Palembang – Umat Paroki Santo Yoseph Palembang merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) dan Hari Anak Misioner Sedunia ke 183, Sabtu-Minggu 3-4 Januari 2026. Pada Perayaan Sabtu 3 Januari 2026 pukul 17.30 Wib dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan dan dalam pengantarnya mengatakan, Kristus memanggil anak-anak dan remaja untuk ambil bagian dalam perutusan Gereja. Tema Hari Anak Misioner Sedunia ke 183, yaitu : “ One in Christ, United In Mission,” kita dipanggil untuk bersatu dan saling mengasihi. Dari persatuan itu kita diajak untuk diutus bersama. Kita bisa menjadi Misionaris dengan cara sederhana : berdoa dengan setia, berbagi dengan sesama, rela berkorban dan memberi teladan hidup yang baik kepada teman-teman kita.
Dalam homilinya Romo Surawan mengajak umat untuk merenungkan bagaimana ada tiga orang asing datang dengan keberaniannya untuk menyembah Yesus. Allah memilih untuk menjadi manusia melalui wanita yang sederhana bernama Maria yang menanggapi kasih karunia ini dengan hati yang teguh. Saat Maria mengatakan dan menjawab ia dengan kalimatnya yang sangat terkenal, “ Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Peristiwa ini sangat luar biasa dan mengagumkan, tetapi memang cukup mengherankan.
Orang-orang yang menyadari peristiwa yang mengagumkan ini adalah, para gembala di padang adalah orang-orang yang dipandang bukan orang terdidik, orang barbar. Orang yang sepertinya tidak punya sopan santun, tetapi mereka mendapat kabar sukacita dan mereka datang dengan sukacita mencari sang bayi. Kemudian tiga orang asing yang kita sering menyebutnya tiga raja dari timur atau orang-orang majus, orang-orang bijak dan luar biasa. Tiga orang ini, orang bijak dari timur rela meninggalkan segalanya, rumahnya, negaranya dan berusaha dengan bertanya untuk mendapatkan dimana Mesias yang baru dilahirkan itu. Mereka datang untuk menyembahnya dan dengan tuntunan dari Allah, bintang timur akhirnya mereka menemukan Sang Mesias. Mereka sujud dan menyembah, dibawalah persembahan berharga untuk sang bayi Mesias berupa : mas, kemenyan dan mur, tiga bahan berharga diberikan kepada Yesus. Tuhan semesta alam yang menyingkapkan bintang Betlehem kepada bangsa-bangsa lain di timur agar mereka dapat datang dan menyembah Yesus, Raja Damai dan Raja Segala Raja memberikan masing-masing kepada kita wahyu yang sama untuk mengenali, menyadari hadirnya Mesias dalam hidup kita.
Teristimewa dalam kesempatan ini berharap kepada anak-anak kita menjadi Misioner. Hari Misioner Sedunia yang memberi penekanan kepada anak-anak dan remaja, kita berdoa kepada anak-anak ini agar mereka memberikan dirinya dalam pelayanan kepada Gereja yang paling besar ini di Keuskupan Agung Palembang. Menjadi Putra Putri Altar, anggota Remaka, mereka sudah menjadi misionaris, memberikan kesaksian dengan caranya yang sebenarnya kelihatan sederhana tetapi sangat bermanfaat bagi hidupnya. Terima kasih kepada anak-anak yang sudah dengan rela menjadi anggota Misdinar/Putra Putri Altar, anggota Remaka atau juga OMK, bagi yang lain sangat diharapkan bisa bergabung dan turut dalam tugas misi Gereja ini memberi kesaksian dengan caranya masing-masing. Ada yang menjadi petugas Lektor, petugas Pemazmur, anggota koor, tata laksana itu dalam cara internal, memberikan pelayanan kepada Gereja. Tetapi kita berharap kemudian ini bisa di berikan kepada semua orang yang ada di sekitar kita dan kita melayani Tuhan bukan hanya di dalam Gereja tetapi dalam pergaulan kita setiap hari, itulah kita bisa melihat bintang dari timur.
Peringatan Hari Anak Misioner Sedunia ke 183 juga dihadiri oleh 60 an anak-anak Remaka Santo Yoseph Palembang seusai mengadakan kegiatan Perayaan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gedung Aula Serbaguna pukul 13.00 Wib.



