Suster Charitas, Hargai Waktu Setiap Detik Dan Setiap Detak Jantung Untuk Melayani Tuhan

December 3, 2025
Suster Charitas, Hargai Waktu Setiap Detik Dan Setiap Detak Jantung Untuk Melayani Tuhan

Palembang – Seusai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan Perayaan Profesi Kekal dan Syukur Hidup Membiara di halaman Gereja Santo Yoseph Palembang, Senin 1 Desember 2025. Acara diawali dengan penyambutan Pestawati oleh penari Kebo Giro menuju panggung, dilanjutkan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan pemotongan kue ulang tahun oleh perwakilan Pestawati 25, 40 dan 50 tahun. Potongan kue juga diberikan oleh Pestawati kepada keluarga masing-masing, pada kesempatan ini para undangan juga dihibur dengan tarian dan lagu.

Dalam sambutannya, Suster Maria Rianita FCH sebagai perwakilan dari para Pestawati mengatakan, dalam perjalanan permenungan kami sebagai yang kaul kekal, kami menemukan satu ayat kitab suci yang menurut kami berempat memiliki makna yang sama, yaitu : “ Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ayat ini bukan sekedar kata indah dari Kitab Suci, tetapi menjadi pengalaman nyata perjalanan kami bersama Tuhan, Tuhan yang memanggil, membimbing, menguatkan dan menuntun langkah-langkah kecil di dalam seluruh hidup kami, sehingga membawa kami hari ini untuk mempersembahkan diri, mengucap “ ya “ yang total untuk selamanya. Bersama para suster yang mensyukuri merayakan 25 tahun, 40 tahun dan 50 tahun hidup membiara, momen kudus ini menjadikan hati kami penuh dengan syukur yang mendalam. 

Hari ini bukanlah puncak perjalanan bagi kami semua, tetapi awal dari kesetiaan yang lebih dalam.  Kami ingin terus belajar untuk mencintai tanpa batas, melayani tanpa pamrih, dan hidup dalam semangat Santo Fransiscus Asisi, menjadi pembawa damai dan sukacita dimanapun kami diutus, menjadi Charitas dengan sikap belarasa yang tak terbagi. Karena itu kami masih mohon dukungan doa dari semua agar kami terus tumbuh dengan berakar dan berbuah sebagai Suster Charitas.  Semoga setiap langkah hidup kita menjadi pujian bagi namanya dan tanda kasih bagi sesama.

Perwakilan dari keluarga Pestawati, Andreas Puryadi, mengharapkan agar para Suster  tetaplah semangat dalam melayani Tuhan dan melayani sesama dalam bidang apapun juga seperti yang dikerjakan atau dijalani saat ini, sehingga para Suster FCh ini dapat memperluas kerajaan Allah di tengah masyarakat. Kepada para Suster kalau hati gundah, ada masalah, ada yang mengganjal untuk meneruskan panggilannya, pulanglah ke kampung, karena ketika pulang ke kampung, panggilan anda semua dikuatkan kembali oleh orang tua, sanak saudara dan orang-orang di sekitarnya. Bilamana pulang ke kampung, Suster juga tetap mewartakan atau memperkenalkan Kongregasi FCh. Rupanya pengenalan kongregasi Anda ini tidak hanya berkotbah, tetapi dengan perbuatan-perbuatan yang kecil di tengah masyarakat, kampung, tempat tinggal dan dimana saja.

Sementara itu Pemimpin Umum Kongregasi Suster Santo Fransiscus Charitas, Sr. Maria Patricia, FCh, menyampaikan, kami ada karena keluarga, oleh karena itu semoga peristiwa hari ini juga menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga Kristiani yang lain dan menumbuhkan semangat panggilan kepada saudari-saudari muda.  Tentu setiap perayaan kaul, kaul kekal, perayaan ulang tahun hidup membiara, kita bersuka cita, kita bersyukur.  Semoga syukur yang Suster hidupi lebih diisi dengan pertobatan yang sejati, menjadi lebih rendah hati, menjadi lebih suci, menjadi lebih tekun dan bersetia.

Para suster hari ini juga menjadi inspirasi untuk lebih setia, lebih rendah hati, lebih menghargai waktu setiap detik dalam hidup, dan setiap detak jantung yang sudah kita persembahkan kepada Tuhan di dalam seluruh hidup untuk melayani Tuhan di dalam perutusan Kongregasi.  Terima kasih untuk komitmen para Suster, komitmen yang terus menerus, tidak putus, utuh dan penuh. Seperti halnya cincin yang Suster kenakan, lingkar kita tidak bisa membedakan mana ujung dan pangkal, itulah komitmen kita tiap hari, tiap saat. Maka semoga para suster juga terus menerus mengupayakan, menguduskan diri, melalui doa-doa persaudaraan dalam komunitas dan perutusan di dalam karya.

Pater Norbert Maria Schnell (Vikjen Keuskupan Breda Belanda) mengatakan, sebagai Administrator Kongregasi Charitas Roosendaal,  saya mewakili Sr. Michael,  Suster terakhir dari Belanda, beliau berusia 97 tahun dan sebagai Vikaris Jendral Keuskupan Breda, saya juga mewakili Uskup Breda Mgr. Liessen dan seluruh Keuskupan Breda. Kongregasi Santo Fransiskus Charitas berakar di Keuskupan Breda didirikan di Oasterhod pada tanggal 1 Desember 1834 tepat 191 tahun yang lalu. Sejak saat itu banyak wanita mulai mendedikasikan hidup mereka kepada Allah sesuai dengan spritualitas yang diwariskan oleh Ibu Theresia Saelmakers kepada para Susternya “ Dalam kegembiraan,  kesederhanaan dan terutama dalam cinta kasih, membantu sesama manusia sambil berdoa serta berkorban, menampakkan sukacita hidupmu sendiri di tengah orang sakit dan orang miskin.” Pada tahun 1926 para Suster memulai misi mereka di Palembang, dalam 100 tahun karya ini telah berkembang menjadi sebuah Kongregasi yang subur dan berbuah.

Hari ini kita berkumpul untuk merayakan 4 Suster yang berprofesi kekal dan 13 Suster yang merayakan ulang tahun hidup membiara. Baik profesi kekal maupun perayaan ulang tahun merupakan kesaksian iman, harapan dan kasih. Kita bersyukur kepada Allah atas segala rahmat yang telah Ia anugerahkan kepada para Suster ini dan kepada Kongregasi Charitas Indonesia, semua ini merupakan tanda cintanya yang begitu besar bagi masing-masing dari kita. Atas nama Sr. Michel, Uskup Liessen dan seluruh Keuskupan Breda saya ingin mengucapkan selamat kepada para Suster yang berprofesi kekal dan para Suster yang merayakan ulang tahun hidup membiara, semoga Allah terus meneguhkan panggilan anda, semoga anda terus memberikan kesaksian tentang Dia dalam sukacita, kesederhanaan,  dan terutama dalam kasih, dalam hidup yang didedikasikan bagi mereka yang sakit dan miskin.

Tak lupa Mgr. Yuwono mengucapkan selamat kepada para Suster yang pesta dan profesi kekal, semoga setia sampai akhir hayat sertas selamat pesta mandiri Kongregasi FCh, semoga tetap menjadi pelayan masyarakat.

Leave a Reply


5 + 3 =