Umat Wilayah 8, 11 Dan 13, Memperkuat Persatuan dan Kerukunan Dalam Pelayanan Gereja

October 28, 2025
Umat Wilayah 8, 11 Dan 13, Memperkuat Persatuan dan Kerukunan Dalam Pelayanan Gereja

Delapan tahun bukan perjalanan yang mudah bagi umat  Wilayah 8, 11 dan 13 yang mengadakan ibadah dan kebersamaan di Gedung Serbaguna Santo Louis Palembang yang berjumlah kurang lebih 600 an jiwa dan merupakan bagian dari Paroki Santo Yoseph Palembang. Mereka telah menunjukkan semangat guyup,  rukun dan melaksanakan kegiatan kebersamaan dalam wujud nyata dari iman dan merangkul keberagaman budaya.

Dalam sambutannya, Indra selaku Pengurus Gedung Serbaguna Santo Louis Palembang,  merasa terkesan dan sangat bersyukur, semoga acara yang didukung oleh tiga Wilayah (8, 11, dan 13) berjalan dengan lancar, baik dan tidak kekurangan suatu apapun. Ini adalah dukungan dari umat dan kami persembahkan untuk umat semuanya dengan rendah hati, yang jelas untuk tahun berikutnya pasti ada,  terus dan mari kita dukung bersama.  Harapannya untuk pelayanan, semangat, kebersamaan , kegotong royongan dan kekompakan umat di Wilayah 8, 11 dan 13 akan senantiasa terus bertumbuh dalam iman, yang baik tetap kita lanjutkan, mungkin ada kekurangan tapi  mari kita sempurnakan bersama-sama. 

Andreas Daris Awalistyo sebagai Sekretaris I DPP Santo Yoseph Palembang, menyampaikan delapan tahun usia Gedung Serbaguna Santo Louis ini merupakan hal yang sangat istimewa, terlebih menjadi perjumpaan kita bersama-sama di dalam beriman, bertekun, dan juga bersekutu, saling melayani bagi umat di Wilayah 8, 11 dan 13.  Umat di Wilayah 8, 11 dan 13 juga merupakan bagian dari Parokit Santo Yoseph Palembang yang telah menunjukkan semangat guyup,  rukun dan telah melaksanakan kegiatan kebersamaan dalam wujud nyata dari iman yang kita imani dan iman yang merangkul keberagaman budaya, bekerjasama demi kemuliaan Tuhan. Gedung Serbaguna Santo Louis Palembang telah menjadi saksi bisu sebagai tempat Perayaan Ekaristi yang dilaksanakan selama delapan tahun ini. 

Kegiatan doa-doa yang dinaikkan serta berbagai kegiatan rohani merupakan gema cinta dari Santo Louis yang merupakan Orang Kudus yang menginspirasi umat di sekitar wilayah ini.  Dewan Pastoral Paroki Santo Yoseph Palembang berharap kita untuk selalu menjaga, memelihara gedung ini bukan hanya sebagai bangunan tetapi sebagai bagian kuasa kerahiman Allah. Tempat semua orang untuk merasa diterima dan dikasihi, juga untuk saling memperkuat persatuan dan kerukunan di antara kita yang menjadikan modal utama dalam setiap langkah persekutuan dan pelayanan Gereja.  Selain itu juga menghidupkan nilai-nilai iman dan budaya dalam setiap kegiatan, sehingga keberadaan kita di Lingkungan ini menjadi berkat nyata bagi wilayah 8, 11, 13 dan secara umum Paroki Santo Yoseph Palembang serta umat Katolik di Keuskupan Agung Palembang.

Sementara itu RD. Hyginus Gono Pratowo  mengatakan bahwa acara ini adalah wujud Gereja yang hidup, tidak bisa dibayar dengan berapa pun, kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan  yang kita rayakan bersama pada hari ini, nilainya itu sangat tinggi.  Persaudaraan yang telah kita jalin selama kurang lebih 8 tahun,  artinya 8 tahun itu ketika gedung ini terwujud, tetapi sebelumnya kita sudah menggunakan ini, waktu itu masih bangunan yang lama tetapi waktu itu tidak mencukupi.  Kita juga pernah diusir ketika beribadah bersama dan tempat ini juga pernah diawasi jadi kita tidak tenang.  Tetapi syukurlah karena sehati, sejiwa umat yang berada di wilayah ini maka semua rintangan dapat kita jalani dan hadapi. Harapannya acara kebersamaan ini  agar semakin menjalin kasih persaudaraan dan juga kekeluargaan dalam kehidupan kita. Tentu bukan soal puncak acara yang kita syukuri, tetapi juga dinamika. Dinamika baik anak-anak, remaja, orang muda, para orang tua dan mungkin juga lansia  yang juga berpartisipasi aktif dalam acara ini. Jadi Gedung Serbaguna Santo Louis ini bukan hanya sekedar gedung  tetapi tempat kita untuk berdinamika dan meluaskan cinta kasih kita kepada Tuhan.

Terima kasih banyak atas kerjasama yang baik selama ini kepada para Pengurus Yayasan Santo Louis Palembang yang dengan rendah hati dan penuh sukacita mengizinkan kami untuk beribadah disini.  Tanpa izin dan keterbukaan mereka, kita tidak bisa menggunakan gedung di Santo Louis ini  dengan lancar atau sesuai keinginan kita, kapanpun pada waktu sekolah tidak menggunakan,  ketika hari Minggu atau malam untuk kegiatan-kegiatan rohani, kita bisa menggunakan tempat ini dengan leluasa.

Leave a Reply


7 + 4 =