Umat Paroki Santo Yoseph Palembang merayakan Perayaan Hari Raya Hati Kudus Yesus Yang Maha Kudus dalam Perayaan Ekaristi, Jumat 28 Juni 2019 pukul 18.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Avien didampingi oleh RD. Markus dan RD. Stefanus Surawan.
RD. Avien dalam homilinya mengatakan penggembalaan umat Allah diserahkankepada para Rasul, utusan-utusan baru yang didampingi oleh Roh Kudus. Gembala Agung ini memberikan suatu dasar yang kokoh bagaimana umat Allah digembalakan untuk mengarungi zaman, peziarahan didunia ini, yakni dengan memberikan hatiNya yang terluka supaya menjadi terbuka dan ditunjukkan secara melimpah dan agung dalam karya penebusanNya ketika Dia wafat di kayu salib. Hati yang terluka dan terbuka itulah yg kemudian mengalirkan banyak rahmat, menjadi sumber rahmat dan sumber anugerah yang bermuara pada sumber keselamatan bagi semua orang yang menerimanya.

Hati yang terluka supaya terbuka pada kita yang seringkali menusukkannya dengan tombak kemalasan kita, kerendahan hati untuk saling mengampuni, keterbatasan kita untuk berbuat baik kepada org-orang yang dipercayakan kepada kita bahkan mungkin di tengah keluarga sendiri yang harusnya itu menjadi sesuatu yang normal, wajib dan keharusan. Yesus sendiri menyebut sebetulnya tidak ada nilai kita saling mengasihi antar saudara karena nilai, kelebihan, jasa, upah kita di surga ketika kita bisa melakukan kasih kepada orang-orang yang memang sulit kita kasihi, mereka yang adalah musuh kita, mereka yang pernah melukai hati kita dan mereka yang pernah membeci kita atau mengharapkan celaka kita.
Karya penebusan Kristus dengan taat sampai mati di kayu salib menjadi sebuah prasyarat yang paling layak dan pantas untuk menebus kita manusia yang berasal dari hatiNya yang penuh belas kasih sehingga ketika kita melihat Yesus, melihat wajahNya kita merasakan wajah belas kasih Allah sendiri yang hadir di tengah kita manusia. Lewat hati Kristus yang paling layak dan pantas untuk menjadi karya penebusan bagi dosa-dosa dan kita melihatnya sebagai hati yang penuh dengan kasih yang tanpa batas, mencurahkan cinta sehabis-habisnya, itulah bentuk penggembalaan yang paling agung yang bisa memimpin umat kepada keselamatan. Kita semua dipanggil untuk belajar dri hati sang gembala yg agung yakn kristus sendiri.

Pada hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus kita bisa melaksanakan cinta kasih yang semestinya sudah diteladankan oleh Gembala Agung kita yang kemudian menjaga dalam peziarahan kita, jangan sampai kita lengah, ingkar dan menyimpang dari jalan yang sudah ditentukanNya. Sumber rahmat dan sumber keselamatan mengalir dalam rupa darah dan air yang kemudian menjadi Sakramen-Sakramen Gereja yang mengantar kita untuk memperoleh hidup yang kekal terutama dalam Ekaristi. Tuhan menginginkan agar setiap rahmat yang mengantar kita pada keselamatan bisa kita sambut dengan gembira dan sukacita,
