Palembang – Novena Kanak-Kanak Yesus yang berlangsung selama sembilan hari setiap pukul 04.30 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang sejak 13 Desember lalu berakhir pada Selasa 23 Desember 2025. Novena Kanak-Kanak Yesus hari kesembilan dengan tema : “ Keluarga bertumbuh dalam rencana Allah “ yang dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono didampingi oleh RD. Yohanes Kristianto (Vikjen KAPal), RD. Hyginus Gono Pratowo (Pastor Paroki) dan RD. Daniel Depan Pratama (Pastor Rekan Paroki Santo Yoseph Palembang).
Dalam renungannya Romo Yuwono mengatakan, keluarga tumbuh dalam rencana Allah dan kita menyadari bahwa tak seorang pun dari kita pernah meminta kepada Allah untuk dilahirkan. Kita juga tidak bisa meminta untuk dilahirkan di dalam keluarga tertentu, dilahirkan dalam etnis atau suku tertentu. Dilahirkan di daerah atau di pulau tertentu, di negara tertentu supaya menjadi anggota warga dan warganegara, ras atau etnis tertentu. Kita lahir semata-mata karena Allah menghendaki kita dilahirkan, dilahirkan dalam keluarga tertentu dan menjadi bagian atau anggota suku, etnis tertentu, di daerah tertentu serta negara tertentu. Hanya Allah yang menghendaki bahwa kita dilahirkan di dunia ini, karena itu pastilah Allah mempunyai rencana yang barangkali tidak pernah kita duga dan ketahui.
Allah mempunyai rencana terhadap setiap pribadi kita, maka entah apapun latar belakang keberadaan kita, keluarga, suku, bangsa, kita berada dalam rencana Allah. Karena itu juga tak seorang pun boleh menghina, melecehkan, merendahkan setiap pribadi dari kita. Keluarga dibentuk oleh Allah, karena setiap orang lahir dalam rencana Allah, maka Allah juga membentuk setiap keluarga dan kemudian memberkati serta meneguhkan. Allah meneguhkan bahwa panggilan berkeluarga adalah mulia dan luhur, karena itu tak seorang pun boleh menjadikan keluarga sebagai panggung untuk saling merendahkan. Kecuali hanya sebagai panggung untuk menghadirkan kasih Allah, mencintai tanpa pamrih, tanpa pilih kasih sampai ajal memisahkan keluarga atau orang-orang yang hidup dalam keluarga. Tak seorang pun bisa merencanakan untuk lahir di dunia ini, maka keluarga-keluarga yang melahirkan anak-anak pastilah itu juga dalam rencana Allah.
Karena itu keluarga anda dijaga utuh, dijaga tetap saling mengasihi dengan kasih yang berkobar-kobar sebagaimana diikrarkan di depan altar, di depan imam, di depan saksi-saksi para saudara yang hadir dalam pernikahan. Kasih harus dijaga terus menerus sedemikian rupa sehingga menghadirkan Allah sendiri, menghadirkan kasih dari Allah sendiri yang dinampakkan dalam Putranya menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga. Yesus bukan sekedar anak manusia yang lahir dalam keluarga, Dia adalah anak Allah yang datang dalam keluarga dan ingin menyelamatkan keluarga. Allah datang untuk menyelamatkan keluarga merupakan tema natal nasional kita tahun ini, “ Allah hadir, Yesus hadir.” Dia anak yang baik karena tumbuh dalam keluarga yang baik, keluarga yang demikianlah yang direncanakan oleh Allah untuk menghadirkan kasihnya. Untuk menghadirkan cara penebusannya terhadap manusia, Allah yang begitu maha rahim yang mengasih kita tanpa pamrih, tanpa pilih kasih, tetapi secara total menghadirkan diri dalam diri Putranya.
Rencananya bukan sekedar menyelamatkan anggota-anggota keluarga tetapi juga menyelamatkan seluruh anggota keluarga masyarakat. Allah mengundang kita semua hidup di hadiratnya sebagai anak-anak yang baik, seperti dicontohkan oleh Yosef dan Mari yang mendidik Yesus sampai dikatakan ia makin dicintai oleh Allah dan manusia. Ia baik hidup bergaul dengan para tetangga, percaya Yesus hidup baik berteman dengan anak-anak tetangganya dan karena itu ada kerukunan tanpa kecurigaan, ada kedamaian tanpa permusuhan. Keluarga yang diidealkan oleh Allah inilah, yang direncanakan oleh Allah, mari kita hidupi dalam keluarga kita masing-masing kasih tanpa kekerasan, tanpa kebencian, tanpa permusuhan. Dari orang tua akan menumbuhkan kasih itu kepada anak-anak dan anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih akan menjadi anak yang manusiawi, yang beradab dan anak yang baik.



