Jadilah Murid Kristus Untuk Siap Melayani Dengan Kasih dan Cinta

April 4, 2026
Jadilah Murid Kristus Untuk Siap Melayani Dengan Kasih dan Cinta

Palembang – Umat Katolik mengikuti rangkaian Perayaan Tri Hari Suci yang mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah dan Minggu Paskah. Perayaan Kamis Putih untuk mengenang perjamuan malam terakhir Yesus bersama murid-muridnya, 2 April 2026 pukul 17.00 Wib dipimpin oleh RD. Dionisius Anton Liberto di Gereja Santo Yoseph Palembang. Makna dari Perayaan Kamis Putih adalah perjamuan yang penuh keakraban, persaudaraan dan penuh makna. Perjamuan ini merupakan simbol penyerahan hidup total Yesus Kristus melalui Tubuh dan DarahNya yang diberikan demi keselamatan murid-muridNya.

Romo Liberto dalam homilinya mengingatkan bahwa  tindakan Yesus membasuh kaki para murid, merupakan wujud kasih dan penyerahan diri yang total. Kita dapat merenungkan makna tindakan Yesus membasuh kaki para murid, kaki itu sederhana, paling bawah dan jika bagian tubuh yang lain diberi pakaian yang pantas, kaki itu paling hanya diberi kaos kaki. Padahal fungsi kaki itu sangat penting dalam menopang tubuh yang tentu berat, kaki juga membawa kita pergi dan membuat niat baik itu menjadi nyata serta banyak kegiatan yang tidak mungkin terwujud tanpa adanya kaki.

Yesus membasuh kaki karena mau mengajarkan bahwa murid Kristus yang sejati bukan yang ingin dihormati, tetapi yang siap untuk melayani. Maka pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus kepada para muridnya adalah sebuah teladan tentang membaharui diri dan menyegarkan makna dari kasih. Seperti kaki yang menopang seluruh tubuh, maka kasih sejati selalu siap berkorban. Kasih itu sabar dan membawa kebaikan, kendati kaki itu sering kurang diperhatikan atau menerima sesuatu yang tidak diharapkan, kaki tetap menjalankan peran dengan baik, tetap sabar dan setia membawa kebaikan. Maka kita juga dipanggil untuk tetap mengasihi meskipun tidak senantiasa dihargai. Semoga kita mampu menghayati dan mewujudkan kasih yang demikian itu. 

Hari ini juga menjadi hari yang istimewa bagi kami para imam, karena Kamis Putih sebagai hari lahirnya Ekarisi dan juga hari lahirnya Sakramen Imamat. Karena Yesus menetapkan Ekarisi, tidak ada Ekarisi tanpa imam dan tidak ada imam tanpa Ekarisi. Maka pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, sapaan, teguran dan juga kritik.  Tetapi juga dengan tulus memohon maaf atas nama pribadi dan juga para imam kalau belum mampu melayani dengan baik dan penuh kasih. Kurang memberi teladan dan masih banyak kelemahan dan kekurangan yang lainnya. Tetap tentu kita saling mendoakan agar kita semakin mampu menghidupi kasih yang rendah hati, yang setia dan rela berkorban, serta tetap membawa kebaikan. 

Pada kesempatan Romo Liberto melakukan upacara pembasuhan  dan mencium kaki 12 wakil umat yang melambangkan cara untuk menanggapi dan meneladan semua pengorbanan dan cinta Tuhan. Kita juga diajak untuk memberikan pelayanan yang sama, yaitu : rela melayani dengan kasih dan cinta.

Seusai Perayaan Kamis Putih pukul 20.00 Wib dilakukan perarakan Sakramen Mahakudus yang dipimpin oleh RD. Daniel Depan Pratama dari Gereja Santo Yoseph Palembang menuju ke Kapel Santa Faustina untuk ditahtakan dilanjutkan dengan tuguran bersama.

Leave a Reply


6 + 3 =