Palembang – Ribuan umat memadati Gereja Santo Yoseph Palembang untuk mengikuti Perayaan Vigili Paskah (Malam Tirakatan), Sabtu 4 April 2026 pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo. Perayaan Vigili Paskah diawali dengan upacara cahaya (pemberkati api dan lilin Paskah). Sesudah lilin Paskah dinyalakan dilakukan perarakan menuju kedalam Gereja, Romo Gono kemudian mengangkat lilin dan menunjukkan kepada umat hingga tiba di depan Altar. Pada kesempatan ini juga dilakukan pemberkatan air baptis dan pembaharuan janji baptis, setelah itu Imam dan Prodiakon memerciki umat dengan air suci setelah mengucapkan pembaharuan janji baptis.
Melalui homili RD. Hyginus Gono Pratowo menyampaikan surat Gembala Paskah dari Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, bahwa tema yang kita renungkan selama masa Paskah adalah “ Kasih Allah Mendatangkan Berkah, Menjadi Pribadi Yang Semakin Saleh dan Manusiawi.” Paskah adalah kebangkitan Yesus Kristus, Putra Allah dari kematian keji akibat tuntutan kematian dari imam-imam kepala, para tua-tua, dan ahli-ahli Taurat. Dia bahkan sampai tiga kali memberitahukan hal tersebut kepada murid-muridnya. Ponsius Pilatus menjadi alat esekutor atas tuntutan mereka, Allah merelakan anaknya yang tunggal mati agar dapat menjadi silih bagi dosa-dosa manusia, sebab Allah sangat mencintai manusia. Bahkan kasih Allah itu bertujuan agar tidak seorang pun hilang melainkan mempunyai hidup dan kelimpahan.
Di tahun Devosional yang sedang berlangsung di Keuskupan kita, mengingat para santo dan santa sebagai teladan dan guru iman kita. Mereka telah memberikan teladan bagaimana menghidupi iman dan mempertahankan. Kita juga mendapat contoh-contoh dari para pendahulu kita. Entah para misionalis, para cikal bakal gereja lokal. Atau bahkan mungkin para kakek, nenek, orang tua, dan tetangga kita sendiri dengan penuh semangat menghidupi iman Katolik. Jangan sia-siakan keteladanan mereka, pasti mereka mendoakan kita, akan bangga kalau kita dapat hidup benar dan setia seperti mereka. Kita menjadi tahu dengan pasti bahwa semua orang yang menghidupi iman Katolik dengan konsisten adalah orang-orang baik. Baik secara rohani dalam aktivitas di sekitar Gereja, maupun secara sosial dalam hidup bermasyarakat.
Tetaplah menjadi orang yang baik dalam situasi apapun, itulah tanda bahwa kita semakin dewasa jika kita semakin manusiawi dan semakin spiritual. Pengikut Kristus adalah terang dan garam dunia dan Sakramen keselamatan bagi semua ciptaan. Paskah adalah wahyu kehidupan abadi, Bapa telah memberikan anaknya yang tunggal menjadi tebusan bagi kita. Kristus bangkit tidak dikalahkan oleh kematian. Paskah Kristus adalah wahyu Allah bahwa kematian manusia akan dipulihkan seperti kehidupan Kristus. Kehidupan kebangkitan adalah transformasi kefanaan kepada keabadian. Tuhan berkuasa mencipta dari ketiadaan, akan lebih mudah bagi Tuhan untuk mencipta dari materi yang ada. Sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus adalah wujud kasih Allah yang mendatangkan berkat bagi manusia dan seluruh alam ciptaan. Marilah kita setia kepada Kristus, seperti Kristus setia kepada Bapa. Ia telah terbukti berkenan kepada Bapa. Marilah kita berani hidup benar, sehingga Bapa juga akan bangga dan bahagia mempunyai kita sebagai anak-anaknya.
Sementara itu Yohanes Subardan selaku Ketua Panitia Paskah 2026 dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kelancaran rangkaian Perayaan Paskah 2026 dan atas nama Panitia mohon maaf, jika dalam tugas masih ada kekurangan, masih ada kesalahan karena keterbatasan kami. Semoga Paskah yang akan datang lebih baik lagi dan semoga kita semua, terutama masing-masing keluarga, kita bangkit bersama Sang Kristus dan cahaya Paskah selalu menerangi seluruh langkah kita semuanya.
Pada kesempatan ini Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo mewakili para Romo, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Paskah, bangkit bersama Kristus, semakin menjadi pribadi yang saleh dan juga manusiawi. Itulah pokok tema yang kita renungkan sepanjang masa Prapaskah dan Paskah , semakin saleh dalam kehidupan kita masing-masing baik sebagai Imam, Biarawan-Biarawati, juga sebagai keluarga, Bapak, Ibu dan anak-anak hidup semakin saleh dan manusiawi. Maka mari bangkit bersama Kristus, kita tinggalkan manusia lama dan kita perbaharui untuk menjadi manusia-manusia yang baru, manusia yang terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Doakanlah para Romo, doakanlah Biarawan-Biarawati, agar kami pun tetap setia pada hidup kami kendati banyak cobaan, banyak tantangan, juga banyak hal yang sering menggelisahkan diri kami, hati kami. Tetapi doakanlah para Imam Anda ini, doakanlah Biarawan-Biarawati, semoga dalam kegelisahan-kegeliasahan manusiawi, kami tetap setia menjadi pribadi yang setia dan saleh.




