PALEMBANG, SONORA
Rabu 8 Juli 2015 merupakan hari yang bersejarah untuk Diakon Yunus Sirilus
Andrianto yang ditahbiskan menjadi imam diosesan dalam misa kudus yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr.Aloysius Sudarso, SCJ di gereja Santo Yoseph Palembang mulai pukul 17.30 WIB. Diakon Yunus, kelahiran Sidorahayu 29 Maret 1985, merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara yang berasal dari Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut, putera pasangan Bapak Petrus Jaiman dan Ibu Monika Poniyem.
Perjalanan panjang dilalui diakon Yunus Sirilus Andrianto sebelum ditahbiskan menjadi imam diosesan yang memulai pendidikan di SD Negri Unit V Sugih Waras, Jalur 16 (1992-1997) dan
SD Negeri No.2 Purwodadi Air Sugihan, Jalur 20 (1997-1998), dilanjutkan ke SLTP Santo Louis Sumber Makmur, Jalur 20 (1998-2001) dan SMK Xaverius Belitang (2001-2004), Rhetorica Seminari Santo Paulus Palembang (2004-2006). Kemudian menjalani tahun orientasi rohani di Santo Markus Pematang Siantar (2006-2007), Studi Filsafat Di STFT Santo Yohanes Pematang Siantar (2007-2011), dilantik menjadi Lektor Akolit tanggal 22 Februari 2010 setelah itu melanjutkan studi teologi di STFT Santo Yohanes Pematang Siantar (2012-2014), menjalankan tahun orientasi pastoral di Paroki Santo Paulus Muaro Bungo (2011-2012) dan penpes di Paroki Santa Maria Assumta Mojosari (2014).
Misa tahbisan ini imam dihadiri oleh kurang lebih 100 pastor, frater, suster, bruder, panti asuhan pasang surut, keluarga besar Bapak Petrus Jaiman, dewan pastoral Paroki Santa Maria Assumta Mojosari, umat Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut, Alfonsus Supardi Pembimnas Katolik K
ementerian Agama Propinsi Sumatera Selatan, para undangan dari dewan pastoral Paroki Santo Yoseph Palembang dan umat di Keuskupan Agung Palembang. Seluruh umat mengikuti rangkaian prosesi tahbisan imam dengan hikmat yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Dalam kesempatan ini diakon Yunus juga sempat melakukan sungkeman dengan kedua orang tuanya untuk meminta restu sebelum ditahbiskan menjadi imam.
Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ menyatakan : ” Romo Yunus merupakan imam ke 9 dari Paroki Allah Maha Murah Pasang Surut dan nanti akan bertugas di Paroki Trinitas Bangun Sari Belitang.” 
Bapak Margono dalam kata sambutannya mewakili keluarga besar Bapak Petrus Jaiman dan Ibu Monica Poniyem dari Pasang Surut menyampaikan pesan wasiat untuk Romo Yunus Sirilus Andrianto, Pr : ” Jadilah pastor yang tidak membeda-bedakan umat yang satu dgn umat yg lain, menjadi pastor yang selalu sederhana bersama umat, menjadi pastor dengan kekuatan bersama Tuhan agar mampu menyelamatkan umat semuanya dan keluarga juga menyerahkan dengan sukacita, hati yang gembira dan rela kepada Mgr Aloysius Sudarso, SCJ.”
Romo Yunus mendapatkan tahbisan diakon ke 8, tahbisan imam ke 28 dan menjadi imam diosesan ke 38 yang tertarik menjadi imam ketika kecil tinggal di panti asuhan pasang surut dan tergerak hatinya ketika melihat kehidupan Romo Abdi. Dalam kesempatan ini Romo Yunus mengu
capkan terima kasih atas dukungan kedua orang tuanya dan bangga menjadi anak panti asuhan. Tak lupa juga meminta kepada seluruh pastor agar terus membimbing dan menegur jika salah serta menerima dirinya bisa bergabung bersama para pastor lainnya.
Pembimbing Masyarakat Katolik Kementerian Agama Propinsi Sumatera Selatan, Bapak Alfonsus Supardi mengatakan ” Semoga Tuhan selalu melimpahkan berkatnya kepada Pastor Yunus agar tetap setia dalam mengemban tugas-tugas pelayanan terhadap umat yang dipercayakan kepadanya dan umat Katolik siap bekerjasama dan mendukung tugas-tugas pelayanannya .”
Dalam kesempatan ini juga diserahkan tanda kasih dari umat Katolik berupa peralatan misa sebagai alat yang utama menjadi imam dalam melaksanakan pelayanannya. Rangkaian acara seremonial diakhiri dengan santap malam bersama, ramah tamah dan hiburan.
Sumber : Endah (Radio Sonora Palembang, FM 102,6)


