Santo Yusuf, Teladan Dalam Menjalani Panggilan Hidup Kita

March 21, 2025
Santo Yusuf, Teladan Dalam Menjalani Panggilan Hidup Kita

“Sebagai umat beriman di bawah Perlindungan Santo Yusuf, sebagai Pelindung Paroki, kita diajak untuk meneladani sikap Santo Yusuf dalam menjalani panggilan hidup kita masing-masing”, demikian dikatakan RD. Yohanes Agung Apriyanto dalam Perayaan Ekaristi Peringatan Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria sekaligus Pelindung Paroki, Rabu 19 Maret 2025 pukul 17.30 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang.

Dalam homilinya Romo Agung juga mengatakan kita menghadapi situasi yang mungkin diluar dugaan, entah itu tentang perubahan dalam keluarga, dalam pekerjaan atau juga tanggung jawab yang mungkin nampak terasa berat untuk dipikul atau dilakukan. Ada kalanya kita merasa bimbang, takut atau bahkan ingin lari dari kenyataan,  namun di tengah pergumulan itu, ada teladan yang bisa kita renungkan. Seorang pria sederhana yang tidak memiliki kuasa duniawi atau pengaruh besar,  tetapi memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga, hati yang taat kepada Tuhan, sosok itu adalah Santo Yusuf. 

Ketika Santo Yusuf mengetahui bahwa Maria mengandung sebelum mereka hidup bersama,  ia bisa saja memilih jalan yang lebih mudah, yaitu : meninggalkan Maria diam-diam.  Namun dalam kesetiaannya, justru Santo Yusuf mendengarkan suara dari Tuhan dan menerima panggilannya dengan kerendahan hati.  Iman Yosef adalah iman yang berani berharap dan iman inilah yang menjadikan Santo Yusuf bagian dari rencana keselamatan Allah. Meskipun Santo Yusuf tidak melihat kepastian duniawi, tetapi ia percaya pada janji Tuhan dan sama seperti Abraham yang berharap untuk melawan segala harapan. Ia menerima tanggung jawab besar untuk menjaga dan melindungi Yesus bukan dengan kekuatan manusiawi, tetapi dengan kepasrahan penuh pada kehendak Allah sendiri. 

Sebagai umat beriman yang secara khusus dimana kita berada di bawah perlindungan Santo Yusuf,  sebagai pelindung Paroki, kita diajak untuk meneladani sikap Santo Yusuf sendiri dalam menjalani panggilan hidup kita masing-masing. Entah sebagai orang tua yang harus membimbing anak-anak dalam iman,  sebagai pekerja yang menjalankan tugas dengan jujur atau sebagai anggota komunitas yang dipanggil untuk melayani dengan kerendahan hati.  Dunia yang kita rasakan sekarang membutuhkan lebih banyak pribadi seperti Santo Yusuf,  yaitu : mereka yang bekerja dengan tulus,  yang tidak mencari pujian tetapi setia dalam tugasnya,  yang lebih mengandalkan kehendak Tuhan daripada rencana mereka sendiri. 

Kita mohon kepada Tuhan agar dalam setiap keputusan dan tanggung jawab yang kita emban,  kita semakin meladani Santo Yusuf.  Semoga kita berani, percaya dan taat kepada Tuhan,  bahkan ketika jalan yang kita lalui, jalan yang hendak kita tempuh tampak tidak pasti. Dengan meladani Santo Yusuf,  kita semakin bertumbuh di dalam iman dan kesetiaan kita kepada Tuhan, sehingga hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang. 

Leave a Reply


3 + 2 =