PALEMBANG – Bulan Oktober bagi umat Katolik merupakan bulan yang istimewa dikenal sebagai bulan Rosario merupakan momen istimewa untuk menghormati Santa Perawan Maria dan berdevosi. Umat Paroki Santo Yoseph Palembang membuka bulan Rosario dengan mengadakan perarakan patung Bunda Maria, Kamis 1 Oktober 2026 pukul 17.30 Wib. Dalam pengantarnya Yohanes Suwarto, Koordinator Bidang Liturgi menyampaikan, hari ini kita bersama-sama melangkah masuk pada bulan Oktober, Gereja memberikan kesempatan secara khusus berdevosi, menapaki iman kita, Kristus bersama Bunda, Bunda Maria teladan iman yang setia, Ia menyimpan segala perkara dalam hatinya dan selalu membawa anak-anaknya kepada Yesus Sang Putra. Melalui Rosario ini mari kita satukan niat doa dan seluruh pergumulan hidup kita masing-masing serta menyerahkannya kepada perantaraan Bunda Maria untuk kemudian dihantarkan kepada Sang Putra sampai kepada hadirat Allah Bapa di surga.
Perarakan patung Bunda Maria diawali dari Taman Maria Bunda Hati Kudus Yesus menuju ke dalam Gereja Santo Yoseph Palembang sambil mendaraskan doa Rosario, diawali oleh Misdinar, kemudian Prodiakon yang membawa patung Bunda Maria, para Suster, HK memimpin doa Rosario, anak-anak Sekolah Minggu dan kelompok kategorial (Kerahiman Ilahi, Wanita Katolik RI, PD. Yoseph, Legio Maria, GIM, OMK, Simeon, PWK Santa Monika dan Tim Devosi Santo Yoseph) bertugas membawa patung Bunda Maria kecil, gambar Bunda Maria, lilin dan bunga mawar. Setelah sampai di dalam Gereja Santo Yoseph Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo memberkati dan mendupai patung serta gambar Bunda Maria. Kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD, Hyginus Gono Partowo didampingi oleh RD. Gading Johannes Sianipar dan RD. Chanel Doroteus Odjan Soge.
Sementara itu dalam homilinya Romo Gono mengingatkan, memasuki bulan Rosario, Gereja mengajak kita untuk kembali kepada sebuah doa yang sederhana, tetapi memiliki kedalaman yang luar biasa. Doa Rosario, Rosario bukan sekedar mengulang salam Maria. Rosario adalah perjalanan iman menuju pada Yesus bersama Maria untuk semakin dekat dengan Yesus. Setiap putir Rosario yang kita pegang mengingatkan kita bahwa hidup kita pun terdiri dari banyak butir kecil, ada sukacita, kesedihan, keberhasilan, kegagalan, harapan, pergumulan dan juga air mata. Maka bersama Maria membawa Kristus dalam kehidupan, kita renungkan bagaimana melalui doa Rosario bersama Maria mengajarkan kita untuk berhenti dan menghadirkan Tuhan. Kita hidup dalam dunia yang semakin sibuk, banyak suara berbicara kepada kita, entah suara pekerjaan, media sosial, masalah keluarga, masalah ekonomi, kecemasan dan berbagai tuntutan kehidupan.
Dalam Rosario kita belajar berhenti sejenak, kita mengucapkan salam Maria penuh rahmat, kalimat ini mengajak kita untuk kembali menyadari Tuhan hadir dalam hidup kita. Kadang-kadang kita tidak membutuhkan jawaban yang panjang, kita hanya membutuhkan hati yang tenang untuk menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Rosario menjadi sekolah keheningan. Dalam keheningan kita belajar mendengarkan suara Tuhan, berhenti sejenak, merenungkan dan mendengarkan suara Allah, Rosario membawa kita masuk ke dalam kehidupan Yesus. Rosario bukan terutama tentang Maria, melainkan tentang Kristus yang kita renungkan bersama Maria.
Dalam peristiwa-peristiwa Rosario mengajak kita untuk mendalami peristiwa-peristiwa Allah yang datang menjadi manusia. Salib dan pengorbanan Kristus, kebangkitan dan kemenangan kehidupan, pelayanan dan pewartaan Yesus. Maka setiap kali kita mendaraskan doa Rosario, sebenarnya kita sedang berkata. Tuhan izinkan aku melihat hidupku melalui kehidupanmu. Ketika kita sedang penderita, kita belajar dari Yesus yang memikul salib, ketika kita sedang kecewa, kita belajar tentang berharap, ketika kita mengalami keberhasilan, kita belajar bersyukur, ketika kita merasa takut, kita belajar percaya kepada Allah. Melalui doa Rosario, kita diajak untuk senantiasa berkata, Ya, seperti Bunda Maria, sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu.
Maria tidak mengetahui seluruh perjalanan hidupnya, ia tidak tahu semua kesulitan yang akan dihadapinya, tetapi Maria percaya inilah salah satu pesan terbesar dari doa Rosario. Iman bukan berarti kita mengetahui semua jawaban, iman berarti kita berani mempercayakan diri kepada Tuhan, meskipun belum mengetahui seluruh jalan yang akan kita tempuh. Banyak keluarga kita sedang menghadapi pergumulan, ada orang tua yang cemas terhadap masa depan anak-anaknya, anak yang sedang mencari arah hidup. Ada keluarga yang sedang mengalami persoalan ekonomi, pasangan suami istri yang sedang berjuang mempertahankan kesatuan keluarga, ada orang yang sedang sakit, kesepian, atau kehilangan harapan.
Pada awal bulan Rosario ini, marilah kita membawa semuanya kepada Tuhan melalui tangan Maria, bukan karena Maria menggantikan tempat Tuhan. Tetapi karena Maria selalu mengarahkan kita kepada Putranya, itulah inti devosi kepada Maria. Maria membawa kita kepada Yesus. Bulan Rosario adalah kesempatan untuk membangun kembali doa dalam keluarga. Saya ingin mengajak kita menjadikan bulan Rosario bukan hanya sebagai kegiatan di Gereja, tetapi sebagai gerakan doa dalam keluarga. Kalau memungkinkan setiap keluarga menyediakan waktu beberapa menit. Setiap hari berdoa bersama, berdoa Rosario, entah itu di rumah, di Taman Maria kita atau dalam Gereja. Yakinlah, bersama Maria kita diberikan kerendahan hati, kepasrahan dan keteguhan iman.







