Tiga Anak Mendapatkan Rahmat Keselamatan

March 24, 2025
Tiga Anak Mendapatkan Rahmat Keselamatan

Dalam perkawinan Katolik orang tua wajib membaptiskan anak-anaknya dalam iman Katolik sehingga mereka menjadi anak-anak Allah dan memperoleh rahmat keselamatan. Tiga orang anak diantar orang tua dan wali baptis untuk menerima Sakramen Baptis dalam Ibadat Baptisan di Kapel Santa Faustina Paroki Santo Yoseph Palembang, Sabtu 22 Maret 2024 pukul 15.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.

Melalui homilinya Romo Gono mengatakan, baptis bayi dan baptis anak-anak merupakan tradisi gereja sejak dahulu dan diteruskan sampai hingga sekarang.  Gereja melakukannya demi meneruskan misi Yesus Kristus kepada para Rasul, yaitu : menjadikan semua bangsa sebagai muridnya.  Misi gereja ini tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak.  Melalui baptis, anak-anak dijadikan anak-anak Allah dan memperoleh rahmat keselamatan. 

Dalam Katekimus Gereja Katolik nomor 1250,  melalui baptis anak-anak atau melalui sakramen baptis,  anak-anak dijadikan sebagai anak-anak Allah dan memperoleh rahmat keselamatan.  Dengan sakramen baptis Bapak dan Ibu diingatkan kembali akan tugasnya, masih ingat janji perkawinannya,  tentunya yang pertama itu adalah kesehatan suami istri, lalu yang kedua adalah terbuka pada keturunan anak, lalu yang ketiga adalah pendidikan, pendidikan formal dan informal, dan juga dalam pendidikan iman. Maka dalam perkawinan Katolik, orang tua wajib membaptiskan putra-putrinya dalam pendidikan iman Katolik, bukan menjadi dasar.

Baptis bayi mengungkapkan bahwa baptisan itu merupakan rahmat yang diberikan Allah secara cuma-cuma. Saya kira ini juga perlu disadari oleh kedua orang tua, kalau saya menerima rahmat dari Allah secara cuma-cuma, maka saya juga punya tanggung jawab untuk membagikan rahmat dan berkat itu melalui anak-anak yang dipercayakan Tuhan dalam kehidupan saya. 

Iman berhubungan dengan kebersamaan dan komunitas umat beriman. Kita senantiasa beriman dalam kebersamaan iman Gereja Katolik, maka menurut Santo Agustinus, anak-anak pun beriman melalui persekutuan orang-orang kudus dan orang-orang beriman. Maka harapannya, kita sudah memilih nama praktis yang berasal dari Santo Santa, bukan idola orang tua.  

Dengan membaptis anak-anaknya, orang tua sungguh menghidupi panggilannya sebagaimana telah mereka nyatakan dalam janji perkawinan. Dasarnya itu adalah janji perkawinan yang sudah pernah diucapkan, melalui baptis bayi menjadi langkah awal dari proses pertumbuhan iman anak-anak yang terus menerus.  Oleh karena itu, keluarga perlu membangun pembiasaan hidup rohani agar semakin menumbuhkan iman anak-anaknya, mengajari anak berdoa, mengajari anak Misa dan lain-lain.

Anak-anak dari kecil sudah diajak untuk Misa bareng juga diikutkan untuk berkembang di Lingkungan dan sebagainya. Itu menjadi kebiasaan dari kecil yang memang sudah ditambahkan supaya ketika besar pun, mereka sudah punya kekuatan dan sudah punya pegangan. Semoga dengan membaptiskan anak-anak, kita dapat mengantar mereka untuk datang kepada Yesus. 

Upacara baptisan diawali dengan pemberian tanda salib oleh Romo Gono dilanjutkan oleh orang tua dan wali baptis. Kemudian satu-persatu anak-anak dibaptis dengan pencurahan air di atas kepala sebanyak tiga kali oleh Romo Gono, setelah itu mereka mendapatkan urapan minyak krisma, kain putih dan lilin bernyala.

Nama-Nama Baptisan Bulan Maret 2025

1. Monessa Graciella Zoe Tjia 2. Alexander Kenzo Widhi Danelo. 3. Maria Lectia Triska

Leave a Reply


1 + 9 =