Sebanyak 36 orang dilantik menjadi anggota Putra-Putri Altar Paroki Santo Yoseph Palembang oleh RD. Stefanus Surawan dalam Perayaan Ekaristi, Minggu 9 Maret 2025 pukul 17.00 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang.
Dalam homilinya Romo Surawan mengajak umat untuk merenungkan firman Tuhan kisah dimana Yesus dicobai iblis di padang burun. Setelah selama 40 hari lamanya Yesus berpuasa, tidak makan dan tidak minum. Cobaan yang pertama adalah Yesus diminta untuk mengubah batu menjadi roti. Cobaan yang kedua, diperlihatkan kepada Yesus seluruh kemuliaan isi dunia ini dan itu akan diberikan kepada Yesus. Syaratnya satu, kalau Yesus mau menyembah setan.
Lalu cobaan yang ketiga, Yesus dibawa ke bumbungan baik Allah lalu digoda dengan firman Tuhan, ada tertulis tentang engkau bahwa Allah akan melindungi engkau, jatuhkanlah dirimu dan Allah akan memberikan tangannya supaya kakimu jangan terantuk pada batu. Tetapi juga Yesus dengan tegas menjawab dengan firman juga bahwa hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi juga dari setiap sabda Tuhan. Bahwa yang pantas disembah itu hanyalah alat dan hanya kepadanya kita harus berbakti. Tidaklah boleh engkau mencobai Tuhan Allah.
Tiga godaan tadi tujuannya adalah supaya Yesus tidak mau mengikuti kehendak Bapanya, supaya Yesus tidak mau setia kepada Allah Bapanya. Tetapi sebaliknya supaya Yesus mengikuti apa yang menjadi harapan setiap orang demi dirinya sendiri dan bertentangan dengan apa yang direncanakan Tuhan padanya. Setan selalu memakai cara dalam hidup kita, entah itu melalui kekuatan-kekuatan kita atau juga melalui kelemahan-kelemahan kita agar kita menyimpang dari jalannya, agar kita mengambil jalan pintas untuk mendapatkan apa yang baik dan berguna bagi hidup kita.
Setan selalu berusaha menggagalkan niat baik yang ada dalam diri kita supaya orang tidak mau berjuang untuk melawan keinginan berdosanya. Kadang manusia dengan mudah masuk dalam jebakan, masuk dalam godaan setan, maka mari dalam kesempatan pada hari ini kita memohon kepada Tuhan agar kita bisa senantiasa dengan tegas bersikap seperti Yesus dan kita ingin mengusir setan yang menggoda kita, enyahlah katakan dengan tegas. Hanya Tuhan lah juru selamat dan penolongku, maka mari dalam berbagai macam kesulitan yang kita temui atau berbagai macam kemudahan yang kita alami tidak pernah lupa bahwa Tuhan ada bersama kita, bahwa Tuhan selalu menyertai kita.
Semoga kesempatan 40 hari ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperteguh iman dan keyakinan kita kepada Tuhan, menjernihkan dan memurnikan hati kita. Sehingga kita dengan jelas bisa melihat apa yang baik, apa yang benar, apa yang jahat, apa yang salah, apa yang harus dihindari dan apa yang harus dikerjakan, selalu mohon pertolongan Tuhan agar selalu memutus roh kudusnya untuk kita.
Saat upacara pelantikan Putra-Putri Altar salah satu Anto (Ketua Putra-Putri Altar Paroki Santo Yoseph Palembang) maju ke mimbar untuk memandu acara dan mempersilahkan Putra-Putri Altar untuk maju kedepan Altar, kemudian menyerahkan calon Putra-Putri Altar kepada Romo Surawan untuk dilantik setelah melalui proses latihan selama kurang lebih 6 bulan.
Sebelum dilantik Romo Surwan menanyakan kesediaan mereka untuk dilantikmelayani altar Tuhan sebagai Putra-Putri Altar dan sebelum dikukuhkan dalam tugas pelayanannya mereka diminta untuk menyerahkan diri kepada Allah Bapa yang Maha Pengasih agar berkatNya semakin melimpah. Setelah itu Romo Surawan mengukuhkan mereka menjadi Putra-Putri Altar dalam Paguyuban Pelayan Umat dan memberikan berkat serta memerciki dengan air suci. Kemudian secara simbolis 2 orang anggota Putra-Putri Altar menerima kalung salib dari Romo Surawan yang merupakan tanda tugas sebagai Putra-Putri Altar. Acara diakhiri dengan menyanyikan Mars Putra-Putri Altar oleh para Misdinar yang baru dilantik.
Lewat sambutannya Wakil Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, Ambrosius Anto Suprihanto mengatakan hari ini menjadi momen yang penting bagi anak-anak kita, menjadi awal yang baru bersemangat dan terus berjuang menempatkan diri yang baik di dalam tugas-tugas sebagai Putra Putri Altar. Pelindung Putra-Putri Altar adalah Santo Tarsisius diharapkan menjadi teladan bagi kalian semua dan terima kasih atas usaha kalian untuk melayani Tuhan. Semoga hari-hari berikutnya penuh semangat dan setiap melayani Tuhan ambillah nilai-nilai positif, sebagai anak-anak Tuhan yang setia untuk melayani.
Terima kasih kepada para orang tua, keputusan anda benar bahwa telah menyerahkan/mengantar Putra-Putri anda ke tengah-tengah Gereja untuk melayani. Setia sebagai anak-anak Tuhan untuk melayani Gereja, nilai-nilai ini sungguh baik karena keputusan anda, untuk berani menyerahkan anak anda sendiri dan melayani Tuhan untuk kepentingan Gereja.
Terima kasih juga kepada Tim yang mempersiapkan dari Seksi Putra- Putri Altar, anda telah susah sampaikan ini sejak 6 bulan tapi saya yakin dan ini menjadi kegiatan yang penting setiap tahun, mereka yang memastikan bahwa hal-hal yang selalu ada dan senantiasa diperlukan oleh Gereja, tetap dijalankan dengan baik. Sekali lagi, terima kasih kerjasamanya, semangatnya untuk anda semua dan semoga bagi kita ini bukan hanya kebetulan di dalam kehidupan kita.
Sementara itu Romo Surawan berpesan, bersyukurlah anda, juga untuk orang tua, anak-anak ini melayani Tuhan dari sekian banyak orang tua. Tentu itu akan menjadi rahmat yang besar untuk anak-anak dan juga Anda semua. Bagi orang tua, ini menjadi pendidikan iman yang berharga untuk mereka. Pada saat anda dengan setia, teguh, mengantar dan menjemput mereka anda memberi contoh yang baik. Pewarisan iman itu bukan hanya sederhana, mengajarkan Tuhan Yesus itu siapa, tetapi dalam keseharian, profisional dan juga untuk orang tua, semoga tidak mudah terpengaruh yang tidak setia, kalau kita jatuh karena kelemahan kita, mari kita bangun dengan kekuatan yang lebih besar lagi dan tentu saja dengan kesungguhan.






