Palembang – Untuk mengingatkan kembali janji perkawinannya sebanyak 6 (enam) pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawian mengadakan penyegaran janji perkawinan dalam Perayaan Ekaristi, Minggu 28 Juni 2026 pukul 17.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan.
Romo Surawan dalam homilinya mengatakan, Ekaristi pada sore hari ini mengajak kita untuk menempatkan Tuhan di atas segala galanya. Bukan hanya pada saat kita sedang merayakan liturgi Ekaristi atau dalam doa-doa yang kita lakukan, tetapi terutama dalam kehidupan sehari-hari. Mencintai Tuhan lebih dari segala sesuatu akan mendatangkan berkat bagi kita. Tetapi kita harus menyadari, Yesus tidak menjanjikan bahwa tidak ada konflik pada saat kita dengan tulus dan sepenuh hati mencintai Tuhan dalam hidup kita. Yang mau diperingatkan kepada kita adalah loyalitas kepada Tuhan adalah jaminan satu-satunya.
Tidak dilarang bagi kita untuk mengasihi orang tua, mengasihi anak-anak dan bahkan ada perintah hormatilah Bapak Ibumu, hormatilah orang tua, tetapi landasan untuk mencintai orang tua, mencintai anak-anak adalah karena kita mencintai Tuhan. Tentu saja ini menjadi bagian yang terkadang memang mendatangkan konflik di tengah-tengah kita. Secara ekstrim, Yesus mau mengatakan sebenarnya kalau diminta memilih keluarga atau Tuhan, maka orang harus dengan tegas Tuhan yang harus saya pilih. Mencintai Tuhan lebih dari segala sesuatu, tentu saja ini menjadi seperti salib bagi kita, karena memang tidak mudah dan berat. Tetapi supaya kita layak menjadi murid-muridnya, maka kita harus memikul salib itu dengan setia, dengan tekun dan tidak boleh menyerah. Karena itu akan mendatangkan berkat bagi kita.
Pada hari ini kita akan menyaksikan pasangan suami istri yang ingin menyegarkan janji perkawinannya dan inilah cinta Tuhan kepada Gereja dilambangkan oleh cinta suami istri di tengah keluarga. Kita ingin berdoa agar kasih dan kesetiaan mereka sungguh dibangun karena Tuhan telah mengasihi mereka. Allah adalah kasih dan kita ingin menjawab kasih Allah itu di atas segala galanya dalam kehidupan setiap hari di tengah keluarga, dalam pergaulan dan dalam pekerjaan kita.
Upacara penyegaran janji perkawinan diawali dengan pemanggilan nama-nama pasutri oleh Romo Surawan dan pasutri maju kedepan altar. Kemudian pasutri saling berhadapan untuk mengucapkan janji perkawinannya dan saling mengekspresikan kasih sayang dengan mencium dan memeluk pasangan masing-masing. Setelah itu Romo Surawan memberkati mereka, memerciki dengan air suci dan memberikan setangkai bunga mawar.
Nama-nama pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan Juni 2026.
1. Theo Julius & Elisabeth Gracia Moi Ling (Lingkungan Santo Fransiskus Xaverius), HUT Perkawinan ke 15, Tgl. 5 Juni 2011
2. Petrus Kanisius Paulus Wijaya & Maria Cicilia Verawaty Jaya (Lingkungan Santo Andreas), HUT Perkawinan ke 19, Tgl. 8 Juni 2007.
3. Andreas Antok Dwi Heryono & Maria Subiati (Lingkungan Theofanus Venard), HUT Perkawinan ke 28, Tgl. 25 Juni 1998.
4. Liu Sin Ten & Tjen Siat Djie (Lingkungan Santo Titus0, HUT Perkawinan ke 68, Tgl. 25 Juni 1965.
5. Yacobus Salesius Suprihadi & Christiana Tri Ambar Susilowaty (Lingkungan Emmanuel 1), HUT Perkawinan ke 37, Tgl. 26 Juni 1989.
6. Paulus Indriarjo & Marcia Ratini (Lingkungan Ignatius Loyola), HUT Perkawinan ke 28, Tgl. 28 Juni 1998.




