PALEMBANG – Sebanyak 20 anggota Komunitas Gerakan Imam Maria (GIM) Santo Yoseph Palembang kembali mengikuti doa senakel, doa rosario dan Perayaan Ekaristi, Rabu 26 Agustus 2026 pukul 16.00 Wib di rumah doa Ko Mei Lien, Jl. Eka Bakti Palembang. Setelah mendaraskan doa senakel dan doa rosario diadakan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Luciano Meo Wio selaku Pendamping GIM Dekanat Palembang.
Dalam homilinya Romo Luciano mengatakan, kita kembali berkumpul berdoa bersama Bunda Maria yang menjadi jantung kekuatan Gereja. Kita akan merenungkan bersama tentang bagaimana Tuhan Yesus melihat para ahli Taurat dan orang Farisi menjadi titik perhatian Tuhan Yesus karena hidup mereka tidak selaras dengan kehendak Allah. Hukum Taurat sebetulnya bagus memuat semua hukum Allah tapi mereka pelintir untuk kepentingan diri sendiri.
Kita bergaul, bisa berteman, tapi tidak semuanya bisa jadi teman, bukan berarti membuat iman kita menjadi takut tapi selagi kita punya keyakinan bahwa itu benar, maka saya tidak takut. Orang-orang lurus biasanya sendirian karena yang mau dan benar kadang-kadang paling tidak diterima. Karena kuasa dunia kegelapan begitu gelap sehingga, kebenaran sulit masuk apalagi kebenaran Tuhan.
Bunda Maria mengatakan bahwa, saya dan kita semua dalam kelompok Gerakan Imam Maria, kita hidup dalam dunia ini di seluruh dunia, ada orang baik dan ada macam-macam situasi. Dalam situasi dunia sekarang ini yang penuh dengan tantangan maka, saya dan kita semua dipanggil oleh Bunda Maria, Gerakan Imam Maria untuk menjadi sarana, kaki tangan Bunda Maria sebagai alat membawa kerahiman bagi dunia. Jadi dunia ini sedang sakit karena dosa, putus asa, beban dan tantangan hidup.
Tugas kerahiman itu besar dan Bunda Maria mau mempercayakan peran ini kepada saya dan kita semua. Jadi mari kita mengelola, kita menjadi alat-alat kerahiman Bunda Maria, membawa Bunda Maria, membawa Yesus ke tengah dunia. Gerakan Imam Maria sudah membuat banyak hal, salah satunya hadir dalam peristiwa duka, itu kekuatan buat kita, menghibur orang yang susah dan putus asa ini merupakan rahmat yang sangat besar, jadi jangan putus asa lakukan dengan kemurnian.
Makanya pada kesempatan ini kita mohon kekuatan hati Yesus dan Maria Tak Bernoda, supaya selalu memberkati saya dan kita semua dalam Gerakan Imam Maria ini agar kita tidak putus asa, tetap berdoa, memanjatkan pujian kepada Tuhan supaya iman, cinta kasih kita bertumbuh walaupun banyak tantangan.
Seusai Perayaan Ekaristi diadakan ramah tamah bersama untuk mempererat tali persaudaraan dengan seluruh anggota Komunitas GIM (Gerakan Imam Maria) Santo Yoseph Palembang sekaligus merayakan ulang tahun Sr. Marcella, FCh. Anggota GIM juga bergabung dengan Komunitas Pendoa Rumah Duka yang selalu hadir untuk mendoakan dan menghibur mereka yang kehilangan anggota keluarganya di Rumah Duka Charitas dan Nirvana Km 7 Palembang pukul 14.45 Wib.






