19 Desember 2024 merupakan momen penting bagi Komisium Palembang Ratu Pencinta Damai Palembang yang berusia 25 tahun. Perjalanan panjang bagi para Legioner berkarya di Keuskupan Agung Palembang. Ketua Komisium Palembang Ratu Pencinta Damai Fransiscus membacakan pesan dari Petrus Kanisius Erwin Rinaldi, Ketua Senatus Jakarta Bejana Rohani yang berhalangan hadir karena sakit dalam acara Perayaan Syukur Pesta Perak, Sabtu 11 Januari 2024.
Puji syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus karena kita semua dapat berkumpul disini untuk merayakan ulang tahun ke-25 Komisium Palembang suatu pencapaian yang luar biasa dan penuh berkat. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Komisium Palembang atas dedikasi, kerja keras dan cinta yang telah diberikan selama seperempat abad ini, tidak mudah menjaga api semangat pelayanan, tetap menyala seperti itu. Tetapi Komisium ini membuktikan bahwa dengan kasih Maria segalanya menjadi mungkin, mari kita berharap agar Bunda Maria Ratu Pencinta Damai membimbing kita dalam perayaan ini agar kita semua selalu menjadi alat kedamaian dan kasih di dunia ini.
Perjalanan selama 25 tahun tentu penuh cerita, ada masa-masa penuh sukacita dan tentu ada masa dimana tantangan datang silih berganti namun, apa yang membuat kita bertahan? Saya percaya, jawabannya adalah cinta kepada Maria dan misi kita untuk membawa damai. Izinkan saya berbagi sebuah cerita, suatu ketika, seorang Legioner muda dari sebuah Presidium di pedesaan baru saja ditunjuk untuk memimpin doa Rosario dalam keluarganya, karena gugup ia malah membaca peristiwa yang salah dan keluarganya tersenyum simpul, namun di akhir doa salah satu anggota keluarga berkata : doamu membawa damai di hati kami.
Dari situ, dia menyadari bahwa tugas kita sebagai Legioner bukan untuk menjadi sempurna tetapi, menjadi saluran damai bagi orang lain hal ini mengingatkan kita semua kedamaian yang kita bawa tidak harus selalu besar dan spektakuler kadang cukup sederhana dan lurus. Kita juga harus ingat mungkin roh kudus yang berkuasa di dalam Komisium Ratu Pencinta Damai juga menyertai Bapa Paus Franciscus ketika memilih Pemimpin Rohani Komisium Palembang terdahulu, Romo Avin yang menjadi Uskup Tanjung Karang, Lampung. Saya yakin banyak cerita serupa yang terjadi di Komisium Palembang, setiap anggota memiliki peran dan kisahnya masing-masing yang semuanya adalah bagian dari mosaik indah pelayanan kita.
Sebagai Legioner kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai di dunia yang penuh tantangan, kita mungkin berpikir apa yang bisa saya lakukan, jawabannya banyak sekali, kesetiaan dalam pelayanan kita mungkin sering merasa lelah, ada tugas-tugas duniawi, keluarga dan tanggung jawab lainnya. Tapi ingatlah setiap doa yang kita panjatkan, setiap kunjungan yang kita lakukan dan setiap kasih yang kita bagikan adalah persembahan yang berharga bagi Bunda Maria, tidak ada yang sia-sia di mata Tuhan.
Capaian 25 tahun ini luar biasa tetapi jangan berhenti di sini, mari jadikan hari ini sebagai awal dari semangat baru, temukan cara-cara kreatif untuk melayani terutama di zaman modern ini, misalnya : gunakan teknologi untuk memperluas misi kita. Beato Carlo Acutis menggunakan internet untuk menyebarkan mukjizat Ekaristi, kita pun bisa menggunakan media sosial untuk menyebarkan kasih dan damai Maria, kolaborasi. Kita tidak bekerja sendirian sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita bekerjasama dengan Gereja, komunitas dan bahkan dengan individu yang berbeda iman. Kedamaian yang kita bawa adalah untuk semua orang tanpa terkecuali.
Izinkan saya menutup dengan cerita ringan, suatu hari seorang Legioner tua dengan penuh semangat mengunjungi keluarga baru di Lingkungan untuk mengundang mereka ke Gereja dengan yakin dia menutup pintu dan berkata : selamat pagi, saya dari Legio Maria apakah ada yang bisa saya bantu? Sang Ibu di rumah itu menjawab : oh maaf kami baru pindah dan belum sempat berbuat salah apa-apa. Cerita ini mengingatkan kita bahwa pelayanan Legio bukan hanya tentang membantu orang keluar dari masalah tetapi lebih kepada menemani mereka dengan kasih dan damai, dalam perjalanan hidup mereka.
Mari jadikan perayaan ini sebagai momen refleksi dan pembaharuan semangat dimana di bawah naungan Ratu Pencinta Damai, kita melanjutkan pelayanan ini dengan penuh sukacita dan dedikasi, semoga Komisium Palembang semakin diberkati dan menjadi teladan damai di tengah masyarakat. Terima kasih atas perhatian ) dan semangat Anda semua , Ya Bunda Maria jadikan kami, para Legioner di Palembang menjadi alat damai di dunia ini.




