Langkah Strategis KAPal Cegah Virus Corona

April 4, 2020
Langkah Strategis KAPal Cegah Virus Corona

Dalam upaya ikut mencegah penyebaran virus corona covid 19, Keuskupan Agung Palembang telah mengambil beberapa langkah-langkah strategis. Sekretaris Keuskupan Agung Palembang  RD. Guido Suprapto mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat  edaran yang ke- dua terkait upaya pencegahan serta penyebaran virus corona yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada saat ini.  Kami himbau kepada Umat Katholik agar tetap waspada, tetap optimis, dan jangan gelisah, sehingga kita bisa menentukan sikap dan prilaku seperti apa yang kita lakukan. Jangan ada presepsi atau menunjukkan bahwa kita menyederhanakan  upaya pencegahan, kita ikut dengan anjuran otoritas pemerintah dan juga mengajak Umat Katholik untuk menempatkan wabah corona virus adalah masalah bersama, serta melakukan pencegahan secara bersama sama dengan pemerintah.

Terkait kegiatan peribadatan atau kegiatan pastoral gereja Rm. Guido menghimbau kepada umat bahwa apabila sakit atau merasa gejala sakit agar tinggal di rumah dan tidak ikut dalam  perayaan. Kami meniadakan beberapa perayaan dan kegiatan pastoral yang selama ini berjalan, misal perayaan Ekaristi dilingkungan dan kegiatan kegiatan dilingkungan atau perayaan perayaan ekaristi dari komunitas kategorial ditiadakan, lalu Jalan Salib hari Jum’at ditiadakan, kemudian yang sifatnya pendampingan iman atau pengajaran, seperti persiapan komuni  pertama, katekumen dan sekolah minggu ditiadakan, ada cara lain yang  betul betul praktis dalam upaya mencegah penularan virus corona.

Rm. Guido mengatakan bahwa Keuskupan Agung Palembang sampai saat ini belum menempuh pilihan misa online atau live streaming namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa saja dilakukan, sambil mengikuti perkembangan, bukan harga mati tidak melakukan itu, jika itu sungguh sungguh menuntut, kita akan lakukan.  Misa Minggu tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan umum, misalnya : yang sakit tidak usah datang, ada petunjuk petunjuk praktis ,  air suci ditiadakan, kemudian salam damai dengan cara menjaga jarak, tidak harus bersalaman dan juga kolekte secara konkret bentuknya petugas kolekte saja yang mengedarkan ke umat, tidak semua umat, atau dengan cara memasukkan di pintu Gereja sebelum Ekaristi atau setelah perayaan ekaristi dengan mempertimbangkan tidak usah antri atau berdesak desakan. Hal seperti itu diatur untuk pilihan bahwa kita hari minggu masih menyelenggarakan  perayaan Ekaristi,

Leave a Reply


9 + 8 =