Palembang – Sebanyak enam belas pasutri (pasangan suami istri) yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Desember melakukan penyegaran janji perkawinan yang diadakan oleh Bidang Persekutuan DPP Santo Yoseph Palembang melalui Seksi Kerasulan Keluarga. Kegiatan dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus, Minggu 28 Desember 2025 pukul 17.00 Wib dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.
Dalam homilinya Romo Gono mengatakan, momen Natal itu momen yang istimewa, biasanya pada perayaan Natal, semua dari penjuru datang untuk kembali ke rumah, pulang ke rumah dan biasanya digunakan untuk silahturahmi, untuk rekonsiliasi, dan juga untuk mengungkapkan sesuatu. Pesta Keluarga Kudus yang kita rayakan juga ingin mengungkapkan hal yang sama, dalam keluarga, tentu tidak ada yang sempurna, pasti ada kesalahan. Keluarga yang menghadapi masalah, keluarga yang mungkin mengalami masalah, harus mau duduk bareng, harus mau mendengarkan satu dengan yang lain, harus mau mengalah dan dengan kerendahan hati mendengarkan.
Keluarga yang berantakan, keluarga yang pada ujungnya berpisah, karena masing-masing kekeh dengan dirinya sendiri, mempertahankan egonya sendiri dan merasa bahwa dirinya itu paling benar serta tak ada salah. Maka dia menuntut orang lainlah yang harus mengakui kesalahan padahal masing-masing kita itu punya keterbatasan. Tidak ada keluarga yang tanpa masalah, justru keluarga Kudus, Nasaret, Yusuf dan Maria bukanlah keluarga yang tanpa masalah mereka juga mengalami banyak masalah. Tetapi mereka tidak lari dari masalah dan mreka menghadapi masalah itu bersama.
Mari semua keluarga Katolik, belajar dari keluarga Kudus yang selalu dekat dengan Allah, selalu melibatkan Yesus dalam keluarga. Yusuf dan Maria ketika mereka menghadapi persoalan, mereka membawa dalam doa. Yusuf dan Maria ketika menghadapi persoalan hidup, masing-masing mau mendengarkan suara Tuhan. Dan ketika orang mendengarkan suara Tuhan, ternyata roh Kudus itu bekerja dalam dirinya. Sama dengan kita, suami istri. Ketika Anda ada masalah, pergilah kepada Yesus, bawalah seluruh kegundahan hati kepada Yesus bukan pergi ke tempat lain. Katakanlah semuanya kepada Yesus dan kita akan menemukan kekuatan spiritual dari Yesus. Keluarga Kudus Nasaret itu contoh dan teladan hidup kita, ketika kita yakin dan percaya kepada Yesus, maka persoalan-persoalan hidup dapat kita hadapi dan kita selesaikan.
Ada enam belas pasutri yang akan menyegarkan janji perkawinan mereka, ada yang 52 tahun, ada yang sudah 50 tahun, ada yang mungkin baru 23 tahun, 13 tahun. Tetapi mereka menyadari semuanya terjadi sampai dengan hari ini karena penyertaan Tuhan, kehadiran Allah, ada cinta, ada kasih, ada pengorbanan dan kerendahan hati. Tidak gampang hidup dalam keluarga, tetapi karena keyakinan bahwa ini adalah Sakramen Perkawinan yang suci, berjanji di hadapan Allah, di hadapan Imam dan banyak umat yang hadir, ini adalah juga campur tangan Allah dalam kehidupan kita. Maka penting dalam keluarga harus disadari, hadirkan cinta kasih Allah dalam kehidupan kita, maka kita selalu ingat apa yang dikatakan Paus Fransiskus ketika dia memberikan homili kepada pasutri, agar keluarga Katolik mengingat tiga kata kunci untuk memupuk kedamaian dan sukacita dalam keluarga, yakni, tolong, maaf dan terima kasih.
Upacara penyegaran janji perkawinanan diawali pasutri maju ke depan Altar untuk mengucapkan penyegaran janji perkawinan kemudian Romo Gono memberkati dan memerciki mereka dengan air suci. Dilanjutkan dengan pemberian setangkai bunga mawar merah yang selanjutnya para suami memberikannya kepada pasangan masing-masing dan memberikan ciuman di kening. Ada satu pasutri merayakan ulang tahun perkwinan emas (50 Tahun), yaitu : Barnabas Maria Baruni & Magdalena Lucia Turiah dari Lingkungan Christoforus Martir yang mendapatkan sertifikat.
Nama-nama Pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Desember 2025
1. Hieronimus Halim Tony Eddy & Luisa De Marilac Winda (Lingkungan Santo Antonius), HUT Perkwinan ke 13, Tgl. 1 Desember 2012
2. Andreas Charles & Angelika Yenifa Riani (Lingkungan Santo Yoseph 2), HUT Perkwinan ke 16, Tgl. 6 Desember 2009
3. Yoanes De Britto Luthfie Bujung & Maria Theresia Selvy (Lingkungan Santo Yoseph 2), HUT Perkawinan ke 13, Tgl. 9 Desember 2012
4. Cornelius Bernardi & Adelia Nawati Hartaningsih (Lingkungan Santo Titus), HUT Perkawinan ke 52, Tgl. 13 Desember 1973
5. Konterius Noning & Dominika Dei (Lingkungan Christoforus Martir), HUT Perkawinan ke 40, Tgl. 15 Desember 1985
6. Antonius Amid Jusuf & Erene Sila (Lingkungan Santa Maria Ratu Rosario), HUT Perkawinan ke 40, Tgl. 15 Desember 1985
7. Malikie Sutedja & Mina (Lingkungan Santa Theresia), HUT Perkawinan ke 36, Tgl. 17 Desember 1989
8. Barnabas Maria Baruni & Magdalena Lucia Turiah (Lingkungan Christoforus Martir), HUT Perkawinan ke 50, Tgl. 21 Desember 1975
9. Johanes Warna Brahmana & Rosnita Sebayang (Lingkungan Santo Beda), HUT Perkawinan ke 48, Tgl. 23 Desember 1977
10. Antonius Hendartono & Maria Vincentia Sarimi (Lingkungan Santo Beda), HUT Perkawinan ke 52, Tgl. 27 Desember 1973
11. Fransiskus Harlim & Eevelien Fifi (Lingkungan Santa Rosa), HUT Perkawinan ke 32, Tgl. 26 Desember 1993
12. Joseph Alexander Tjung & Carolina Karina Gani (Lingkungan Santo Fransiskus Assisi), HUT Perkawinan ke 33, Tgl. 27 Desember 1992
13. Yohanes Alwie Hussin & Anastasia Fariana (Lingkungan Santo Antonius), HUT Perkawinan ke 28, Tgl. 28 Desember 1997
14. Paulus Iwan Setyandy & Vincentia Lilis Yanti (Lingkungan Santa Regina), HUT Perkawinan ke 17. Tgl. 28 Desember 2008
15. Sena Budi Sulistya & Helena Wulandari (Lingkungan Santo Carlo Acutis), HUT Perkawinan ke 21, Tgl. 29 Desember 2004
16. Albertus Maryadi & Margareta Dwi Susilowati (Lingkungan Emmanuel 1), HUT Perkawinan ke 18, Tgl. 30 Desember 2007




