Umat Lingkungan Santo Theodorus merayakan ulang tahun yang kelima setelah melalui proses pemekaran Lingkungan tahun 2019 dan sudah memiliki Ketua Lingkungan sebanyak dua kali. Untuk mengucap syukur atas ulang tahun kelima, umat Lingkungan Santo Theodorus mengadakan Misa Syukur, Senin 17 Februari 2025 pukul 19.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo di Komplek Perumahan Kopdit Karya Jasa Palembang. Walaupun Misa Syukur diwarnai dengan turun hujan yang cukup deras tidak menyurutkan umat untuk mengikutinya, Misa yang rencananya diadakan di bawah tenda akhirnya harus pindah ke dalam rumah keluarga Purba hingga bisa terlaksana dengan baik.
Dalam homilinya Romo Gono mengatakan dalam kehidupan kita, mungkin kita juga pernah meragukan Allah, dalam kehidupan kita masing-masing, kita mungkin meragukan Allah. Kita sering meragukan apa yang dikehendaki Tuhan dalam kehidupan dan mempertanyakan situasi yang kadang kita tidak siap. Maka kita diajak untuk sungguh menyadari bahwa Tuhan punya rencana yang misterius, tidak pernah kita ketahui. Tetapi yakinlah bahwa apa yang kita alami, apa yang kita yakini, apa yang kita hidupi, itu membawa kita pada kesempatan, walaupun kita mengalami sebuah penderitaan. Santo Theodorus itu Santo yang banyak mengalami penderitaan, maka kalau diamati gambar Santo Theodorus yang ada di baju/jubahnya ada gambar palu, gergaji dan tombak. Itu digambarkan bahwa selama hidupnya, dia adalah Santo yang mempertahankan iman, mempertahankan hidup kebenaran, kejujuran dan kebijaksanaan, maka dia dimusuhi banyak orang.
Menjadi orang baik itu ternyata tidak mudah dan siap untuk penderitaan. Santo Theodorus, karena dia adalah orang yang baik maka banyak musuh, orang yang penuh dalam penderitaan tetapi tidak pernah menyerah, walaupun hidup dalam penderitaan, tetapi sampai akhir dia tetap mempertahankan imannya. Santo Theodorus adalah pribadi yang gigih, walaupun banyak tantangan dalam hidupnya, tetapi dia gigih dan tidak menyerah, dia percaya akan kuasa Allah. Karena lewat penderitaan, Allah itu sungguh mencintai kita, lewat sakit, Allah itu sangat mencintai kita bukan dia ingin jauh dari kita, justru lewat sebuah penderitaan, kuasa Allah itu ada dalam diri manusia, kuasa Allah nyata dalam diri manusia dan dia punya kuasa. Selain teguh, Santo Theodorus adalah orang yang berbel rasa, walaupun dia menderita, tetapi dia juga mempunyai hati untuk melihat orang-orang yang menderita. Walaupun dia sendiri sakit, tetapi dia menyempatkan waktu untuk orang-orang yang menderita, maka kita juga dipanggil untuk memiliki hati yang berbela rasa, welas kasih.
KBG (Komunitas Basis Gerejawi) bukan untuk memecah-mecah, tapi semangat KBG itu adalah semangat Gereja perdana, bukan berarti bahwa Anda Lingkungan Theodoros nanti dipecah-pecah menjadi 3 atau 4. Hanya semangat para rasul dan semangat Gereja perdana itu berkumpul berdoa, maka harapannya semangat Gereja perdana itu juga hadir di tempat ini memiliki semangat untuk berkumpul dan berdoa berdasarkan Lingkungan yang ada, maka batasannya adalah teritorial/wilayah yang ada. Tujuannya bagaimana umat semakin peran, keluarga harus saling kenal, jangan sampai malah tidak saling kenal, inilah namanya basis, saya yakin dan percaya kalau basisnya kuat, maka di atasnya itu juga akan kuat, kalau dasarnya itu kuat, dasarnya keluarga.
Selain keluarga basis, kelompok-kelompok yang ada di sekitar kita ini kuat, maka Lingkungan juga akan kuat, Paroki juga akan kuat. Tidak ada gunanya kalau kita punya Paroki yang besar, jumlahnya sekarang 7.000 ribu jiwa, dengan Gereja yang kuat, Gereja yang bagus, tetapi umatnya tidak akur, maka Gereja Paroki itu tidak kuat. Yang kuat dimulai dari dasarnya yaitu : keluarga, kelompok-kelompok kategorial yang ada, kelompok basis, kalau kita memakai istilah komunitas basis Gereja rumah, maka semangat yang sama itu adalah semangat berkumpul, berdoa dan menaklukan dalam kelompok kecil.
Semangat KBG, semangat Komunitas Basis Gereja, tujuannya adalah melibatkan semua. Semoga Lingkungan kita ini semakin hari semakin guyup, semakin hari juga semakin mencintai satu dengan yang lain dan juga Lingkungan kita ini memiliki semangat sehati sejiwa dalam komunitas basis. Lingkungan Theodorus masih satu kesatuan, maka dalam momen yang besar semua berkumpul. Tapi dalam momen-momen yang kecil, nanti, misalnya : Bulan Rosario, Bulan Maria, Adven atau Prapaska, bisa diadakan dalam kelompok-kelompok kecil supaya lebih kaya. Kalau semangat ini ada, saya yakin dan percaya bahwa Lingkungan Theodorus akan kuat. Jika kelompok kecil kita galang, kita tahu, maka harapannya adalah kalau kita dalam situasi apapun, kita bisa turun serta ambil bagian.
Mewakili Ketua Lingkungan Santo Theodorus, Yohanes Ngatiyo menyampaikan permohonan maaf karena semua yang direncanakan tidak berjalan dengan lancar. Namun karena cinta kasih Tuhan, kita tetap menjalankan acara ini dengan apa adanya, sesuai dengan keadaan yang ada. Semoga ini semua juga mendorong untuk kehidupan kebersamaan kita yang akan datang. Di sini juga sudah ada kelompok anak-anak yang sudah memulai kegiatan dengan doa rosario bersama-sama.
Selain itu kami juga mohon maaf karena bapak ketua kami tidak bisa hadir di tengah kita semuanya Terima kasih kepada Romo, Suster, Ketua DPP atau yang mewakilinya yang telah menghadiri acara malam hari ini , kami mohon maaf jika kurang berkenan atas segala keadaan yang tidak sesuai dengan rencana. Dalam kesempatan yang berbahagia ini saya sebagai Wakil dari Pengurus Lingkungan Santo Theodorus menyerahkan laporan tahun 2024 kepada Andreas Sukristiadi yang mewakili Ketua DPP Santo Yoseph Palembang.
Seusai Misa Syukur umat Lingkungan Santo Theodorus dan tamu undangan diajak mengikuti perayaan syukur sederhana di bawah tenda Komplek Perumahan Kopdit Karya Jasa Palembang, dengan acara potong tumpeng dan kue ulang tahun. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Yohanes Ngatiyo, Wakil Ketua Lingkungan Santo Theodorus dan menyerahkan potongan tumpeng kepada RD. Hyginus Gono Pratowo, selanjutnya memotong kue ulang tahun dan menyerahkan potongan kuenya kepada Romo Kusmartono, SCJ. Setelah itu seluruh umat yang hadir menikmati santap malam bersama dan ramah-tamah.





