55 Anak Menerima Rahmat Kekuatan Allah

June 23, 2019
55 Anak Menerima Rahmat Kekuatan Allah

Bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus sebanyak 55 anak menerima Komuni Pertama di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu 23 Juni 2019 pukul 08.30 Wib. Perayaan dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang RD. Laurentius Rakidi didampingi oleh RD. Markus diawali dengan penyerahan anak-anak yang akan menerima komuni pertama oleh Sr. Louise, HK salah satu Pembina Komuni Pertama kepada RD. Laurentius Rakidi. Setelah melalui pembinaan selama 5 bulan mulai bulan Februari sampai Juni 2019 maka hari ini merupakan hari yang sangat penting bagi perkembangan iman anak-anak yang sudah diperkanankan untuk menerima komuni pertama.

Dalam homilinya RD. Laurentius Rakidi mengatakan Ekaristi sebagai korban dimana Kristus mengorbankan dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia supaya manusia memperoleh kehidupan kekal. Roti dan Anggur digunakan sebagai sarana untuk menyalurkan kekuatan dan rahmat dari Allah sendiri. Melalui mukzizat penggandaan roti ini sebenarnya mau ditegaskan bahwa Allah tahu akan kebutuhan manusia yang tidak mampu dipenuhi oleh kekuatan manusiawi, yaitu : kebutuhan rohani, tidak kelihatan dan hanya bisa dipenuhi dalam relasi dengan Allah sendiri.

Allah mau memberikan makanan yang sejati kepada umatNya, Yesus sungguh-sungguh mengorbankan diriNya supaya menjadi makanan bagi kita semua, menjadi makanan rohani bagi yang percaya kepadaNya supaya kita bisa memperoleh kehidupan yang sejati dan kekal. Rahmat Allah akan menyempurnakan kodrat manusia, melalui Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini dan kita diajak menyadari kembali bahwa kita membutuhkan kekuatan dari Allah untuk menyempurnakan kodrat manusiawi supaya kita yang lemah ini semakin hari berkembang semakin baik dan sempurna.

Melalui aneka macam tindakan Sakramen Allah menawarkan kekuatan kepada kita supaya menjadi bekal bagi perjalanan hidup kita dan semakin hari kita menjadi semakin sempurna khususnya melalui Sakramen Ekaristi dan mencapai kesempurnaan bersama Bapa di surga. Menyadari bahwa kita butuh kekuatan rohani dari Allah maka setiap kali kita diajak untuk mencari kekuatan dan berkembang semakin sempurna maka kita juga harus berusaha untuk memberi makanan rohani bagi diri kita melalui undangan untuk merayakan Ekaristi sesering mungkin. Melalui Perayaan Ekaristi inilah saat-saat rahmat yang diberikan oleh Tuhan supaya kita mendapkan kekuatan rohani, supaya kita bertumbuh dan berkembng dalam rahmat Tuhan yang bisa mengantar kita untuk sampai pada kesempurnaan.

Mari kita gunakan tawaran rahmat Allah yang diberikan kepada kita khususnya melalui Perayaan Ekaristi dimana Kristus memberikan Tubuh dan Darahnya untuk kita semua supaya mendapat kekuatan rohani yang mampu membimbing kita, memberikan pencerahan, peneguhan dan akhirnya kita bisa hidup sesuai dengan kehendak Allah dan kita sampai kepada kebahagiaan yang dijanjikan oleh Allah.

Khusus bagi anak-anak yang akan menerima komuni untuk pertama kalinya RD. Rakidi mengharapkan agar menerima kesempatan ini dengan penuh sukacita dan syukur bahwa anak-anak diberikan kesempatan untuk menerima rahmat dari Allah. Dengan menerima komuni sejak dini supaya anak-anak menjadi terbiasa untuk mendapatkan kekuatan dari Allah dan bisa mengembangkan dirinya. Anak-anak terkondisi untuk mendapatkan rohani yang bisa membawa bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi-pribadi Kristiani yang berkualitas dan bermutu berkat persatuan dengan Kristus.

Ketika sudah diperkenankan untuk menyambut Tubuh Kristus akan membuat anak-anak semakin rajin mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu, Perayaan Ekaristi di sekolah dan di Lingkungan. Jika ada kesempatan untuk merayakan Ekaristi diharapkan anak-anak ikut serta dan mengikuti Perayaan Ekaristi dengan baik, tidak ngobrol di Gereja, harus sungguh-sungguh dengan suasana tenang dan fokus, tidak boleh main-main dan tidak boleh bertindak semena-mena dengan Sakramen. Maka kalau sudah menerima komuni anak-anak harus sungguh-sungguh menghargainya, menerima dan menelan dengan baik serta penuh hormat.

Dengan menyambut Tubuh Kristus harus membawa perubahan dalam hidup anak-anak menjadi penyemangat untuk menjalani hidup dengan baik, bersikap hormat kepada orang tua dan teman. Diharapkan anak-anak sungguh mengikuti apa yang diajarkan oleh Kristus dan harus membuat Kristus betah tinggal di dalam diri anak-anak dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, rajin berdoa, belajar dan membantu orang tua supaya Yesus memberkati dan melindungi.

Bagi para orang tua setelah anak-anak diperkenankan menerim komuni tetap harus memberikan bimbingan, arahan, mengingatkan, menasehati dan mengajak untuk sesering mungkin mengikuti Perayaan Ekaristi supaya anak-anak bertumbuh dan berkembang dalam iman Kekatolikan secara rohani.

Prosesi penerimaan Komuni Pertama dipimpin oleh RD. Laurentius Rakidi didampingi RD. Markus, anak-anak menerima komuni 2 rupa yaitu : Tubuh dan Darah Kristus. Satu persatu anak-anak maju ke depan dan RD. Rakidi mencelupkan Hosti ke dalam Anggur. Kemudian RD. Rakidi mengucapkan Tubuh dan Darah Kristus, lalu anak-anak menjawab : Amin, lalu Hosti diberikan kepada anak-anak dengan menjulurkan lidahnya dan RD. Rakidi meletakkan Hosti tersebut dan anak-anak menelannya.

Seusai penerimaan komuni pertama, rangkaian acara dilanjutkan dengan perayaan syukur di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang. Dalam kesempatan ini Ketua Panita Perayaan Billy Jaya mengucapkan terima kasih rangkaian acara sudah berjalan dengan lancar ada 55 anak yang mengikuti tetdiri dari 54 anak dari Palembang dan 1 anak dari Bandung. Billy Jaya juga menyampaikan laporan pengeluaran dari rangkaian acara penerimaan komuni pertama mulai rekoleksi sampai dengan perayaan syukur dan masih ada sisa dana yang digunakan untuk membeli rosario serta buku Puji Syukur nantinya akan dibagikan kepada anak-anak.

Sementara itu RD. Laurentius Rakidi dalam sambutannya mengatakan makanan yang kita terima dalam Perayaan Ekaristi walaupun secara fisik tidak mengenyangkan tetapi itu menjamin kehidupan kita yang akan datang maka bersyukurlah anak-anak boleh menyambutnya. Terima kasih kepada orang tua yang telah mendukung anak-anak untuk bisa menerima komuni pertama yang merupakan salah satu bagian dari tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya pada waktu menerima Sakramen Perkawinana yang berjanji untuk mendidik anak-anaknya secara Katolik dan sudah menepati janjinya.

Acara perayaan syukur penerimaan komuni pertama diakhiri dengan foto both bersama keluarga masing-masing, setelah itu satu persatu anak-anak mendapatkan rosario serta buku Puji Syukur dan menikmati santap siang bersama.

Leave a Reply


1 + 3 =