Paskah Dekanat Palembang Membangun Kesadaran Untuk Bergerak Bersama

May 21, 2025
Paskah Dekanat Palembang Membangun Kesadaran Untuk Bergerak Bersama

Ratusan Imam, Biarawan, Biarawati, Novis, Postulan dan Seminaris Dekanat Palembang berkumpul  di Gedung Xaverius Centrum Studiorum dengan penuh sukacita dan bergembira dalam Perayaan Paskah Bersama, Selasa 20 Mei 2025. Paskah Bersama Dekanat Palembang mengambil tema “Sungguh Amat Baik”, diawali dengan Perayaan Ekaristi pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen Keuskupan Agung Palembang mewakili Uskup Yohanes Harun Yuwono yang berhalangan hadir.

Dalam homilinya Romo Kris mengatakan, kita bisa mencari dan menemukan hal-hal yang dalam dari perayaan Paskah ini pasti tidak jauh dari makna sebenarnya. Sebagai saudara, orang-orang yang dipanggil secara khusus, saya kira mereka paham, ajaran cinta kasih itu perlu dan penting untuk pergerakkan, untuk mereka,  untuk secara pribadi dan masing-masing harus ada sebuah ajaran serta harus dilakukan. Jadi Paskah benar-benar dipahami dan dimakai sebagai momentum untuk berkobar-kobar, momentum untuk diperbaharui, momentum untuk digerakkan.   Saya kira kesempatan Paskah bersama ini sekaligus menjadi daya dorong bagi kita.  Kita tidak lagi hanya asik dengan kegiatan masing-masing,  tetapi sudah berkoordinasi, kita berkolaborasi dan bersinergi. Makna dari Paskah bersama ini adalah  membangun kesadaran, ayo kita bergerak bersama. 

Paus Leo XIV dalam homili  sekaligus  pesannya menyampaikan yang harus dilakukan bagi seluruh Gereja yaitu : sehati dan sevisi.  Makna Paskah bagi kita supaya tidak hanya  sekedar seremonial tapi di dalamnya ada pesan penting dan berharga yang harusnya menjadi daya dorong bagi kita untuk berbuat sesuatu. Kepada anda semua sebagai seorang saudara yang menyediakan diri menjadi pelayan iman dan dalam sukacita, berjalan di jalan kasih Allah yang menghendaki agar kita semua searah dalam kasih dan persatuan, inilah dua dimensi misi yang dipercayakan Yesus kepada Petrus. Gereja yang berziarah, tanda kesatuan dan menjadi ragi dunia yang berkonsiliasi. Pada masa ini masih dapat kita lihat terlalu banyak perselisihan, terlalu banyak duka yang disebabkan oleh kebencian, kekerasan, prasangka, ketakutan pada mereka yang berbeda dan pandangan ekonomi yang terlalu mengeksploitasi sumber daya alam serta menyingkirkan kegiatan misi. 

Dalam carut marut dunia ini kita hendak memberikan hawa sejuk, persatuan dan persaudaraan.  Dengan kerendahan hati dan sukacita, pandanglah Yesus, mendekatlah padaNya, sambutlah FirmanNya yang mencerahkan dan menghibur, dengarkan tawaran kasihnya untuk menjadi bagian dari keluarganya dalam Kristus yang satu, kita adalah satu. Bersama semua orang yang berkehendak baik, membangun dunia baik yang di dalamnya berkuasa perdamaian. Inilah semangat misionaris yang harus segera terlibat tanpa harus menutup diri dalam kelompok kecil kita atau merasa unggul dalam dunia ini. Kita dipanggil untuk menawarkan kasih Allah pada semua orang sehingga mencapai kesatuan, tidak menghapuskan perbedaan-perbedaan tetapi justru meningkatkan kepribadian setiap orang serta budaya sosial dan religiositas setiap bangsa. 

Dalam pertemuan para Uskup Regio Sumatera beberapa waktu lalu ada beberapa rekomendasi yang lebih konkret, yaitu : Memberi perhatian pada kaderisasi yang dilakukan secara sistematis dengan antara lain : animasi keluarga-keluarga untuk mempersiapkan orang-orang Katolik yang akan bergerak di bidang sosio politik  dan kemasyarakatan. Memanfaatkan teknologi informasi dalam Pastoral dan mengupayakan  Pastoral berbasis data. Bergerak bersama membangun sistem pengkaderan yang tepat serta tepat sasaran.  Menindaklanjuti seruan Bapa Suci, Paus Fransiskus mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui upaya-upaya dan tindakan-tindakan konkret.  Memberikan perhatian serius pada soal human traffic.  Sebagai salah satu wujud dari solidaritas Gereja, hendaklah menjadi gerakan bersama antar Keuskupan.

Ada kutipan homili Paus Leo XIV, inilah momentum kasih, kasih Allah yang menjadikan kita bersaudara satu sama lain. Bila ajaran kasih itu memang subur, hendaklah semua pertentangan akan segera berakhir. Dalam terang dan kekuatan roh kudus, mari kita membangun sebuah Gereja  yang didirikan atas dasar kasih Allah dan tanda kesatuan.  Sebuah Gereja misioner yang membuka tangannya kepada dunia,  yang mewartakan sabda, yang membiarkan dirinya diganti oleh sejarah dan menjadikan ini keharmonisan bagi umat manusia.  Sama-sama sebagai satu umat, sebagai semua saudara,  mari kita berjalan menuju Allah dan saling mengasihi.

RD. Dionisius Anton Liberto, Ketua Panitia Paskah Dekanat Palembang, menceritakan kegiatan ini terinspirasi dari kebersamaan dan persaudaraan  yang ada di Dekanat Belitang untuk para Imam, Biarawan dan Biarawati.  Maka Romo Gono sebagai Romo Deken di Dekanat Palembang memberikan  mandat kepada saya  dengan tulisan tangan kanannya  untuk mengadakan Perayaan Paskah  bersama Imam Biarawan, Biarawati dan terjadilah pada sore hari ini  maka sesuai dengan tema kita,  sungguh amat baik maka terjadilah sungguh amat baik  pada sore hari ini, perayaan kita dan juga tentu  amat baik kebersamaan dengan Imam, Biarawan dan Biarawati. 

Semoga kegiatan perayaan Paskah bersama ini, Imam, Biarawan, Biarawati Dekanat Palembang juga menjadi berkat  bagi kita semua, membuat kita semakin bersaudara dalam  pelayanan di Dekanat ini, membuat kita saling mengasihi hidup,  rukun  dan itu menjadi tanda kesaksian akan Kristus  yang bangkit bagi umat  di Dekanat ini secara khusus. Selamat  menikmati kegiatan Paskah bersama ini, semoga membawa berkat dan syukur  bagi kita semua  dan menjadi  sungguh amat baik. 

Sementara itu  RD. Hyginus Gono Pratowo, Deken Dekanat Palembang  menyampaikan bahwa setiap hari itu saya diteror oleh Romo Berto, jadi, ketika beliau datang ke Santo Yoseph selalu bercerita bahwa dibuat acara bersama Biarawan, Biarawati dan para Imam.  Maka daripada merepotkan, saya langsung mengatakan pada Romo Berto, siapkan. Minimal Paskah bersama dan inilah yang terjadi, mulanya biasa saja tapi akhirnya menjadi luar biasa. Dari hal-hal pembicaraan yang sederhana,  ternyata memiliki buah yang luar biasa.  Itu semua karena Tuhan yang memakai tangan kanan dan kiri Romo Berto.

Maka terima kasih kepada Romo Berto dan juga teman-teman panitia yang sudah mengusahakan segala sesuatunya dengan amat sangat baik, terima kasih atas pemberian diri, pengorbanan yang senantiasa diberikan kepada kita dan semuanya kita syukuri. Semuanya berjalan dengan amat sangat baik  dan memberikan sesuatu yang menggairahkan,  menggelorakan  dan menemukan semangat bagi kita. 

Semoga Perayaan Paskah ini sungguh membawa sukacita  dan juga semangat  dalam hidup dan panggilan kita.  Terima kasih juga kepada Forum DPP Dekanat Palemang yang hadir atau yang mewakili, para Dewan Pastor Paroki  yang juga hadir memberikan dukungan kepada kita semua,  sehingga apa yang sudah mereka berikan kepada kita  dapat dipertanggungjawabkan dalam kehidupan kita sehari-hari.  Terima kasih kepada siapapun  dengan caranya masing-masing dan yang sudah mengupayakan semuanya  dengan sangat amat baik untuk kita sekalian.

Seusai Perayaan Paskah rangkaian acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan diteruskan Perayaan Sukacita Paskah yang diisi dengan pentas seni, bernyanyi, permainan dan dinamika bersama yang diikuti oleh para Imam, Biarawan, Biarawati,  Novis, Postulan dan Seminaris Dekanat Palembang, kegiatan berlangsung  meriah hingga akhir acara.

Leave a Reply


8 + 2 =