Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

November 2, 2026
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

PALEMBANG – Umat Paroki Santo Yoseph Palembang memperingati Arwah Semua Orang Beriman, Senin 2 November 2026. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD Yohanes Bosco Sumisran pukul 12.00 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang.

Dalam homilinya Romo Misran mengatakan, hari ini kita merayakan Arwah Semua Orang Beriman, bukan sebuah perayaan duka atau sedih melainkan ungkapan iman yang teguh akan belas kasih Allah yang melampaui batas kematian. Hidup kita hanya dirubah bukan dilenyapkan begitu saja maka dalam kacamata iman Kristiani, kematian sekali lagi bukanlah akhir atau titik perhentian yang memusnahkan segalanya, ini perlu dipegang, diyakini dan  disyukuri. Kematian sejatinya adalah tanda koma, bukan titik.  Tanda koma karena ajaran iman kita, hidup, mati dan hidup abadi, tiga kata kunci ini mestinya sudah terpatri dan menjadi orientasi sekaligus fondasi bagi perziarahan kita, maka kita akan memperoleh hidup yang baru penuh dengan kekekalan.

Kehidupan abadi tidak seperti hidup di dunia fana ini, kehidupan kekal tidak seperti yang diharapkan oleh manusia semuanya mengalami kesucian dan kekudusan. Tidak ada lagi yang namanya dorongan-dorongan yang tidak sehat,  hal-hal yang mengikat dan membuat tak berdaya semuanya sudah lepas bebas. Hari ini kita bersama-sama berkumpul di rumah Tuhan untuk mendoakan arwah saudara-saudari kita, orang-orang yang kita cintai, pribadi-pribadi yang pernah berkenan di hati kita. Inilah momentum yang baik Kesempatan yang indah dan saat yang tepat, kalau tali kasih itu tidak akan pernah mudah putus dan tidak akan pernah berhenti karena kasih sejatinya adalah Allah sendiri. Kasih itu dianugerahkan, dipercayakan kepada kita masing-masing, meskipun secara fisik, biologis dan ragawi.

Kita terpisah akan tetapi secara iman, secara badaniah kasih itu tidak akan pernah mati, tidak akan pernah pudar dan selalu menggerakkan, membantu sekaligus menumbuh suburkan sikap-sikap dengan hal-hal yang utama, harapan merupakan keutamaan iman kita, iman kasih atau harapan iman dan kasih. Tiga pilar ini tak bisa dipisahkan, tiga keutamaan ini senantiasa mewarnai bahkan menjadi fondasi bagi perziarahan dan kehidupan kita. Pernyataan yang memberikan kelegaan sekaligus nuansa yang menjadikan kita semakin beriman kokoh, beriman tangguh dan semakin beriman mengandalkan kuasa Allah sendiri.

Dalam Katekismus Gereja Katolik ditekankan bahwa yang kita mohonkan belas kasih Allah selama bulan November ini  mereka yang meninggal dalam kondisi tidak berahmat orang Katolik ataupun yang pernah mengikut kristus, meninggal karena belum menerima Sakramen Rekonsiliasi dan setelah sakramen rekonsiliasi Yang bersangkutan mendapatkan perminyakan dan disempurnakan dengan menerima Tubuh dan Darah Kristus. Inilah yang diajarkan Gereja bahwa meninggal dalam keadaan berahmat. Tetapi Tidak semua orang meninggal dalam keadaan ideal seperti itu , maka inilah momentum yang baik, kesempatan yang indah supaya para arwah yang masih dalam proses pemurnian tepatnya di api pencucian atau di Pulgatorium dengan doa, iman, harapan dan kasih yang Allah anugerahkan dan percayakan dalam hidup kita sehingga mereka dimurnikan dan mendapatkan indulgesi atau pengampunan yang penting.

Kasih Tuhan Yesus lebih kuat daripada kematian maka siapapun yang percaya kepadanya tidak akan ditolak melainkan diterima kedalam pelukan kasih yang abadi. Maka Yesus datang bukan untuk menghukum melainkan untuk menyelamatkan. Setiap orang yang memandang Allah dan percaya kepadanNya memperoleh hidup yang kekal dan pada akhir zaman akan dibangkitkan oleh Tuhan Yesus, j Janji dan jaminan ini menjadi dasar iman kita. Kematian sekali lagi bukan akhir melainkan pintu masuk menuju kehidupan baru, kehidupan kekal kehidupan abadi bersama dengan Allah. Berdasarkan kasih dalam Kristus Kita bersama-sama tetap terhubung dengan mereka yang telah mendahului kita dengan tali kasih.

Sepanjang hari ini Allah mengajak kita untuk menatap hidup dengan penuh iman, setiap penderitaan, kehilangan dan dukacita menjadi kesempatan untuk semakin memperdalam akan penyerahan diri kita. Janji Tuhan sendiri Ia menyertai kita, menuntun kita melewati  lembah kematian menuju kehidupan yang kekai. Maka dengan mengenang arwah orang beriman yang kita rayakan atau kita peringati bukan sekedar nostalgia, mengingat-ingat masa indah melainkan juga pernyataan iman akan kasih Allah yang menembus dan menghidupkan kita. Mari kita mohon rahmat Tuhan semoga doa harapan iman dan kasih kita hari ini membantu para arwah untuk menggapai kehidupan abadi.

Leave a Reply


1 + 6 =