Petugas Liturgi Sabtu-Minggu Tgl. 15-16 Maret 2025

March 10, 2025
Petugas Liturgi Sabtu-Minggu Tgl. 15-16 Maret 2025

Sabtu Sore
17.30 : Koor : Lingkungan Santo Yakobus Organis : Sutris
Tata Laksana : Lingkungan Santo Stefanus

Minggu Misa I
06.30 : Koor : Wilayah IX Organis : Supri
Tata Laksana : Lingkungan Santa Lucia

Minggu Misa II
08.30 : Koor : Komunitas Kerahiman Ilahi Organis : Melisa
Tata Laksana : Lingkungan Santo Antonius

Minggu Misa III
17.00 : Koor : Lingkungan Santo Titus Organis : Melisa
Tata Laksana : Lingkungan Santo Fransiskus Assisi

Saran Lagu: PS : 480 ,483, 539, 543, 544, 652, 801, 965


Penanggalan Liturgi Minggu Ini

Minggu 9 Maret 2025 : Hari Minggu Prapaskah I (U) Ul. 26:4-10; Mzm. 91:1-
2,10-11,12-13,14-15; Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13
Senin 10 Maret 2025 : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U) Im. 19:1-2,11-18; Mzm.19:8,9,10,15; Mat. 25:31-46
Selasa 11 Maret 2025 : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U) Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15
Rabu 12 Maret 2025 : Hari Biasa Pekan I prapaskah (U) Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32
Kamis 13 Maret 2025 : Hari Biasa Pekan I prapaskah (U) T.Est. 4:10a,10c-12,17-19;Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Mat. 7:7-12
Jumat 14 Maret 2025 : Hari Biasa Pekan I prapaskah (U) Yeh. 18:21-28; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Mat. 5:20-26
Sabtu 15 Maret 2025 : Hari Biasa Pekan I prapaskah (U) Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48
Minggu 16 Maret 2025 : Hari Minggu Prapaskah II (U) Kej. 15:5-12,17-18; Mzm27:1,7-8,9abc,13-14; Flp. 3:17-4:1; Luk. 9:28b-36

RENUNGAN Luk. 4:1-13 Setia Meski Penuh Godaan

Kekayaan, kekuasaan dan kehormatan adalah tiga hal yang dibutuhkan manusia agar hidup layak. Manusia memerlukan tiga hal itu agar dapat berkembang menjadi manusia yang utuh. Kita butuh kekayaan agar hidup layak. Kekuasaan dan kehormatan kita butuhkan agar kita menjadi peraya diri dan mengembangkan hidup ini dengan lebih tegap. Itu semua baik untuk mengembangkan hidup kita. Kita juga perlu sadar bahwa ketiga hal itu dapat menggoda kita sehingga kita menjadikan ketiga hal itu menjadi satu-satunya tujuan hidup kita. Ketiga hal itu dapat dengan mudah digunakan oleh kuasa kejahatan untuk menjerumuskan kita jatuh kedalam kejahatan.

Di awal masa Prapaskah ini kembali kita disuguhkan kisah tentang Yesus sebagai Anak Allah yang digoda oleh iblis. Injil hari ini mengisahkan
bagaimana Yesus dicobai, digoda dengan godaan iming-iming berupa:
kekayaan (roti), kekuasaan dan gengsi. Yesus dicobai untuk mengubah
batu menjadi roti. Iblis meminta yesus mengubah batu menjadi roti dengan
maksud bahwa Yesus tidak perlu bekerja keras dalam menghasilkan
kekayaan tetapi cukup dengan jalan pintas. Yesus diminta membuat
mukjijat untuk dirinya sendiri dengan demikian Yesus akan menjadi orang
yang egois. Yesus menolak godaan itu, karena ia setia kepada Bapa. Ia
ingin mengolah alam ini dengan jerih payah. Yesus menolak tawaran setan untuk diberi kekuasaan dan kemegahan bagi dirinya sendiri. Bagi Yesus kekuasaan bukan untuk dirinya semata tetapi untuk kebahagiaan orang lain. Yesus mau menjadi manusia bagi yang lain dan bagi Bapa. Ia tiadak mau tergantung pada kakayaan, kekuasaan dan kehormatan tetapi tergantung pada Bapa.

St. Ignasius menulis “Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah sarana yang harus kita gunakan untuk mengabdi dan mencintai Tuhan kita.” Segala sesuatu akan mepunyai arti yang benar bila kita gunakan untuk kebahagiaan sesama dan pujian bagi Allah. Godaan zaman ini lebih berfariatif dan bermacam-macam. Mari kita cermati dalam kehidupan kita sehari-hari dimanapun kita berada. Semoga kita semakin peka terhadap godaan itu sehingga kita tidak terperangkap didalamnya. Semoga kita selama masa prapaskah ini dikuatkan Tuhan sendiri untuk berani dengan tegas melawan godaan yang ada seperti Yesus dengan tegas menolak tawaran dan godaan iblis. Masa Prapaskah ini merupakan kesempatan rahmat bagi kita untuk kembali memurnikan motivasi dan tekad kita untuk tetap setia kepada kehendak Allah dengan berani bersikap tegas seperti Kristus untuk menolak aneka godaan, sehingga kita tidak jatuh pada pemuasan jasmani yang bersifat sementara, tidak jatuh pada kesombongan yang berakibat fatal terhadap hidup kita dan tidak jatuh untuk mengabdi kepada iblis yang hanya menjajikan kepalsuan. ***

Leave a Reply


7 + 3 =