Misa Arwah Komunitas PWK Santa Monika KAPal

November 5, 2026
Misa Arwah Komunitas PWK Santa Monika KAPal

PALEMBANG – Sebanyak sembilan puluh lima anggota Perhimpunan Warakawuri Katolik PWK) Santa Monika Koordinasi Cabang-Cabang Keuskupan Agung Palembang mengikuti Misa Awah untuk mengenang suami dan anggota keluarga yang sudah meninggal. Misa Arwah dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen KAPal sekaligus Pembimbing Rohani PWK Santa Monika  di Pemakaman Taman Getsemani Charitas Palembang, Kamis 5 November 2026 pukul 10.00 Wib.

Dalam homilinya Romo Kris mengatakan, walaupun kita setiap tahun  diajak untuk mengenang sosok pribadi yang pernah bersama-sama dengan kita, lalu kita iajak juga untuk melihat kondisi saat ini.  Tiga jalan kehidupan kita, masa lalu sudah lewat, kita hidup sekarang dan  mengukur diri.  Yang berkenan pada Tuhan adalah keutamaan hidup yang selaras dengan kehendak Tuhan. Artinya kerendahan hati itu yang utama, harta yang besar dan luar biasa. Kelemah lembutan, kemurahan hati dan  kesabaran.  Kita refleksi  apa saja luka masa lalu, sikap kita yang mungkin belum berdamai dengan masa lalu, masih banyak daftar dendam dan kebencian, kita bongkar supaya kedepan mulai menghitung hari-hari kematian.

Semakin menata diri menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan, kita mengenang saudara-saudara yang sudah mendahului dan kita  percaya apapun dan siapapun dia adalah orang-orang yang berkenan kepada Tuhan. Karena Tuhan sudah memberikan kesempatan untuk hidup dan sudah memberikan kesempatan melalui iman kita bahwa menikmati sukacita kekal di surga. Tinggal kita juga mohon rahmat khusus yang masih melanjutkan hidup, kita tidak tahu kapan kita semua akan selesai tapi kita dipanggil untuk bagaimana menjalani hidup bukan bagaimana saya mati. Tapi sekarang bagaimana saya hidup yang berkenan kepada Tuhan bukan hanya sekedar harta yang manusiawi tapi harta yang berkenan kepada Tuhan.

Sementara itu Ketua PWK Santa Monika Koordinasi Cabang-Cabang Keuskupan Agung Palembang, Ruth Biarsi menyampaikan, syukur puji Tuhan kita diperkenankan bertemu, berkumpul di tempat ini dalam rangka mendoakan arwah para suami dan orang tua kita yang telah dipanggil Tuhan mendahului kita semuanya. Saya merasa khotbah Romo sungguh menyentuh hati, karena kita terketuk hati  untuk menyadari bahwa hidup di dunia ini tidak lama lagi. Jadi kita menyadari bahwa kondisi kita sekarang ini memang sudah tidak muda lagi. Jadi Ibu-Ibu semua juga merasakan alangkah baiknya kalau kita mengisi sisa hidup yang tidak lama lagi ini dengan hal-hal yang positif yang berguna bagi saudara-saudara, teman-teman yang ada di sekitar kita. Kita mempersiapkan diri kita untuk masa yang akan datang. karena hal itu pasti, tidak mungkin tidak kita harus hadapi dan  diingatkan supaya kita selalu berjaga-jaga.

Pada kesempatan ini Romo Kris juga mengucapkan terima kasih untuk kebersamaan kita pada hari ini, tetap semangat Ibu-Ibu untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya dan ini bagian dari tradisi baik setiap tahun, untuk bisa bersama dalam rangka peringatan arwah orang beriman, peringatan arwah orang-orang yang pernah hidup bersama dengan kita dan semoga doa-doa kita berkenan kepada Tuhan.

Leave a Reply


1 + 3 =