PWK Santa Monika KAPal Menjadi Terang Dan Garam Di Tengah Keluarga, Gereja Serta Masyarakat

September 6, 2026
PWK Santa Monika KAPal Menjadi Terang Dan Garam Di Tengah Keluarga, Gereja Serta Masyarakat

PALEMBANG – Kegiatan retret yang diadakan oleh PWK Santa Monika Koordinasi Cabang Keuskupan Agung Palembang, 4-6 September 2026 di Wismalat Podomoro bersama pemateri RD. Gading Johannes Sianipar dengan tema : PWK Santa Monika terpanggil dan terpilih menjadi garam dan terang. Dalam retret ini Romo Gading mengajak semua anggota Warakawuri untuk mensyukuri perjalanan hidup, menerima situasi hidup sendiri saat ini dan masa tua dengan damai, mengolah rasa kehilangan, serta menyadari bahwa panggilan Tuhan untuk menjadi garam dan terang tidak pernah berakhir.

Romo Gading yang memberikan pendampingan selama retret dan menyampaikan empat materi, yaitu : 1. Bersyukur atas perjalan hidupku (hidupku adalah anugerah Tuhan). 2. Belajar menerima dan menyembuhkan hati (Aku tidak berjalan sendirian). 3. Aku adalah garam dunia (Kehadiranku masih memberi rasa) dan aku adalah terang (Hidupku masih dapat memberi harapan). 4. Hidupku adalah perutusan (Aku dipanggil untuk terus berbuah).

Materi sesi pertama mengajak anggota Warakawuri Santa Monika Koordinasi Cabang Keuskupan Agung Palembang berhenti sejenak dari kesibukan dan melihat kemali seluruh perjalanan hidup, baik suka , keberhasilan maupun duka, kegagalan dan perjuangan yang telah membentuk pribadi hingga hari ini. Kemudian menyadari penyertaan Tuhan di setiap langkah, usia lanjut bukan masa berhenti berkarya, melainkan kesempatan untuk makin bersyukur, berbagi kebijaksanaan dan menjadi berkat bagi keluarga, Gereja dan masyarakat. Sesi kedua, PWK Santa Monika diajak untuk menerima perubahan, belajar menerima kenyataan dan masa kini bersama Tuhan dengan hati iklas, bersyukur dan bersukacita. Mengolah kehilangan dan kesedihan, membawa kerinduan dan rasa sepi kepada Tuhan yang selalu dekat. Mengampuni dan berdamai, dengan melepasakan beban masa lalu, mengampuni sesama dan diri sendiri untuk kedamaian dan sukacita batin.

Sesi ketiga,   dalam keluarga bisa memberikan rasa damai melalui doa, kesabaran, pendengar yang baik dan nasihat bijak tanpa menghakimi, dalam Gereja menjadi pendoa yang setia, mendukung generasi muda dan meyakinkan bahwa iman bertahan sepanjang hidup. Dalam masyarakat membawa keramahan, kepedulian sederhana, sapaan halus dan keteladan hidup rukun di Lingkungan. Menjadi terang, menyalakan harapan di tengah keluarga, Gereja dan sesama.Terang tidak harus besar, terang Kristus terpancar melalui perkataan yang menguatkan, doa yang tak putus, pengampunan tulus serta senyuman yang membawa sukacita bagi mereka yang sedang berduka atau kesepian. Sesi keempat, para Ibu Warakawuri KAPal diutus menjadi pembawa kedamaian keluarga, penjaga tradisi bagi anak-cucu dan dengan pengharapan membawa serta menyerahkan seluruh masa depan keluarga ke dalam tangan kasih Tuhan.

Ada aktivitas dan komitmen dalam retret, yaitu : Menghitung rahmat (menuliskan lima rahmat utama Tuhan dalam hidup dan mengucap syukur atas setiap perjalanan pengalaman yang telah kutempuh. Menyerahkan beban (menulis kekhawatiran, kesedihan dan luka batin, lalu mempercayakan sepenuh hati ke dalam tangan Allah. Garam kehidupan (menemukan dan mengenali kebijaksaaan dan keteladanan yang kumiliki yang telah/akan kepada anak dan cucu dan sesama lainnya. Lilin harapan, menyalakan lilin sebagai komitmen membawa harapan, kedamaian, syukur dan sukacita di tengah keluarga, Gereja dan bagi sesama.

Kegiatan retret PWK Santa Monika Koodinasi Cabang Keuskupan Agung Palembang diisi dengan sharing kelompok, presentasi, senam bersama, ice breaking dan malam keakraban dengan anggota PWK Santa Monika.

Leave a Reply


8 + 5 =