Berdoa Adalah Cara Menyampaikan Harapan Dengan Lemah Lembut

June 2, 2025
Berdoa Adalah Cara Menyampaikan Harapan Dengan Lemah Lembut

Umat Paroki Santo Yoseph Palembang menutup kegiatan bulan Maria dengan Perayaan Ekaristi dan pembakaran ujud doa, Sabtu 31 Mei 2025 pukul 17.30 Wib. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Jatra Kelana didampingi oleh Romo Sulatin, Romo Een, Romo Ongko dan Romo Liberto.

Romo Yohanes Ongko Handoko dalam homilinya menyampaikan saya percaya dan saya yakin bahwa pribadi-pribadi yang hadir pada sore hari ini adalah pribadi-pribadi yang mempunyai kerinduan untuk mengalami kedekatan dengan Tuhan, ada kerinduan untuk berelasi dengan Tuhan.  Yesus ingin mengungkapkan kemuliaan dan kesatuannya dengan Bapa, bahkan sejak awal mula, sejak dunia belum dijadikan. Atau yang diungkapkan dalam kitab wahyu tadi oleh Yohanes dikatakan bahwa Yesus sebagai Alpha dan Omega. Atau yang digambarkan dengan indah oleh Lukas dalam kisah para Rasul, dimana ketika Yesus Kristus merenggang nyawa itu, dia melihat Yesus bersama-sama dengan Bapa. 

Ada kebersamaan, kesatuan Yesus dengan Bapa dalam kemuliaan, ini yang ingin diungkapkan oleh Yesus dalam doanya, Aku dan Bapa adalah satu. Berikutnya adalah, Yesus juga mengungkapkan sebuah kerinduan, dimana para muridnya yang ada saat itu,  pesan Yesus dirangkum, di bingkai dalam doa yang ingin menunjukkan identitasnya dan harapannya, Yesus berharap murid-muridnya yang ada saat itu, menjaga kesatuan, satu di dalam Dia, bukan hanya yang ada saat itu, tetapi juga bagi semua orang yang percaya kepadaKu. Ketika kita punya keyakinan, Yesus yang kita imani ada dan mempersiapkan tempat bagi kita di surga, maka Yesus juga punya harapan besar, kita menempati ruang-ruang yang telah disediakan olehnya di surga nanti bersamaNya. 

Ketika kita berdoa hendaklah ada dua hal yang boleh hadir, pertama-tama kesatuan kita dengan Tuhan dan berikutnya adalah harapan-harapan baik yang boleh kita sampaikan. Meskipun ketika kita berdoa, kita sedang tidak baik-baik saja, sedang marah, sedang kecewa, sedang sedih, entah karena kegagalan apapun itu. Relasi mungkin usaha karya kita, baiklah kita tetap merawat kesatuan dan menyampaikan harapan-harapan baik.  Tentu kesatuan dan harapan ini, baiklah juga menjadi komunikasi kita yang hari ini Gereja merayakan Hari Komunikasi Sosial, dengan tema : Bagikanlah dengan lemah lembut harapan yang ada di hatimu. Bukan  dengan teriakan dan amarah yang menyala-nyala, tapi Paus Fransiskus mengajak kita dengan lemah lembut. Maka salah satu cara yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan harapan dengan lemah lembut itu adalah doa. 

Kadang ada orang tua berpesan pada anaknya di dalam doanya, dengan mengajak anaknya berdoa dan di dalam doa itu ada harapan, ada pesan-pesan, Tuhan semoga anakku sebut namanya ini semakin rajin belajar, semakin bertumbuh dalam doa, dalam kasih harapan. Mungkin anak juga berdoa, Tuhan semoga orang tuaku semakin sabar, tidak mudah marah kalau saya lagi nakal, ada harapan-harapan yang mungkin bisa disampaikan di dalam doa. 

Saya terkesan dengan sebuah refleksi, ketika ada Seminaris itu menuliskan momen yang istimewa baginya, boleh mengalami, bisa dikatakan rekonsiliasi, kedekatan dengan teman satu angkatan. Mereka  duduk bersama dalam satu ruangan, lalu mereka bersharing menyampaikan pergumulan-pergumulannya dan diakhiri dengan saling mendoakan teman di sebelahnya, menyebut namanya dan harapanku bagi temanku ini apa keliling satu per satu. Sebuah peristiwa yang sederhana, tapi bisa menjadi sarana untuk merawat kesatuan dan membangun harapan. 

Mari dalam Perayaan Ekarisi ini, kita mohonkan rahmat Tuhan aggar dalam kehidupan kita sehari-hari, dalam setiap komunikasi kita, dalam setiap doa kita, ada semangat doa Yesus yang kita bawa, merawat kesatuan dalam keluarga khususnya dan juga harapan-harapan baik yang kita persembahkan.

Pada kesempatan dilakukan pembakaran ujud doa umat selama bulan Maria diawali dengan doa dan pemberkatan oleh Romo Jatra Kelana dilanjutkan dengan pembakaran kertas yang berisi ujud doa  bersama dengan Romo Liberto.

Leave a Reply


9 + 2 =