Sangat penting bagi pasangan suami istri (pasutri) untuk melakukan penyegaran janji perkawinannya untuk mengingatkan perjalanan hidup perkawinan yang penuh dengan suka dan duka, penuh warna hingga membuat pasutri selalu setia satu sama lain, hal ini juga dilakukan oleh sembilan pasutri umat Paroki Santo Yoseph Palembang, Minggu 26 Januari 2025 dalam Perayaan Ekaristi pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh Romo Alexander Pambudi, SCJ.
Romo Alex dalam homilinya mengajak umat untuk menemukan diri yang akan memberikan kegembiraan dan kekuatan, tepatnya menemukan identitas diri. Setelah menemukan identitas diri, menjadi dekat dengan Allah ternyata tantangan, cobaan juga tidak berhenti. Apalagi para imam, religius, biarawan-biarawati dan kita semua umat beriman yang sudah dibaptis juga dapat makin menemukan diri kita, identitas diri kita baik sebagai perorangan, individu, pribadi, maupun sebagai komunitas dalam kebersamaan termasuk pasangan. Dalam hidup berkeluarga maka mengikuti Yesus berarti ikut serta dalam kehidupannya. Inilah yang menjelaskan mengapa tiap orang memperoleh karunia roh.
Karunia roh sejati atau roh kudus akan membangun kesejahteraan bersama bukan kebesaran orang per orang. Jadi arahnya pada kesejahteraan bersama dalam konteks pasangan, kebaikan keluarga bukan kebaikan suami istri karena kalau kita ingat suami istri itu tidak lagi dua, tapi mereka menjadi satu. Karunia ini memungkinkan orang melampaui batas-batas alamiah dan perbedaan itu 8 malah mengurangi kecenderungan orang untuk merasa paling penting, paling dibutuhkan dan menonjol-nonjolkan diri, itu salah satu efek dari roh yang satu, roh kudus. Maka sudah mulai bisa dilihat kalau suami istri, pasangan dalam keluarga tidak kompak.
Saya ingin berpesan untuk kita semua khususnya pasangan-pasangan yang hari ini akan memperbaharui janji perkawinan, yaitu : menyadari terus-menerus identitas diri, identitas kita sebagai orang Katolik yang sudah dibaptis, apalagi sudah menikah dan sudah mengucapkan janji. Harapannya bukan karena dipaksa, tidak ada yang memaksa untuk berjanji dihadapan Allah. Kalau menyadari identitas itu akan membuat kita makin yakin, bangga dan bersukacita dengan pasangan, istri, suami dan anak-anak, lalu orang akan menjadi bersukacita. Kalau orang itu sungguh sadar identitasnya, maka kesadaran akan identitas inilah yang kemudian menuntun kita untuk semakin menemukan pegangan hidup, yaitu : roh Allah sendiri, roh kudus.
Efek orang yang dibaptis dalam Gereja Katolik, yaitu : dihapuskan dosa-dosa asal kita, diangkat menjadi anak Allah, menjadi anggota Gereja yang aktif dan proaktif, menerima anugerah roh kudus. Apakah roh kudus itu kita beri ruang atau tidak dalam diri kita dan dalam keluarga kita ? Bagaimana caranya memberi ruang? Adakah kita waktu-waktu teduh di tengah 24 jam kerja, nah memberi ruang kepada roh kudus untuk berkarya, salah satunya dengan cara doa bersama.
Mari kita menyadari terus-menerus identitas kita sebagai orang yang sudah dibaptis, roh kudus itu ada dalam diri kita, hanya apakah kita beri ruang atau tidak. Roh Allah berkarya dalam berbagai cara, waktu, pribadi dan momen, maka perlu kejelian mata batin untuk menangkapnya. Menangkap agenda Allah untuk keluarga, untuk anda masing-masing, banyak hal-hal krusial dalam hidup ini yang harus diputuskan pasangan, maka itu harus ada komunikasi yang baik dan roh kudus ini menyatukan komunikasi yang baik diantara pasangan.
Kita bersyukur karena diingatkan oleh sabda Tuhan untuk menemukan pegangan hidup kita orang beriman, yaitu : roh kudus itu sendiri, roh Allah yang satu. Tetapi itu pun mengandalkan kita juga mampu berkomunikasi dengan baik kepada Allah maupun kepada orang-orang di sekitar kita. Kalau kepada Allah dengan cara menyediakan waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan Allah dalam doa. Juga harus menyediakan waktu untuk ngobrol dan komunikasi yang baik juga tanda bahwa roh kudus berkarya dalam diri kita.
Prosesi penyegaran janji perkawinan diawali dengan pemanggilan nama-nama pasutri untuk maju kedepan altar oleh Romo Alex, kemudian mereka mengucapkan janji perkawinanya dan saling berpelukan, setelah itu diberkati oleh Romo Alex serta memericiki dengan air suci. Tak lupa Romo Alex memberikan sertifikat ulang tahun ke 25 (pesta perak) bagi salah satu pasutri dan memberikan bunga mawar bagi seluruh pasutri serta mengucapkan selamat.
Nama-nama pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Januari 2025
1. Fransiskus Hendra Wijaya & Ester Suryani (Lingkungan Pater Leo Dehon), HUT Perkawinan ke 2, Tgl 2 Januari 2023.
2. David Kopong Goran & Lidwina Emiwati Hendri Lely (Lingkungan Emmanuel 1), HUT Perkawinan ke 33, Tgl. 5 Januari 1992.
3. Yohanes Kapistran Hendry & Angela Vivi Elina (Lingkungan Santa Chatarina), HUT Perkawinan ke 22, Tgl. 6 Januari 2002
4. Ricky Subandy & Cynthia Chandra (Lingkungan Santo Beda), HUT Perkawinan ke 8, Tgl. 7 Januari 2017.
5. Antonius Kuswiratno & Fransiska Rianti (Lingkungan Santo Theodorus), HUT Perkawinan ke 18, Tgl. 7 Januari 2007.
6. Ignatius Heri Purnomo & Bernadette Maria Suprapti (Lingkungan Emmanuel 1), HUT Perkawinan ke 19, Tgl. 21 Januari 2006
7. Phamphilus Sukardi & Regina Leny Marlina (Lingkungan Santa Bernadeth), HUT Perkawinan ke 25, Tgl. 24 Januari 2000.
8. Pranciskus Sutris & Christina Maria Eka Priani (Lingkungan Santo Yakobus), HUT Perkawinan ke 11, Tgl. 25 Januari 2014.
Nama-nama pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Desember 2024
Amid Jusuf & Erene Sila (Lingkungan Santa Maria Ratu Rosari), HUT Perkawinan ke 39, Tgl. 15 Desember 1985





