Tujuh pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan mengikuti penyegaran janji perkawinan di Gereja Santo Yoseph Palembang dalam Perayaan Ekaristi, Minggu 23 Februari 2025 pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh Romo FX. Kusmaryadi, SCJ didampingi oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.
Romo Kusmaryadi, SCJ dalam homilinya mengatakan kotbah saya berjudul : Love is about sharing, caring, and forgiving. Bapak, Ibu di dalam keluarga dan yang sedang mensyukuri kehidupan keluarga, pasti merasakan bahwa yang membuat mereka tahan sampai sekarang, bukan hanya bahwa hobinya sama, perhatianya sama, tetapi karena ada pengampunan di dalam keluarga. Maka dengan demikian jelas bagi kita, bahwa sebetulnya pengampunan itu mempunyai daya yang sangat luar biasa. Yes, bahwa kadang-kadang ada sebuah luka yang sangat dalam, yang hampir memustahilkan kita untuk mengatakan, “Again and again, I forgive you”.
Hal itu mau mengatakan kepada kita, bahwa sebetulnya pengampunan itu bukan hanya urusan manusiawi saja, bahwa sesungguhnya pengampunan itu adalah urusan yang Ilahi juga. Maka pada saat Bapak, Ibu dan saya berada pada batas daya kemampuan kita, untuk mengatakan “I forgive you,” mari kita mohon kepada Tuhan untuk diberi rahmat supaya bisa mengampuni. Karena pengampunan itu memiliki daya yang luar biasa. Ketika Bapak, Ibu masih pacaran, berapa kali saling salah dan berapa kali mengatakan, “Yes saya memaafkan, ya saya mengerti.”
Bukankah Bapak, Ibu menyadari bahwa itu menjadikan relasi begitu kuat dan itu pula yang kemudian membuat Bapak, Ibu memutuskan, Oke mari kita pergi ke altar Tuhan. Karena bukan hanya ada hobi yang sama, visi dan misi yang sama, bukan hanya karena sudah klik, tetapi ada pengalaman bahwa saya minta ampun dan saya diampuni. Memang ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita, yakni adanya pandangan-pandangan yang tidak tepat, berkaitan dengan pengampunan. Salah satunya, saya akan mengampuni kalau dia meminta, masalahnya adalah seringkali orang yang salah itu tidak sadar kalau salah, maka ketika itu terjadi, kapan dia akan meminta, tidak mungkin. Atau saya akan mengampuni kalau dia berubah.
Pengampunan itu tanpa syarat dan pengampunan itu adalah sebuah keputusan pribadi, maka mari kita waspada juga dengan pandangan-pandangan yang tidak tepat, yang membuat kita semakin sulit mengampuni. Loving is about caring, sharing and forgiving, mudah-mudahan itu terjadi diantara kita, hidup kita dipenuhi oleh sharing and caring, satu dengan yang lainnya. Secara positif kita senang, ada orang yang care, ada orang yang share kepada kita dan kita juga ada keinginan untuk share and care. Tetapi mari sekali lagi, kita mohon supaya kita dimampukan untuk mengampuni, ketika kita merasa sampai batas daya kemampuan kita untuk mengatakan yes I forgive you.
Mari kita sadar bahwa pengampunan bukan hanya soal manusiawi, ini adalah soal Ilahi, yang karenanya kita perlu bermohon, Tuhan anugerahilah aku kemampuan untuk mengampuni, untuk menerima, untuk caring and sharing kepada siapapun. Dan mari kita ingat soal mengasihi, Yesus menginginkan kita lebih daripada biasa, You once more dalam hal kasih. Kasih itu bukan sesuatu out of the blue, yang datang dari awan-awan yang tidak ada artinya, karena ada kata operatif untuk love yaitu : belas kasih. Belas kasih itu salah satunya akan nyata di dalam sikap kita, tindakan dan keputusan kita, untuk sharing, caring, dan forgiving dalam kehidupan kita.
Upacara penyegaran janji perkawinan bagi tujuh pasutri dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo, pasutri mengucapkan janji perkawinan kemudian Romo Gono memberkati mereka dengan air suci, setelah itu memberikan bunga mawar, dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan bagi pasutri yang merayakan 25 tahun perkawinannya, yaitu : Petrus Siswoyo & Yudit Indriyani (Lingkungan Santo Antonius) dan Marcus Dharma Setiawan & Veronica Eti Suciati (Lingkungan Santo Aloysius).
Nama-nama pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Februari 2025
1. Petrus Siswanto & Kristina Herryjani (Lingkungan Santo Paulus), HUT Perkawinan ke 12, Tgl. 3 Februari 2013
2. Petrus Siswoyo & Yudit Indriyani (Lingkungan Santo Antonius), HUT Perkawinan ke 25, Tgl. 4 Februari 2000
3. Herman & Marlina Taslim (Lingkungan Santa Lucia), HUT Perkawinan ke 18, Tgl. 4 Februari 2007
4. Valentinus Maria Herfendy & Vinsencia Jessica (Lingkungan Santa Agnes), HUT Perkawinan ke 32, Tgl. 6 Februari 1993
5. Bartolomeus Hermawan & Fredeswinda Sri Indiati (Lingkungan Santo Beda), HUT Perkawinan ke 42, Tgl. 11 Februari 1983
6. Marcus Dharma Setiawan & Veronica Eti Suciati (Lingkungan Santo Aloysius), HUT Perkawinan ke 25, Tgl. 20 Februari 2000
7. Silvester Rinto Gunadi & Katarina Alexandria Mira Desentia Paiman (Lingkungan Santo Ignatius Loyola), HUT Perkawinan ke 16, Tgl. 22 Februari 2009





