Palembang – Di penghujung tahun 2025 umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan mengikuti Perayaan Ekaristi tutup tahun, Rabu 31 Desember 2025 pukul 17.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo didampingi oleh RD. Dionisius Anton Liberto.
Melalui renungan homilinya Romo Gono menyampaikan, Paus mengingatkan bahwa proses perjalanan kehidupan keluarga selalu membutuhkan waktu, kita membutuhkan waktu untuk berdialog dan saling memeluk. Kita membutuhkan waktu yang memadai untuk berbagi rencana dan untuk mendengarkan satu sama lain dan untuk membangun hubungan yang lebih kuat, sehat, semuanya itu perlu kita bagikan satu sama lain tanpa tergesa-gesa tanpa melakukan aktifitas yang lain. Kebanyakan dari keluarga mungkin sudah hampir tidak ada makan bersama, masing-masing sudah sibuk dengan dunianya, dengan dirinya sendiri.
Kebiasaan-kebiasaan yang sederhana saja saja,hampir tidak ada apalagi kebersamaan yang luar biasa. Padahal Paus mengatakan, pentingnya kebersamaan dalam keluarga, saling memberi waktu, ingat, kadang-kadang tekanan dalam masyarakat dan dari tempat kerja, bisa menciptakan masalah terlalu dalam hidup. Di saat-saat lain yang semakin menambah problematik adalah waktu yang dihabiskan bersama orang terbatas. Kita sering berbagi ruangan di situ, tetapi tanpa memperhatikan satu sama lain. Sekali pasangan mulai tidak tahu bagaimana melakukan waktu bersama.
Salah satu atau duanya, padahal akhirnya akan mencari pelarian pada media sosial. Menciptakan momen lain, mencari peluang lain, atau melarikan diri akibat dari suatu tekanan yang tidak nyaman. Maka hati-hati kalau dalam keluarga, kita tidak lagi merasa nyaman dengan pasangan, tidak lagi rasa nyaman dengan mama dan ketika anak-anak tidak rasa nyaman bersama bapak dan ibunya, maka harus hati-hati, tanda bahwa kita kehilangan cinta, tanda bahwa kita kehilangan bela rasa, tanda bahwa kita kehilangan rasa memiliki.
Maka kita harus waspada dan adil, jangan kita kehilangan rasa memiliki, jangan kita kehilangan perasaan kenyamanan dalam diri tetapi mari kita ciptakan kembali kebersamaan dalam keluarga. Waktu yang berkualitas bersama keluarga, untuk mendengarkan. untuk saling menemukan dan penting untuk membuka ruang bersama dalam kehidupan kita. Bersantai bersama keluarga dan menikmati kebersamaan tanpa tergesa-gesa sungguh bisa menginspirasi setiap anggota keluarga. Cinta itu butuh waktu, waktu dan hati yang dibagikan secara sungguh-sungguh tanpa tergesa-gesa, jalani, cintai, syukurilah setiap hal yang mengalir dalam keluarga kita.
Di tahun 2025 dalam keluarga mungkin juga ada konflik, dalam keluarga ada masalah tetapi mari hadapi masalah secara bersama, jangan lari dari masalah tetapi hadapi masalah keluarga secara bersama. Saatnya tahun 2026 kita harus memiliki komitmen bersama, kembali kepada kandang Yesus, Kanak-Kanak Yesus, disana ada perjalanan, ada pengampunan, ada ketenangan, ada kebijaksanaan dan kekuatan. Maka saatnya keluarga menimba kekuatan-kekuatan itu untuk melangkah di tahun 2026.
Saya berharap sebelum pergantian tahun katakanlah kepada pasangan dan anak-anak, terima kasih engkau telah menemani perjalanan sampai akhir tahun ini. Maafkanlah jika di tahun 2025 ada kesalahan dan tolong di tahun 2026 kita jalani bersama-sama. Setelah itu berpelukanlah dan ciumlah pasangan dan anak-anak. Saya ingin roh kudus akan terus berkarya dalam kehidupan. Selamat untuk menyambut tahun baru dan jangan lupa pesan saya, terima kasih, maaf dan bantu, kita isi tahun 2026 dengan sukacita dan kedamaian.




