UNIO adalah wadah persaudaraan imam-imam diosessan, untuk tingkat Internasional UNIO Apostolik, sekretariatnya di Roma, untuk tingkat nasional UNIO Indonesia (UNINDO) dan di masing-masing keuskupan, ada UNIO Keuskupan. Rm. Simon Margono, Pr merupakan Ketua Unio keuskupan Agung Palembang menyatakan “ Anggotanya saat ini ada 34 orang dan kegiatannya setiap 3 bulan smengadakan pertemuan rutin dan setiap 1 tahun mengadakan retret bersama serta pertemuan-pertemuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Hari Kamis 4 Juni 2015 berlangsung misa pembukaan launching Unio Indonesia di Gereja Santo Yoseph Palembang pukul 17.30 WIB dipimpin oleh uskup agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ yang dihadiri oleh seluruh umat di keuskupan agung Palembang, pengurus Unio Indonesia, anggota unio keuskupan agung Palembang dan tokoh umat katolik.
Uskup Agung Palembang, Mgr.Aloysius Sudarso, SCJ mengharapkan agar seluruh umat katolik untuk mendukung karena imam diosesan adalah mereka yang bersedia seumur hidup memberikan pelayanannya bagi wilayah ini dan mereka siap untuk memberikan diri dengan segala tantangannya.
Paguyuban persaudaraan Imam Projo Indonesia (Unio Indonesia) setiap 3 tahun mengadakan Musyawarah Nasional dan Munas Unio ke XI akan dilaksanakan pada bula Mei 2017 di Keuskupan Agung Palembang. Palembang dipilih karena anggota unio Indonesia ingin belajar dan melihat lebih dekat Keusukupan Agung Palembang karena umat katolik yang terpencar di tengah-tengah umat beragama lain tersebar di 3 propinsi. Unio Indonesia ingin belajar bagaimana cara umat membangun persaudaraan sejati dengan umat beragama lain dan bagaimana gereja Keuskupan Agung Palembang bisa hadir di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama muslim. Diperkirakan sebanyak kurang lebih 350 s/d 400 imam diosessan menghadiri acara ini yang berasal dari 37 keuskupan di Indonesia.
Tema yang diambil dalam MUNAS UNIO KE XII, yaitu : “ Imam Berbau Domba “ Imam diosesan sehati sejiwa bersama umat membangun gereja yg beriman, mandiri dan missioner.
Tema ini lebih merupakan perwujud nyataan yang disampaikan Paus Fransiskus dalam surat apostoliknya “ sukacita injili “, bagaimana karya misi gereja harus mulai dengan karya terbuka menjumpai umat dimana saja berada dalam situasi apa saja. Menjumpai umat dlm pergumulan mereka, apa yg menjadi sukacita mereka, kegembiraan, harapan, berjumpa dan merasakan kebersamaaan. Ini bisa terjadi jika imam projo dekat dengan umatnya.
Munas dilaksanakan sebagai ajang bagi imam projo seluruh Indonesia berkumpul bersama untuk mendiskusikan apa yg menjadi keprihatinan dalam kaitannya dengan tugas-tugas perutusan gereja melalui para imam khususnya imam projo.
Ketua Unio Indonesia, Romo Siprianus Hormat, Pr mengatakan : “ Jumlah imam diosessan per Oktober 2014, 2008 org, tersebar di 37 keuskupan di seluruh Indonesia, jumlah ini sangat tidak signifikan karena wilayah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke “.
Dalam kesempatan ini Romo Siprianus mengharapkan agar kegiatan unio Indonesia mendapat dukungan penuh dari Bapak uskup dan umat karena imam ada hanya mempunyai arti jika ada umat. Imam projo akan bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu sehingga pelayanan gereja indonesia bisa mencukupi.
Setelah misa dilanjutkan dengan acara launching Unindo 2017 di halaman gereja Santo Yospeh Palembang. Rangkaian acara diisi dengan kata sambutan dari Ketua Unindo Indonesia, Romo Siprianus Hormat, Pr, Romo Simon Margono, Pr ketua Unio Kapal dan Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ. dilanjutkan dengan persembahan tarian dari SDK Frater Xaverius 2 Palembang.
Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pengukuhan panitia munas unio 2017 yang diketuai oleh Romo Laurentius Rakidi, Pr dan juga diberikan bantuan operasional untuk kegiatan Munas Unindo 2017 sebesar 100 juta rupiah
Acara dihadiri oleh uskup agung Palembang, para romo, suster, frater serta seluruh umat di keuskupan agung Palembang berlangsung dengan meriah dan diakhiri dengan santap malam bersama.
Sumber : Endah (Radio Sonora Palembang, FM 102,6)


