Paskah Merupakan Sumber Iman dan Kekuatan Kita

April 6, 2026
Paskah Merupakan Sumber Iman dan Kekuatan Kita

Palembang – Setelah menderita hingga wafat di kayu salib, Yesus Kristus bangkit pada hari ketiga, sebagai simbol kemenangan  atas dosa dan kematian serta membawa harapan baru. Umat mengikuti Perayaan Minggu Paskah di Gereja Santo Yoseph Palembang, 5 April 2026 pukul 06.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen KAPal.

Dalam homilinya Romo Kris mengingatkan, Paskah bukan hanya sekedar Perayaan Liturgi tapi peristiwa yang mendalam karena kita menemukan sumber kekuatan atau sumber iman kita untuk mendapatkan kekuatan dan memuncakkan misteri iman kita.  Makna Paskah dalam konteks hidup kita sehari-hari adalah  kesetiaan Allah.   Kalau Allah sudah setia konsenkuensinya bagi kita yang menyatakan diri adalah kesetiaan kita. Komitmen kita untuk tetap mengikuti Dia, maka yang dibutuhkan adalah sebuah pembaharuan. Komitmen bahwa tidak ada lagi keraguan dan pertimbangan, saya ingin setia kepada Allah,  setia kepada Yesus. 

Paskah adalah penegasan identitas, bagi yang baru dibaptis ada identitas baru yang diletakkan. Identitas karena dengan Sakramen baptis dipersatukan dengan Yesus, dipersatukan dengan rahmat dan kebangkitan Yesus. Identitas Sakramen Baptis yang  kita perbaharui bahwa kita tetap dipilih sebagai Putra, Putri Allah karena  karena janji baptis yang kita ucapkan dan  percikan air suci yang mengingatkan kita akan baptisan.  Jangan pernah ragu membuat tanda saling kapan saja dan dimana saja karena salib bukan sekedar aksesoris.

Karena itu identitas kita juga perlu jelas dalam konteks apapun, sekali lagi bukan hanya sekedar membuat tanda salib dimanapun kita berada tapi tentu saja salib yang membuat hati kita terpaku pada  Yesus. Perbuatan luar biasa ini membuat jelas dan mempertegaskan dibalik identitas kita sebagai pengikut Kristus. Setelah Perayaan Paskah mudah-mudahan identitas itu tetap berkobar dan bernyala, jangan sampai apinya justru padam dan semakin kabur, semakin tidak jelas karena hanya sekedar liturgi yang kita rayakan tetapi sungguh iman kita akan Dia yang menyelamatkan.

Paskah bagi kita adalah keberanian untuk menghadapi kenyataan hidup sambil percaya apapun bentuknya. Paskah adalah Yesus yang bangkit, Yesus yang selalu membuka pengharapan kepada kita para murid.   Yesus pernah mengatakan bahwa makam kosong adalah pengharapan baru. Tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari kenyataan hidup selagi ada  di dunia ini tetapi setiap pengikut Kristus, ingin diyakinkan dan dipastikan bahwa Yesus yang bangkit adalah  untuk kita semua. 

Mari kita tidak lagi terjebak dalam kemeriahan liturgi tapi mari kita pulang membawa sinar Paskah Kristus, lilin yang sudah kita nyalakan  hanyalah sebuah simbol, cahaya Kristus yang menerangi. Mari kita bangun cahaya Kristus yang tetap menyala, kita jaga supaya tidak padam dan  tidak redup. Semoga dengan Paskah semakin banyak keluarga yang berbahagia, semakin banyak pribadi-pribadi yang diteguhkan, semakin banyak orang-orang yang menderita diberi kelegaan dan kita sudah mendapatkan berkat melalui cahaya Kristus serta ikut membagikan berkat dan cahaya Kristus kepada sesama.

Leave a Reply


6 + 6 =