Mari Menyebarluaskan Kasih Kristus, Menaburkan Benih Yang Baik dan Meneguhkan Iman Kita

January 31, 2025
Mari Menyebarluaskan Kasih Kristus, Menaburkan Benih Yang Baik dan Meneguhkan Iman Kita

Umat Paroki Santo Yoseph Palembang turut merayakan Tahun Baru Imlek 2025 dalam Perayaan Ekaristi, Rabu 29 Januari 2025 pukul 08.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen keuskupan Agung Palembang didampingi oleh Romo Pratowo, Romo Surawan, Romo Liberto, Romo Agung, Romo Jatra, Romo Dahnier, Romo Prapto, Romo Bayu, Romo Pascalis, Romo Mesran dan Romo Wanto.

Romo Kris dalam homilinya menyampaikan, dimana letak keistimewaannya hari ini, tentu karena kita merayakan satu pergantian waktu. Satu periode waktu sudah berlalu dan akan memasuki periode yang baru. Mudah-mudahan suka cita kita karena ada rasa syukur yang berkobar di dalam hati karena sudah melewati satu periode waktu. Satu tahun yang lalu sudah kita lewati masa yang cukup panjang. Kita bersyukur karena sebagai orang beriman kita meyakini, mengimani bahwa Tuhan sudah memberikan banyak kepada kita. Sekurang-kurangnya di awal tahun yang baru kita masih hidup yang kita syukuri karena kita sudah diberi hidup sepanjang waktu yang lalu.Dan di dalam kehidupan kita menerima banyak hal yang pada awal tahun itu diharapkan, kita mohonkan. Rezeki yang cukup diberi kesehatan, ada kegembiraan, ada kekuatan yang diberikan. Karena ternyata tahun yang lalu juga dipenuhi dengan begitu banyak peristiwa semuanya silih berganti, yang menyenangkan, tidak menyenangkan, kita bersyukur untuk itu, ada kekurangan, kerapuhan dan kesalahan.

Siapa yang satu tahun ini terhindar dari konflik, dari permusuhan, ketegangan, kebencian, amarah dan emosi ? Orang yang setiap hari berdoa pun kadang-kadang tidak luput dari keinginan untuk marah dari tersinggung dan kebencian, itulah bagian dari kerapuhan manusiawi kita. Tapi ada tradisi yang menarik sejauh saya baca bahwa malam tahun baru Imlek itu bukan hanya sekedar kesempatan berkumpul tapi juga kesempatan bersih-bersih, sebagai simbol pengampunan, tidak lagi mengingat segala kesalahan, dosa-dosa, yang bermusuhan berdamai kembali. Ada silaturahmi yang dibangun, saling memaafkan, saling menghargai dan saling menerima kembali, itu sesuatu yang sangat indah, sesuatu yang menarik. Di penghujung tahun, sekalipun sudah begitu banyak litani kesalahan dan dosa-dosa kita, tapi menjelang awal tahun, ada kesempatan dan peluang untuk saling mengampuni, saling memaafkan dan berdamai kembali.

Yang satu tahun tidak pernah berjabat tangan sebagai keluarga, sebagai saudara, ini kesempatan untuk berjabat tangan mengucapkan bahwa kita adalah saudara, keluarga. Kita adalah bagian dari keluarga besar yang menghargai satu sama lain, itu luar biasa. Diberi kesempatan yang baru, bersyukur dan terima kasih pada Tuhan yang telah memberikan banyak hal kepada kami sampai di penghujung tahun dan akan memasuki tahun yang baru, ada rasa syukur.

Romo Gono menjelaskan makna  simbol-simbol tahun baru imlek yang dominan warna merah. Warna merah ini artinya melambangkan kebahagiaan, sukacita. Karena kita boleh melampaui tahun yang lama dan boleh masuk di tahun yang baru, selain melambangkan kebahagiaan, merah juga melambangkan keberanian untuk menghadapi masa depan. Tahun ini merupakan  tahun ular kayu artinya memberikan beberapa karakteristik di tahun ini. Yang pertama itu ular kayu adalah melambangkan kita mudah beradaptasi, harapannya adalah kita semua dalam kehidupan ini juga mudah beradaptasi dengan siapapun, pintar membawa diri dan hidup kita pun juga bisa menjadi berkat bagi banyak orang.  Yang kedua, karakteristik dari ular kayu, yaitu : inovatif, jadi selalu ingin memperbaharui, baik dalam kehidupan sosial, dalam kehidupan keberimanan kita, membawa semangat pembaharuan. Maka harapannya kita semua memiliki karakter itu, membaharui diri ada adaptasi dan inovatif. Dan yang ketiga, ular kayu ini juga memiliki karakter pribadi yang berusaha keras, semangat baja, memiliki semangat yang kuat untuk hidup yang lebih baik.

Romo Kris melanjutkan kita sudah memasuki tahun baru, di samping ada rasa syukur tadi sudah diungkapkan, ada harapan  besar yang boleh kita gantungkan dan ungkapkan. Apalagi harapan tidak pernah mengecewakan bagi setiap orang yang percaya. Mengawali tahun ini marilah kita penuh dengan pengharapan akan menimbulkan semangat dan optimisme dalam kehidupan kita, karena kita yakin pasti tetap akan ada tantangan-tantangan ke depan. Yang kedua yang ingin ditekankan adalah silaturahmi persaudaraan, bagaimana tahun yang baru ini diisi dengan semangat persaudaraan dan persekutuan. Dasarnya adalah apa yang dikatakan dan diajarkan oleh Yesus sendiri, semangat cinta kasih yang boleh diterjemahkan dengan semangat berbag dan disimbolkan dengan berbagi jeruk, berbagi angpao, menebarkan kasih. 

Menyebarluaskan kasih yang diajarkan oleh Kristus sendiri, mari menaburkan benih yang baik di sepanjang tahun ini. Kita berusaha untuk tidak menaburkan benih yang buruk lewat kata, pikiran, dan perbuatan kita, karena menaburkan benih yang baik, pasti harapannya adalah buah yang dihasilkan, adalah buah kebaikan, buah sukacita. Di tahun yang baru ini mari kita semakin meneguhkan iman kita akan Tuhan, yang membuka pengharapan bagi kita, yang berharap kepadanya, yang percaya kepadanya. 

Dalam sambutannya Billy Jaya, Ketua DPP Santo Yoseph Palembang mengucapkan terima kasih kepada Panitia Imlek yang telah bekerja tidak sampai satu bulan,  tapi ini bisa berjalan lebih baik dan diluar prediksi dari Panitia. Kepada petugas liturgi dan non-liturgi, koor Tantum Ergo, adik-adik Misdinar, Prodiakon, Pemazmur , Lektor, Tata laksana yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas yang ada di Paroki Santo Yoseph Palembang, Multimedia dan keamanan yang juga ikut membantu, terima kasih atas pelayanan kita semua. 

Tahun 2025 Keuskupan Agung Palembang arah dasarnya adalah Komunitas Basis, kami sangat berharap dukungan Bapak, Ibu, umat Paroki Santo Yoseph Palembang bisa ikut mendorong mensukseskan Komunitas Basis Gerejawi.  Itulah satu contoh yang terbukti sampai sekarang jemaat perdana yang hidup dalam Gereja kita dan berkembang sampai sekarang, maka ayo Bapak, Ibu sekalian kita kembali ke komunitas basis kita, kumpul dengan keluarga-keluarga yang terdekat. Jadi di Lingkungan tetap ada, tidak merubah Lingkungan tapi kita justru diajak lebih dekat lagi dengan membentuk Komunitas-Komunitas Basis di sekitar rumah kita dengan kegiatan-kegiatan yang lebih kurang seperti di Lingkungan tapi lingkupnya akan lebih kecil.  Terima kasih semoga dengan tahun baru ini Bapak Ibu sekalian damai sejahtera selalu beserta kita dan kita semakin dekat dengan sumber pengharapan karena yakinlah pengharapan tidak akan mengecewakan, semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua. 

Pada kesempatan ini Romo Kris atas nama Bapa Uskup juga mengucapkan selamat tahun baru Imlek, beliau pagi hari ini pukul 09.00 Wib merayakan Ekaristi di Paroki Hati Kudus. Pasti doa dan harapan beliau juga seiring dengan apa yang kita ungkapkan pada hari ini, semoga tahun baru mendatangkan damai sejahtera, rahmat, rezeki yang cukup, kesehatan yang memadai, kita bisa berjalan dengan baik. Juga tadi sudah disampaikan tahun Komunitas Basis, juga tahun Yubelium, ada dua pintu suci di Palembang ini, Porta Santa di Katedral  Santa Maria dan Via Crucis. Bagi komunitas-komunitas basis yang memprogramkan peziarahan, saya kira sudah dipersiapkan tempatnya, sekali lagi selamat tahun baru Imlek dan terima kasih atas kebersamaan kita. 

Seusai Perayaan Ekaristi umat dibagikan buah jeruk dan angpao serta digelar atraksi barongsai di halaman Gereja Santo Yoseph Palembang.

Leave a Reply


1 + 3 =