HPS 2025 : Momen Saling Berbagi Dan Menopang Untuk Ketahanan Pangan Yang Kuat Dan Berdaulat

October 27, 2025
HPS 2025 : Momen Saling Berbagi Dan Menopang Untuk Ketahanan Pangan Yang Kuat Dan Berdaulat

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2025 Keuskupakan Agung Palembang yang berlangsung mulai 24-26 Oktober 2025 di Paroki Santo Petrus Palembang merupakan kegiatan yang telah menjadi ruang perjumpaan sangat berharga melalui berbagai kegiatan, seminar, pameran produk pangan lokal, dan refleksi iman. Kita diajak untuk semakin menyadari, bahwa pangan bukan sekedar kebutuhan dasar, tetapi wujud nyata dari kasih dan keadilan sosial. 

Dalam sambutannya Nicasius Suseno, Ketua Panitia HPS 2025 KAPal menyampaikan bahwa peserta kegiatan sebanyak 194 orang terdiri dari : Paroki-Paroki yang ada di Keuskupan Agung Palembang, Kuasi Paroki, Pos Pelayanan, Pansos, Sekolah Katolik, Koperasi, Kelompok Kategorial, Biara dan WKRI. Pesan penting yang menjadi inti dari tema Hari Pangan Sedunia pada tahun 2025 ini, yaitu : Membangun Jejaring Pendistribusian Pangan Yang Sehat dan Berkelanjutan. Kita tidak bisa berjalan sendiri, menjaga pangan yang sehat dan berkeadilan, bukan hanya urusan satu komunitas, satu Paroki atau satu Keuskupan, ini adalah tanggung jawab bersama yang menuntut sinergi, kolaborasi, lintas batas, antar Lingkungan, antar Paroki, antar Kota bahkan lintas Keuskupan. Melalui jejaring yang kokoh, kita dapat saling berbagi pengalaman, sumber daya, pengetahuan serta inspirasi. Dengan bekerja sama kita bukan hanya menguatkan ketahanan pangan yang sehat, tetapi juga menumbuhkan semangat solidaritas, kemandirian yang berakar pada nilai-nilai Injil, nilai-nilai kasih, kepedulian, tanggungjawab terhadap bumi ciptaan Tuhan.

Harapan kami semangat dan tema HPS 2025, tidak berhenti sampai di sini, mari kita lanjutkan dengan langkah yang konkret di komunitas masing-masing, agar cita-cita untuk membangun jejaring, pendistribusian pangan sehat yang berkelanjutan, tidak hanya diatas kertas, tetapi benar-benar bisa diwujud nyatakan agar anugerah semesta alam untuk memenuhi kebutuhan manusia, bisa terpelihara dengan baik, bumi menjadi sehat, maka makanan yang dihasilkan menjadi sehat dan akan melahirkan generasi-generasi mendatang yang sehat. Mari kita jadikan momen pertemuan yang sudah kita lalui untuk saling bisa berbagi,  saling menopang demi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berdaulat.

Sementara itu RD. Laurentius Rakidi selaku Ketua Komis Pengembangan Ekonomi (PSE) KAPal mengatakan, kegiatan ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun, tetapi diharapkan supaya kegiatan ini jangan hanya sekedar rutinitas tapi ada makna dan nilainya. Saya mengharapkan supaya pulang dari pertemuan ini kita semua mulai membangun jaringan, kita berjejaring dan masing-masing mulai berkomunikasi dengan Pastor Paroki untuk mengupayakan pangan-pangan yang sehat dan bagaimana mendistribusikannya. Semoga HPS sungguh menjadi kegiatan yang berguna untuk kita semua dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan pangan yang sehat.

Selain itu RP. Aegidius Eko Aldilanto, O.Carm sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi PSE KWI, mengharapkan tahun depan ingin melihat, dan mengetahui bahwa Keuskupan Agung Palembang memiliki tempat untuk menjaga aneka jenis benih, menjaga keragaman makanan pokok, menciptakan inovasi pupuk-pupuk tanah yang ramah lingkungan dan meletakan HPS sebagai sebuah kebudayaan. Sebuah kebiasaan untuk makan apa yang Tuhan berikan kepada kita tidak hanya beras namun keaneka ragaman yang Tuhan berikan kepada kita, semoga dengan HPS ini tahun depan terwujud memiliki sentrum untuk menjaga ini.  Semoga perjalanan kedepan HPS menjadi kebudayaan kita untuk bersyukur atas makanan, mengupayakan hidup sehat dan kita juga mempromosikan sebagai Gereja untuk peduli dan untuk menjaga bumi sebagai tempat dimana makanan tumbuh, kita jaga, kita rawat agar memberikan harapan untuk anak-anak kita, untuk masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply


9 + 1 =