Gereja melaksanakan pembaptisan anak sejak bayi, karena memiliki ajaran bahwa pada dasarnya manusia itu lahir dalam keadaan noda dosa yang telah diperbuat dosa manusia pertama yakni dosa Adam dan dosa Hawa yang kita sebut dengan dosa asal.
Sejak manusia dilahirkan manusia mewarisi dosa asal ini dan dalam Gereja kita pembaptisan menjadikan anak yang dibaptis sebagai anak-anaknya dan rahmat yang diperolehnya adalah selain dipersatukan secara penuh dengan Gereja Katolik juga dibebaskan secara penuh dari dosa asal.
RD. Stefanus Surawan kembali melakukan baptisan bagi 7 (tujuh) anak melalui ibadat baptisan, Sabtu 23 Maret 2024 pukul 15.30 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang.
Dalam homilinya RD. Surawan mengatakan tentu saja ini menjadi kegembiraan bagi Gereja dan keluarga karena sebagai orang tua ingin memberikan apa yang paling baik yang bisa diberikan sejak anak-anak ini masih tumbuh menjadi tanggung jawab sepenuhnya kepada anda. Anak-anak ini dikuduskan dan disucikan dan pantas menjadi putra serta putrinya, tradisi ini berjalan bukan baru ini saja tapi sudah sejak lama sekali bahwa Gereja menjaga anak-anak ini terselamatkan dan terbebaskan dari dosa.
Orang tua dan juga wali baptis memiliki peran yang besar untuk agar anak-anak ini bertumbuh dalam iman yang diwariskan kepada anak-anak ini. Sejak awal orang tua harus memiliki cara hidup yang memperlihatkan iman akan Yesus. iman akan Kristus dengan memberi teladan yang sebaik-baiknya. Seringkali perkataan-perkataan menjadi pengajaran yang dengan mudah dilupakan, tidak diingat tetapi yang lebih diingat adalah cara hidup yang kita perlihatkan setiap hari, cara kita mendidik dan menjaga anak-anak ini itulah yang sering diingat oleh anak.
RD. Surawan merasa bangga kepada para orang tua yg dengan penuh keyakinan membawa anak-anak dibaptis sejak dini dan berdoa bagi para orang tua agar bisa menjadi teladan yang baik, teladan iman dan teladan kesalehan bagi anak-anak. Sementara bagi para wali baptis berbeda dengan saksi perkawinan yang tidak dituntut untuk menjadi orang yang menunjukkan teladan yang baik meskipun itu menjadi bagian yang penting.
Wali baptis sungguh menjadi seperti orang tua untuk bisa memberi jaminan kepada anak-anak agar nanti bisa bertumbuh dari waktu ke waktu dengan benar atas iman anda sebagai walinya. Semoga para wali baptis juga memiliki cara hidup yang baik dan benar agar anak-anak ini juga nanti dapat menyaksikan sesuatu yang benar sesuatu yang pantas untuk dicontoh dan diteladani.
Yesus memperlihatkan dengan penuh kehangatan menyambut anak-anak ini serta memberikan berkatnya demikian juga Gereja menyambut anak-anak ini dengan lebih suka cita dan menjadi penyambut rahmat bagi anak-anak. Anda juga harus menjadi seperti Gereja bersuka cita dan menjadi penyambut rahmat untuk anak-anak yang akan di baptis.
Upacara baptisan diawali dengan pemberian tanda salib di dahi calon baptisan oleh RD. Stefanus Surawan dan orang tua. Kemudian satu persatu calon baptisan dipanggil Bersama orang tua dan wali baptis untuk dibaptis, setelah itu mereka minyak krisma, kain putih dan lilin bernyala.
Nama Baptisan Bulan Januari 2024
- Joanna Calysta Xavelin
- Benedicta Elena Aiko
- Gilbertus Tristan Arcellino
- Kornelia Joline Patricia
- Edward Jose Pieter Elano
- Rafael Hanenda Djatiapta Widiatmoko
- Nicholas Daniello Ganendra
- Ester Emilia Roosevelt Satya
- Michael Aldrich Alexander Windzen
Nama Baptisan Bulan Februari 2024
- Dominic Ozzie Musalim
- Rachel Olivia Musalim
- Eufrasia Calista Achiera Fernandus
- Renate Claurensia Jovanka Fernandus
- Giovanno Archio Lumbantobing
- Gervasus Daniswara Reliano
- Clairine Valerie Steven
- Leticia Claire Valeria
- Anselmus Gregorio Amalesh
- Anastasia Ellora Wijaya Kusuma
- Gabriela Evee Wijaya Kusuma
Nama Baptisan Bulan Maret 2024
- Dionisius Ocean Nathanael
- Dominicus Xenon Geoffrey
- Fransisca Madelyn Carol Sosanto
- Adelaide Zoe Caitlyn Anes
- Raphaela Emmelyn Wijaya
- Beatrice Sava Glorya
- Jerome Jaden Javier




