Perayaan Paskah 2020 Dirayakan Secara Live Streaming

April 4, 2020
Perayaan Paskah 2020 Dirayakan Secara Live Streaming

Setiap tahun, Paskah selalu dirayakan dengan mengambil tema tentang Kebangkitan Kristus. Tahun ini, Paskah juga merefleksikan tentang Kebangkitan Umat Kristiani di Tengah Masyarakat dan Bangsa yang Sedang Menderita.   Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ mengungkapkan, menjelang Paskah umat Katolik diajak untuk merenungkan sengsara Kristus melalui masa puasa. Situasi pandemi virus corona seakan memotong rangkaian masa puasa tersebut sehingga pertemuan-pertemuan tidak bisa dilaksanakan.

Uskup melihat, kondisi tadi mengakibatkan sejumlah kesulitan dalam persiapan Paskah tahun ini. Menyikapi situasi tersebut, stakeholder Katolik di Prov. Sumsel telah berkomunikasi dan menghasilkan inovasi dengan melakukan misa live streaming. “Minggu lalu, kami sudah komunikasi dengan umat, masyarakat, baik dalam acara misa, maupun yang lain, secara online live streaming seperti itu. Komunikasi yang dilakukan juga dengan mengikuti imbauan pemerintah soal pembatasan jarak untuk tidak berkumpul dan berada dalam kerumunan.

Menurut Uskup, umat Katolik memulai rangkaian pekan suci Paskah dengan Hari Raya Minggu Palma. Perayaan misa dilaksanakan secara live streaming.  Sabtu sore mulai. Kemudian, kita juga misa Minggu pagi-nya. Bila tidak sempat mengikuti misa live streaming yang disiarkan oleh Keuskupan Agung Palembang, umat Katolik bisa mengikuti misa live streaming dari Keuskupan Agung Jakarta yang juga disiarkan melalui layar televisi nasional, jam 9 dan jam 5 sore, kita persilahkan umat yang belum bisa ikut live streaming misa pada Sabtu sore atau Minggu pagi, ada juga live streaming dari KAJ yang bekerjasama dengan TVRI Nasional.

Minggu Palma, merupakan peringatan saat Yesus memasuki kota Yerusalem. Pada waktu itu, kedatangan Yesus ke kota Yerusalem, disambut umat dengan cara melambai-lambaikan palma.  Menurut Uskup, sebetulnya, palma merupakan tanda bahwa Yesus mulai masuk dalam kesengsaraan-Nya. Mulai di situlah. Walaupun disambut dengan sorak sorai melambaikan palma, tetapi di situ Yesus mulai minggu penderitaanNya, sampai wafatNya nanti. 

Setelah Hari Raya Minggu Palma, umat Katolik diajak untuk memasuki perayaan Tri Hari Suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.  Kamis Putih, menurut Uskup, menghadirkan peristiwa saat Yesus mengadakan perjamuan ekaristi yang pertama, mencuci kaki para murid,  dan mempersiapkan diriNya sebelum ditangkap oleh para serdadu.

Jumat Agung  merupakan peringatan untuk mengenangkan wafat Yesus Kristus. Umat Katolik diajak untuk merayakannya pada pkl. 15.00 wib .Penghormatan salib, pembacaan tentang kisah sengsara Yesus, Hari Jumat Agung. Kita mengenang Yesus yang wafat, untuk Malam Paskah,  umat diajak untuk merayakan Kebangkitan Tuhan. Acara di Keuskupan Agung Palembang dilaksanakan pada pkl. 19.00 – 20.30 wib. Perayaan Tri Hari Suci, ungkap Uskup, juga disiarkan secara live streaming, oleh pihak Keuskupan Agung Palembang. Sedangkan untuk nasional, umat bisa menyimaknya melalui live streaming Keuskupan Agung Jakarta, maupun yang disiarkan oleh media nasional seperti TVRI dan RRI.

Tapi, semua dilaksanakan dengan live streaming. Karena, kita tidak bisa berkerumun, tidak bisa berkumpul, untuk menghindari penyebaran wabah corona yang sedang ada dalam puncak-puncaknya.

Leave a Reply


1 + 7 =