Hari Sabtu 8 Maret 2025 merupakan momen yang istimewa bagi Keluarga Erich Yacob dan Keluarga Suhandy (umat Lingkungan Santo Stefanus) yang menerima baptisan dan pembaharuan perkawinan dalam Perayaan Ekaristi di Kapel Santa Faustina Paroki Santo Yoseph Palembang pukul 10.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo, didampingi oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto, Romo Pendamping Wilayah Tujuh.
Dalam homilinya Romo Gono menyatakan, karakter orang pengikut Kristus adalah orang yang memang aktif, apapun kegiatan-kegiatan yang ada di Gereja pun ikut. Mulai dari Ketua Lingkungan, Ketua Wilayah dan sering terjadi tidak hanya ikut satu kegiatan tapi banyak kegiatan, tidak hanya di Parokinya tetapi juga di Paroki lain. Ada juga karakter pengikut Kristus yang napas, Natal Paskah, jadi kalau Natal dan Paskah itu muncul, setelah selesai tenggelam. Ada juga pengikut Kristus yang minimalis, cukuplah ke Gereja itu Minggu saja, jadi misa Harian tidak perlu, sering pilih Misa Sabtu sore supaya Minggu bisa jalan-jalan, yang penting saya sudah mencapai target. Karakter lain pengikut Kristus itu hanya pinter mengkritik tapi tidak berbuat apa-apa, bisanya selalu menilai dan seringkali ini justru tidak membangun, malah menjatuhkan menjatuhkan sesamanya.
Harus kita sadari bahwa Yesus datang ke dunia itu untuk menyelamatkan, mencari orang yang tidak benar, mencari orang yang sakit untuk disembuhkan, menyelamatkan yang tersesat dan sebagainya. Maka ini adalah gambaran Allah yang sungguh berbelas kasih, sungguh menghargai manusia, kendati kita ini adalah manusia lemah yang sering jatuh dalam dosa, tetapi Allah terus mencari sampai ketemu, karena kita adalah domba-domba, manusia, kita adalah umat beriman yang dicari Allah supaya kita memperoleh keselamatan, kita adalah manusia berharga yang selalu dicari Allah supaya kita memperoleh keselamatan.
Sebagai orang beriman, Kristiani, kita harus punya karakter menjadi beriman yang aktif, bukan beriman yang pasif. Maka yang aktif itu tidak cukup Misa pada hari Minggu, kalau ada Misa Harian, kegiatan-kegiatan di Paroki, Lingkungan dan sebagainya juga hadir, itulah salah satu bentuk bahwa kita mensyukuri kasih Tuhan, maka menjadi orang yang beriman, memiliki tanggung jawab dalam diri. Kita orang Katolik juga dipanggil untuk senantiasa aktif dalam kehidupan, tidak cukup untuk diri kita, tetapi juga untuk orang lain.
Maka kedua pasutri yang akan diperbahari perkawinannya ini, harapan saya adalah juga menjadi orang Katolik yang aktif, bukan napas dan minimalis. Tetapi menjadi Katolik yang aktif, terlibat dalam kehidupan Gereja, Lingkungan dan Wilayah yang ada. Aktif dalam mendampingi anak-anak yang Tuhan berikan, karena tanggung jawab iman pertama-tama adalah keluarga yang lain adalah tambahan, di sekolah dan sekolah minggu. Pelajaran-pelajaran yang diterima itu hanya tambahan, tetapi yang pokok itu adalah keluarga.
Bagaimana mengajari anak berdoa, bagaimana mengajari anak bersikap, memiliki karakter yang baik, pertama-tama dibentuk di keluarga, maka penting peran bapak-ibu, peran suami-istri saling mendukung untuk anak-anaknya. Nah ini pendidikan pertama adalah pendidikan iman, dasar dari pendidikan iman adalah orang tua. Tidak cukup bahwa anak-anak ini dibina imam, tetapi juga bagaimana dia mulai dikenalka, maka ajaklah selalu anak-anak ke Gereja, bukan soal nanti di Gereja itu ribut, inilah kesempatan bagaimana pelan-pelan, pelan-pelan anak dikenalkan kita berdoa. Mungkin awal-awal belum terbiasa, butuh waktu, nanti mereka sudah mulai tenang, duduk, tahu berdoa dan sebagainya, banyak anak-anak seperti itu, karena dunia anak.
Namun kalau mereka tidak dibiasakan maka pada saatnya nanti komuni pertama tidak bisa apa-apa, kalau dia hanya mau komuni pertama baru aktif ke Gereja maka akan ketinggalan banyak hal. Doa tidak bisa, asing dengan situasi Gereja, asing dengan banyak orang dan sebagainya, maka membutuhkan proses yang lebih panjang. Tapi kalau sejak kecil sudah dibiasakan, suatu saat dia akan mengerti, maka latihlah anak-anak itu kenal Gereja, kenal dengan umat yang lain dan juga kenal dalam berdoa/cara berdoa. Semoga anak-anak bertumbuh dengan baik dan Anda sebagai orang tua juga bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak, maka mari kita doakan mereka, semoga keluarga ini bertumbuh bergembang dalam iman, harapan, dan kasih.
Upacara baptisan diawali dengan pemberian tanda salib oleh Romo Gono dan Romo Agung bagi calon baptisan, kemudian satu persatu mulai dibaptis oleh Romo Gono dengan mengucurkan air suci sebanyak 3 kali di atas kepala. Baptisan baru merupakan istri Erich Yacob beserta kedua anaknya dan tiga anak Suhandy, mereka juga mendapatkan urapan minyak krisma, kain putih dan lilin bernyala.
Selanjutnya dilakukan upacara pembaharuan perkawinan bagi pasutri Erich Yacob dan Ika Wijaya serta pasutri Suhandy dan Ervine, diawali dengan beberapa pertanyaan yang diajukan Romo Gono, antara lain : kesediaan menerima perkawinan dengan iklas hati, mendidik anak-anak secara Katolik dan lain-lain. Kemudian masing-masing pasutri mengucapkan janji perkawinannya dengan saling berjabat tangan, setelah itu pasutri berlutut untuk menerima berkat dari Romo Gono. Upacara diteruskan dengan penyematan cincin perkawinan di jari manis masing-masing pasutri dan diakhiri dengan penyerahan barang-barang liturgi dari orang tua dan diterima oleh masing-masing pasutri. Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan dokumen perkawinan dan setelah itu kedua pasutri beserta keluarga berdoa bersama di hadapan Bunda Maria.
Erich Yacob dalam sambutan mengucapkan terima kasih semua pihak yang sudah membimbing dan membantu dari awal sampai akhir acara ini serta anggota Kring, Pengurus Lingkungan Santo Stefanus dan teman-teman yang hadir di sini.
Kemudian Anthanasius Eko Pranoto mewakili Pengurus Lingkungan Santo Stefanus, mengucapkan banyak terima kasih kepada Romo Gono, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang dan Romo Agung sebagai Romo Pendamping Wilayah Tujuh yang sudah memimpin Perayaan Ekaristi dengan lancar. Untuk Ibu Rika, selamat apa yang menjadi maksud dan tujuan sudah terlaksana dengan baik juga umat Lingkungan Santo Stefanus dan teman-teman ibu Rika yang telah hadir dalam acara baptisan dan pembaharuan perkawinan.
Nama-Nama Baptisan Bulan Maret 2025
1. Alexandra Ika Wijaya 2. Raphael Jacob
3. Stephanie Ashley Jacob 4. Rose Ethelyne Suhandy
5. Maria Ellen Suhandy 6. Vincentius Emilio Suhandy







