Petugas Liturgi Sabtu-Minggu Tgl. 16-17 November 2024

November 11, 2024
Petugas Liturgi Sabtu-Minggu Tgl. 16-17 November 2024

Sabtu Sore
17.30 : Koor : PS. Rejoice Organis : PS. Rejoice
Tata Laksana : OMK Santo Yoseph Palembang

Minggu Misa I

06.30 : Koor : Putra Putri Altar Santo Yoseph Organis : Brigita
Tata Laksana : Lingkungan Santa Bernadeth

Minggu Misa II
08.30 : Koor : PS. Don Bosco Organis : PS. Don Bosco
Tata Laksana : Legio Maria

Minggu Misa III
17.00 : Koor : Lingkungan Santa Maria Ratu Rosario Organis : Sutris
Tata Laksana : Tim Bunga Santo Yoseph Palembang

Saran Lagu: PS : 422, 543, 618, 657, 658, 704, 851, 962.

Penanggalan Liturgi Minggu Ini

Minggu 10 November 2023 : Hari Minggu Biasa XXXII (H) 1Raj. 17:10-16 Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Ibr. 9:24-28; Mrk. 12:38-44 (Mrk. 12:41-44)
Senin 11 November 2024 : PW St. Martinus dr Tours (P) Tit 1:1-9; Luk 17:1-6
Selasa 12 November 2024 : PW St. Yosafat (M) Tit 2:1-8.11-14; Luk 17:7-10
Rabu 13 November 2024 : Hari Biasa (H) Tit 3:1-7; Luk 17:11-19
Kamis 14 November 2024 : Hari Bisa (H) Flm 7-20; Luk 17:20-25
Jumat 15 November 2024 : Hari Bisa (H) 2Yoh 4-9; Luk 17:26-37
Sabtu 16 November 2024 : Hari Bisa (H) 3Yoh 5-8; Luk 18:1-8
Minggu ke 3, 17 November 2024 : Hari Minggu Biasa XXXIII (H) Dan. 12:1-3; Mzm. 16:5,8,9

RENUNGAN (Mrk. 12:38-44) “Ketulusan dalam Memberi: Belajar dari Persembahan Janda Miskin

Markus 12:38-44 menampilkan dua tokoh kontras: para ahli Taurat yang mengejar kehormatan duniawi dan janda miskin yang menyerahkan segala miliknya dengan ikhlas kepada Allah. Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk berhati-hati terhadap mereka yang mencari pujian dan kehormatan tetapi mengabaikan keadilan. Di sisi lain, Ia memuji si janda miskin yang, walaupun sedikit, memberi dengan sepenuh hati. Sabda Tuhan ini mengajak kita menilai makna sejati dari persembahan dan pengorbanan. Persembahan sejati bukanlah tentang jumlah materi, tetapi tentang kualitas hati kita dalam memberi. Dunia seringkali terpesona oleh tampilan luar dan pujian, tetapi Allah melihat jauh ke dalam hati dan menilai ketulusan serta keikhlasan. Apa yang terlihat kecil di mata
manusia bisa menjadi persembahan besar di mata Allah ketika
disertai ketulusan hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk berani memberi dari kekurangan kita, bukan hanya dari kelimpahan. Kita mungkin tidak selalu bisa memberi dalam bentuk materi, namun kita bisa mempersembahkan waktu, perhatian, dan kasih sayang untuk sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan. Memberi dengan hati yang tulus, seperti janda miskin itu, adalah tanda kasih yang murni. Melalui contoh si janda miskin, kita diajak untuk memberi tanpa pamrih dan tidak mengharapkan pengakuan dari orang lain. Semoga kita terinspirasi oleh iman dan ketulusan si janda dalam mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan, sehingga setiap tindakan kita menjadi persembahan yang hidup
dan berkenan bagi-Nya.

Leave a Reply


1 + 4 =