Kepengurusan Lingkungan Santo Christoforus Martir periode 2018-2021 berakhir masa tugasnya dan sudah terbentuk Pengurus Baru untuk periode 2025-2028, terpilih sebagai Ketua : B. Setiyo Budiono. Pelantikan Pengurus Lingkungan Christoforus Martir periode 2025-2028 diadakan Senin 27 Januari 2025 dalam Perayaan Ekaristi pukul 19.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto.
Melalui homilinya Romo Agung menyatakan, mewakili hati para romo yang bertugas di Paroki, kami sangat senang ketika umat mau untuk memberikan waktunya, tenaganya seperti contohnya dengan pelantikan-pelantikan Pengurus Gereja, entah itu di DPP, Kategorial, Lingkungan dan lain sebagainya. Kami sangat senang ketika ada umat yang turut ambil bagian, mau untuk bekerja bersama-sama mengembangkan Gereja atau bekerja bersama-sama untuk melayani umat di Paroki kita, tapi memang tantangan pasti akan selalu ada. Tantangan yang sering kali terjadi ialah bahwa umat sudah capek-capek memberikan waktu, tenaga, capek-capek bekerja, tapi ada saja umat yang nyinyir, protes ini itu, tidak suka dan lain sebagainya.
Tapi mau saya katakan bahwa setelah dilantik menjadi Pengurus, itu tidak gampang. Kita harus menghadapi tantangan yang begitu besar ketika apa yang kita lakukan tidak dihargai oleh orang lain atau bahkan ketika kita sudah melakukan yang terbaik untuk kita berikan, tetapi malah mendapat kekecewaan dan lain sebagainya. Dalam komunitas-komunitas ataupun dalam kelompok juga terjadi seperti itu bahkan dalam tubuh OMK, saya juga merasakan seperti itu. Karena ada banyak sharing-sharing dari Pengurus dan lain sebagainya, entah kenapa sering kali terjadi, apakah karena memang karakter manusia memang seperti itu dan lain sebagainya. Tidak suka melihat orang lain karena kecewa, lalu juga suka membuat isu gosip dan lain sebagainya banyak hal yang terjadi.
Bahkan di dalam komunitas kudus yang kita sebut sebagai Gereja itu sering kali juga terjadi sehingga hal itu dapat menghancurkan mentalitas orang lain, sehingga orang menjadi malas untuk terlibat, malas untuk berkarya, malas untuk bekerja dan lain sebagainya. Memang peristiwa-peristiwa, hal-hal negatif yang kerap kali terjadi, yang tidak kita inginkan itu memang terjadi dalam kehidupan kita, dalam kehidupan menggereja, Paroki, Lingkungan dan lain sebagainya sering kali terjadi. Ada orang-orang yang memang dikuasai oleh iblis, yang menjadi penghalang bagi perkembangan Gereja, perkembangan kehidupan bersama. Mereka adalah orang-orang yang tidak suka kepada Yesus meskipun mereka telah melihat karya-karya yang dilakukan oleh Yesus, tetapi mereka tetap keras hati, keras kepala dan tidak mau percaya kepada Yesus.
Hanya karena kepentingan duniawi, sehingga mereka mau menghalalkan segala cara bagaimanapun untuk bisa menyingkirkan Yesus, untuk bisa membunuh Yesus. Maka mereka pun juga mengatakan bahwa meskipun mereka sudah menyaksikan tanda-tanda yang dilakukan oleh Yesus, tapi mereka tetap mengatakan bahwa Yesus melakukan itu dengan kuasa roh jahat. Tapi Tuhan Yesus tidak gentar dengan fitnah yang telah mereka sampaikan, tidak lantas Tuhan Yesus selalu mengendurkan semangat pelayanannya, semangat pewartaannya, tetapi Dia dengan gigih tetap berusaha untuk melaksanakan misinya itu.
Tuhan Yesus berkarya dengan kuasa Allah dalam dirinya, roh kudus yang senantiasa berkarya di dalam diri Yesus Kristus dimana Yesus bersekutu bersama dengan Allah sebagai Tri Tunggal Maha Kudus yang senantiasa menghadirkan kuasa Allah di dalam kehidupannya. Terutama untuk mengusir setan, untuk membebaskan kita dari dosa dan juga belenggu yang menyesatkan itu. Selain dari itu, Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa dosa yang tidak terampun adalah dosa menghujat roh kudus. Dosa menghujat roh kudus ini terjadi ketika kita dengan sengaja atau berkali-kali kita menolak kebenaran yang datang dari Allah sendiri.
Kita dengan sengaja menolak untuk berpisah dari Allah, menolak untuk merasakan dan juga menanggapi tawaran kebenaran yang berasal dari Allah sendiri dan juga keselamatan bahkan pengampunan dosa yang disampaikan atau diberikan oleh Allah sendiri. Dengan cara definitif kita menolak rahmat Allah sendiri dalam kehidupan dan dosa itu seakan-akan menjadi habitus di dalam diri kita seolah-olah menikmatinya, tidak kita sadari, terus menerus berulang dan tidak kita sadari sebagai sebuah dosa yang membelenggu hingga pada saat kematian kita. Maka orang-orang yang seperti ini tidak mendapat pengampunan dari Tuhan sendiri karena dia secara definitif menolak kehadiran Allah, menolak berkat Allah, menolak pengampunan Allah, menolak hal-hal yang baik dari Allah sendiri yang melalui roh kudusnya berkarya dalam diri kita berkat Sakramen Baptis yang telah kita terima.
Mari kita bersama-sama kembali memohon rahmat Tuhan, memohon karya roh kudusnya di dalam hidup kita agar kita semakin dituntun oleh roh kudus di dalam hidup kita, semakin dilembutkan hati kita oleh kuasa roh kudusnya dan kita juga semakin mampu mengenal karya-karya roh kudus di dalam kehidupan kita. Sehingga kita tidak hanya menjadi alat bagi Allah untuk menyampaikan kasihnya, tetapi kita juga termasuk di dalam keluarganya yang kudus, ambil bagian di dalam kerajaanNya.
Pelantikan Pengurus Linfkungan Santo Christoforus Martir periode 2025-2028 diawali dengan pembacaan SK Pengangkatan oleh Sekretaris 1 DPP Santo Yoseph Palembang, Andreas Daris Awalistyo. Setelah itu Romo Agung menanyakan kesediaan para pengurus untuk dilantik, kemudian mereka mengucapkan janjinya di hadapan seluruh umat yang hadir. Dilanjutkan Romo Agung memberkati dan memerciki para pengurus baru dengan air suci. Acara diteruskan dengan penyerahan berkas dari Ketua lama : Rosmiatun kepada Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Billy Jaya, kemudian memberikan berkas kepada Ketua baru : B. Setiyo Budiono. Rangkaian upacara pelantikan diakhiri dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh : B. Setiyo Budiono, Billy Jaya, Romo Agung, Rosmiatun dan Andreas Daris Awalistyo.
Susunan Pengurus Lingkungan Santo Christoforus Martir Periode 2025-2028
Pelindung : Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, Penanggung Jawab : DPH Paroki Santo Yoseph Palembang
Ketua : B. Setiyo Budiono, Sekretaris : Silvia Kuswanti, Bendahara : Made Ari Wulandari
Seksi-Seksi :
1. Seksi Liturgi : Sr. M.Antoni, CM, Katekese : C. Herwan Winarno, Koor : Theresia Eny Kristiani, Yustinus Supadno, Organis : Margareth Emanuela Nogroho
2. Seksi Sosial : Agustinus Dadi, P. Sugiyanto, Martinus Eko Widiatmoko, Konterius Noning
3. Seksi PSPK : Jonatan Simarmata, Gervasius
4. Seksi Kaum Muda : Rosalia Simarmata, Ghea Cinta Mariccenta L, Josephine Sofia Ratri Astuti, Gertrudis Gheritasya, Fredikus Ardo Saputra
5. Seksi Tatalaksana : Rosmiatun





