di negara Indonesia khusus yang ada di Palembang, semoga melalui kegiatan solidaritas bersama dan juga aksi sosial, anak-anak semakin mengenal dan juga semakin menghargai berbagai keberagaman yang ada di negara kita ini khususnya di wilayah Palembang. Selamat beraktifitas dan berdinamika bersama, kami senantiasa terbuka terhadap kedatangan dari SMA Kusuma Bangsa, mungkin untuk tahun yang akan datang kami siap menerima dan menyambut, semoga melalui kegiatan ini kita bisa saling bertoleransi dalam menghayati iman kepercayaan dan anak-anak semakin mampu mengetahui keanekaragaman yang ada di kota Palembang ini.
Andreas Daris Awalistyo sebagai Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang menjelaskan tentang keberadaan Paroki Santo Yoseph Palembang yang berdiri secara resmi tanggal 15 Januari 1967 sebelumnya di Palembang umat Kristiani sejak zaman Hindia Belanda atau malahan sebelumnya sudah ada, tahun 1800 an waktu masih ada zaman-zaman Inggris, Portugis, Belanda yang datang ke Indonesia. Salah satu memulainya di Bengkulu, kemudian ke Tanjung Sakti dan di Palembang, artinya semenjak tahun 1800, umat katolik, umat Kristiani itu sudah ada di Palembang. Awal mulanya tahun 1922 sudah mulai berdiri pertama kali yaitu : Gereja Hati Kudus. Karena perkembangan umat Katolik di Palembang yang semakin banyak maka tahun 1967 dimulailah pembangunan Gereja Santo Yoseph yang pada awalnya dengan ornamen kayu yang semuanya didatangkan dari Belanda Oleh Pastor Midelldorp dan sekarang hanya tinggal bentuk miniaturnya dan setelah direnovasi bentuknya seperti sekarang ini.
Perkembangan umat di Paroki Santo Yoseph Palembanng sejak tahun 1990 sampai 2020 lebih kurang 7.000 dan mulai tahun 2020 direncanakan Paroki Santo Yoseph akan memperluas Parokinya yang ada di sekitar Sukabangun 2 Soak, nantinya disana ada Paroki yang baru yang sekarang dipersiapkan adalah Stasi Hilarius. Paroki Santo Yosep Santo Yosep wilayahnya dari sekitar Cinde sampai ke arah Bandara dan di kota Palembang ini wilayah yang terluas, untuk yang di sebelah barat itu dari TVRI sampai arah Soekarno-Hatta, di sebelah timurnya itu sampai sekitar Simpang Soak kemudian YPAC ke arah sini. Paroki Santo Yoseph terdiri dari 45 Lingkungan dan 13 Wilayah dan satu Stasi yang direncanakan nanti menjadi Paroki baru.
Dalam kesempatan ini secara simbolis anak-anak SMA Kumbang juga menyerahkan alat-alat kebersihan kepada DPP Santo Yoseph Palembang dan untuk kegiatan bakti sosial diadakan dengan membersihkan lokasi di dalam dan diluar Gereja Santo Yoseph Palembang yang berlangsung hingga pukul 10.00 Wib.



