Gunakan Media Sosial Dengan Bijaksana dan Hati Nurani

October 20, 2016
Gunakan Media Sosial Dengan Bijaksana dan Hati Nurani

 sarasehan-7                    sarasehan-8                                sarasehan-9
Materi Dr.Ir. Hendro               Ketua Bimas Katolik, Alfonsus Supardi     Endro, Penanya dari Pemuda Katolik

Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Palembang bekerjasama dengan PT. Kanisius, Penerbit dan Percetakan  mengadakan sarasehan umat dengan tema : Media  sebagai sarana pewartaan, hari Rabu 19 Oktober 2016 pukul 19.00 sampai selesai di PT. Kanisius, Jl. Lintas Barat Sukabangun 2 Palembang.  Sebanyak 73 orang hadir dalam sarasehan terdiri dari biarawan-biarawati, tenaga pendidik, pengurus lingkungan, pengurus wilayah, komunitas orang tua bahagia, bimas Katolik, PMKRI dan Pemuda Katolik.

Dalam kata sambutannya Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Palembang,  Dr. Janto Chandra mengharapkan agar para peserta bisa mengetahui lebih dalam apa itu fungsi media, apa itu media dan lain-lain. Dengan perkembangan dunia yang luar biasa kadang-kadang kita gagap menghadapinya,  malah sering terjadi kita diperbudak oleh media sosial, berita di media sosial  begitu banyak dan kita tidak tahu apakah berita itu betul atau tidak , itu yang harus kita waspada, melalui sarasehan ini diharapkan ada cara agar bisa membantu kita mengantisipasi hal tersebut.

 sarasehan-6        sarasehan-4                   sarasehan-5
Dr. Ir.Hendro Setiawan                Rm. E. Azizmardopo S, SJ             Ketua Kerawam KAPal, Dr.Janto Chandra

2 orang pembicara yang hadir dalam acara ini, yaitu  :  Dr. Ir. Hendro Setiawan, MM (Penulis, pengusaha) dan Romo E. Azismardopo S, SJ (Direktur PT. Kanisius, Penerbit dan Percetakan Yogyakarta, wartawan Majalah Hidup).

Dr. Hendro menyampaikan materinya tentang  :  Peran buku dalam proses iman Katolik dewasa ini, masih relevankah ?

Manusia butuh proses kesadaran, pengetahuan saja tidak cukup. Media online mudah diakses dan hanya memberikan sifat yang informatif, dangkal, instan dan tidak bisa dipercaya, sifatnya pragmatis, populis hanya untuk tujuan kepentingan diri. Sementara media cetak masih sangat dibutuhkan karena sudah terpercaya, membaca tidak bisa instan, masih dibutuhkan media cetak yang mudah diakses,  buku  harus terjangkau dan mudah didapatkan. Kita harus punya kesadaran untuk menumbuhkan minat membaca buku  karena buku bisa membantu orang untuk proses berefleksi, meneliti diri sendiri.

 sarasehan-3        sarasehan-2        sarasehan-1

Peserta sarasehan umat

Sementara itu Rm. Azis mengatakan “ Gereja Katolik selalu menjaga tradisi maka dogma itu bukan instan, mestagogi mulai dari baptis sampai pernikahan, liturgi dan sakramen tidak ada yag instan. Gereja Katolik berperan dalam perkembangan media dari dulu sampai sekarang dan media sosial bisa digunakan semaksimal mungkin untuk pewartaan, di satu sisi harus bijaksana, gunakan akal budi dan hati nurani “.

Selain materi yang cukup menarik peserta juga diajak untuk berdiskusi dan ada  5 orang yang mengajukan pertanyaan  dari PMKRI, Pemuda Katolik, suster dan awam. Dalam kesempatan ini  Alfonsus Supardi, Ketua Bimas Katolik Propinsi Sumatera Selatan  mengatakan “ Kehidupan kita yang sekarang ini tidak bisa terlepas dari persoalan media dan salah satu pertemuan seperti ini juga menjadi  media untuk saling menyampaikan hal-hal penting yang dapat membangun kehidupan kita sebagai orang Katolik.  Bimas Katolik menyambut baik kegiatan ini, tidak semua orang tertarik dengan media online  dan media cetak tidak akan hilang karena sudah ada pasarnya sendiri “.

   sarasehan-11          sarasehan-10          sarasehan-12

Sr. Marcela, HK                                 Rey dari PMKRI                                Sr. Edith, FCh

Leave a Reply


7 + 5 =